Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 10, Kami akan menjadi Istri Nakano!


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu, Tohka?" Tanyaku pada Tohka. Dia pun membalikkan kepalanya yang tengah melihat keluar jendela. "Aku baik-baik saja." Katanya saat melihat ke arahku. Tohka pun melihat ke arah Sei dan melihat ke arahku lagi. "Hei Nakano, Dia ini siapa?" tanya Tohka,


"Dia ini teman perjalanan kita, Murasame Sei." Jawabku,


"Apakah dia bisa dipercaya?" tanya Tohka,


"Tentu saja. Tapi kenapa kamu bilang begitu?" Tanyaku,


"Saat aku tertidur lelap tadi, aku melihat semua mimpi. Mimpi dimana aku dikhianati oleh seseorang yang ku percayai. Aku pun mulai kehilangan tujuan hidupku. Tapi ada seseorang yang datang untuk menghancurkan desaku di mimpi itu. Hanya dengan melihat matanya, aku dapat merasakan Kebencian, Keputusasaan, dan Amarah Tak Percaya yang luar biasa darinya yang memancar tak terkendali. Dan disaat itu juga aku menemukan tujuan hidupku kembali yaitu membunuh orang yang telah menjadi ancaman dunia di mimpi itu. Tapi disaat-saat terakhir sebelum aku bangun, aku melihat diriku sebelum reinkarnasi hidup bahagia dengan seseorang yang baru ku jelaskan tadi. Orang nya benar-benar berbeda disaat dia menghancurkan desa itu dan saat kami sudah menikah. Hei Nakano, Apakah orang itu adalah... Dirimu? Orang yang telah memberikan cahaya di dalam gelapnya penderitaan ku?" Jelas Tohka,


"Aku tidak tahu." jawabku,


"Oh begitu ya" kata Tohka dengan sedih,


"Tapi bukannya itukah yang membuat kita melakukan perjalanan ini?" kataku


"Kau benar, karena itulah kita disini. Karena itulah kita bertemu. Ya kan, Nakano?" kata Tohka dan dia tersenyum manis. Senyum yang ingin ku lindungi. "Ya kau benar, Tohka.".


Sei pun merasa sedikit cemburu saat Nakano bilang begitu. "Ohya, Sei, kau kelihatannya kekurangan sesuatu.." kataku,


"Apa?" tanyanya,


"Aku tahu sekarang.." kataku sambil mengeluarkan batu Crystal Futures yang ada di saku ku. Aku pun berjalan ke hadapannya dan meletakkan batu itu di tongkat milik Sei.


"Ini kan.." kata Sei yang terhenti,


"Benar itu adalah batu yang dimiliki keluarga mu kan? Batu kemenangan setelah perang melawan Ender End. Crystal Futures." Jelasku,


"Kau sungguh ingin memberinya kepadaku?",


"Ya, aku bersungguh-sungguh.".


Sei pun terdiam sejenak dan bilang,"Aku akan merawat dan menjaga batu ini atas nama keluargaku dan...",

__ADS_1


"Dan?" tanyaku,


"Tidak, tidak jadi.",


"Terserah kepadamu saja.".


"Aku akan merawat dan menjaga batu ini atas nama keluargaku dan namamu, itulah yang ingin aku katakan." dipikiran Sei,


"Sebaiknya kalian berdua istirahatlah, kita akan memulai perjalanan kita ke alam semesta lain besok. Aku ada urusan sebentar diluar." kataku,


Di tempat Tohka dan Sei setelah Nakano pergi. "Ayo jalan-jalan diluar." Kata Tohka,


"Kau sudah bisa berjalan?" tanya Sei,


"Aku sudah bisa berjalan. Ini juga biar kita akrab satu sama lain kan?" Kata Tohka,


"Kau benar. Akan jadi hambatan kalau kita tidak mengenal satu sama lain. Kalau begitu mohon bantuannya dari sekarang ya, Tohka.",


"Ayo pergi. Tapi sebelum itu, sebaiknya kamu ganti pakaian dulu.",


"Iya, tunggulah diluar.",


"Iya, baiklah.". Sei pun keluar dari kamar Tohka dan menunggu di depan kamar Tohka. Setleha beberapa menit, "Maaf membuatmu menunggu lama." kata Tohka,


"Tidak juga--" Kata-kata Sei terhenti karena pakaian yang dikenakan Tohka adalah pakaian santai. Walaupun begitu, itu membuatnya sangat cantik. Sei pun terpesona padanya. "Kenapa? Apa karena pakaiannya? Tidak cocok ya?" Tanya Tohka,


"Tidak, aku terdiam karena kamu yang cantik. Aku jadi paham kenapa Nakano memilihmu sebagai pacarnya." Kata Sei,


"T-Tidak, kami tidak pacaran. Kami hanya... anu... Teman perjalanan, Ya teman perjalanan." kata Tohka yang tersipu malu,


"Benarkah padahal kamu cantik begini. Dibandingkan denganku.",


"Kau juga cantik kok Sei. Rambut panjang mu yang berwarna merah itu cocok sekali dengan pakaian berwarna merah hitam milikmu itu. Aku juga berharap bisa memiliki selera bagus dalam berpakaian sepertimu.",

__ADS_1


"Terimakasih... Tapi jika kamu mau sekarang kita pergi ke toko Pakaian. Aku bisa memilihkan pakaian yang cocok untukmu.",


"Baiklah.",


"Dan juga agar membuat Nakano jatuh cinta padamu.",


"Heh?!",


"Sudah-sudah jangan malu-malu. Aku pun berharap Nakano menjadi milik ku juga..",


"Kau bisa kok.",


"Eh?",


"Kau bisa menjadi pacar Nakano. Aku juga berharap kita berdua bisa menjadi pacar Nakano disaat yang sama. Tidak, bukan pacar tapi Istri Nakano!",


"Eh, tapi...",


"Aku yakin kalau Nakano juga bakalan menyukaimu. Aku yakin kita berdua di suatu hari kau dan aku akan menjadi istri Nakano.",


"Baiklah. Aku akan percaya padamu."


"Ayo pergi ke toko Pakaian agar Nakano terpesona pada kita!",


"Ya. Ayo!".


Sementara itu di tempat Nakano berada yaitu di istana Netherwath. Nakano menyelidiki apa arti dari 'Si Penghancur Lama Semesta'. Dan ada tamu yang tak diundang datang. Seorang gadis perempuan yang sebaya dengan Nakano. Menggunakan baju seperti pelayan tetapi agak terbuka dan bersenjatakan Pistol.


"Wah Wah, Nakano ternyata. Sudah lama ya? mungkin sekitar 2500 Tahun lalu." kata gadis itu,


"Siapa kau?" tanyaku,


"Kau lupa. Tidak baik melupakan seorang nama gadis Nakano... Apalagi aku ini adalah teman pembunuh mu dimasa lalu loh, Nakano." katanya dengan menggoda.

__ADS_1


__ADS_2