
Keesokan harinya. Setelah kejadian di hari kemarin, keadaan aku dan teman-temanku di alam semesta Machinery telah diakui oleh para prajurit dan Liyu, tapi tidak dengan Sumiko. Sumiko masih tak menerima keberadaan ku disini.
Di suatu saat, aku berjalan menuju ke kamarku yang disediakan paman. Diperjalanan, aku tak sengaja bertemu dengan Liyu yang baru saja menaiki tangga. Dia melihatku dan menyapaku.
"Selamat pagi, Kakak Nakano." sapa Liyu,
"Selamat pagi.".
Aku pun mengobrol sedikit dengannya. Dan juga aku dan Liyu telah memiliki hubungan baik. Kemarin dia mengajakku latih tanding dan kami berlatih sebanyak 30 ronde dengan hasil aku yang memenangkan semua babaknya. Tak ku sangka Liyu memiliki stamina tinggi. Alhasil dari pertandingan itu selain Liyu yang mengalami kekalahan 30 ronde, juga kami mulai memiliki hubungan baik. Aku menganggapnya seperti adikku sendiri dan kurasa dia juga menganggap diriku seperti kakaknya sendiri.
"Oh iya, kakak mau kemana?" tanya Liyu,
"Aku? Aku mau ke kamar. Aku baru saja mandi." jawabku,
"Oh. begitu ya. Kalau begitu aku akan pergi mandi dulu.".
Liyu berlari ke belakangku dan membalikkan badan. Dia kemudian melambaikan tangannya di udara.
"Sampai jumpa lagi, Kakak Nakano!" katanya sambil berteriak kearah ku.
Aku kembali melambaikan tanganku kepadanya. Dia pun berlari menuju ke kamar mandi. Anak baik.
__ADS_1
Aku membalikkan badanku dan lanjut berjalan ke kamarku. Tetapi saat aku membalik, aku melihat Sumiko dan dia juga melihatku. Dia langsung menundukkan kepalanya dan berjalan terburu-buru ke arah yang sama dengan Liyu. Setelah kejadian kemarin, kami tak pernah berbicara lagi. Aku memiliki hubungan yang buruk dengannya.
Aku menghela nafas dan lajut berjalan ke kamarku.
Saat sampai di dalam kamar, aku berjalan menuju kasur dan langsung berbaring di atasnya. Karena banyak hal yang terjadi saat pertama kali menginjak alam semesta ini aku sampai melupakan tujuan utamaku kesini. Tujuanku datang kesini adalah.. untuk mencari pengendali gerigi generasi penerus yaitu anak paman Inara sendiri, tapi siapa? Liyu? Tidak tak mungkin dia. Dia hanya bagus di fisik saja. Kalau begitu yang terakhir adalah Sumiko. Kalau itu memang benar-benar dia pengendali penerusnya maka akan sulit apalagi aku dan dia memiliki hubungan yang sulit. Tetapi masih ada kemungkinan kalau penerusnya bukan dia... deh... jangan banyak berharap kamu Nakano. Jelas-jelas dia kan penerusnya, kekuatan itu diturunkan kepada anak pertama dan sejauh yang kulihat Sumiko adalah anak pertama.
Aku menghela nafas tak tahu harus berbuat apa seterusnya. Aku hanya bisa berharap ada sesuatu yang terjadi yang bisa membangun hubunganku dengan Sumiko. Aku tak berharap dia bisa menjadi sesuatu seperti calon istri atau apa, aku hanya perlu sebagian kekuatannya.
Tunggu... Jika aku mengambil kekuatan itu, apakah Sumiko juga akan kehilangan kekuatannya? Kuharap tidak. Jika aku disuruh untuk memilih antara kekuatanku untuk mengalahkan Wynox atau membiarkan kekuatan ini sendiri terpendam dalam diri Sumiko, kira-kira mana yang akan aku pilih?
Aku menghela nafas lagi. Aku terlalu banyak pikiran. Aku bangkit berdiri dari kasur, mengambil jaket yang biasa kupakai dan berjalan keluar kamar. Aku ingin pergi jalan-jalan sebentar.
Tiba-tiba keluar asap hitam yang tebal dari sebuah bangunan yang tak jauh dariku. Asap itu mulai berterbangan ke udara.
Asap? Paling hanya kebakaran saja kan? Aku melihat ke sekeliling dan mulai merasa aneh. Mata penduduk di sekitarku penuh dengan ketakutan. Aku memiringkan kepalaku dan mengangkat alisku sedikit. Ini aneh... Penduduk disini kelihatannya takut... Tapi kenapa?
Tiba-tiba aku mendengar suara seperti kendaran yang mengerem dengan cukup panjang. Suaranya berasal dari tempat dimana asap itu timbul. Aku memiliki firasat tidak enak tentang asap ini. Aku meloncat ke atas atap rumah yang ada di dekatku dan meloncat lagi ke yang lain demi mendekati lokasi dimana asap itu muncul.
Saat aku sampai, aku melihat tengkorak berjalan dengan api yang menyelimuti tubuhnya. Apa itu? Dan di tempat lain, aku melihat tim semacam pemadam kebakaran datang. Apakah mereka yang bertanggungjawab atas kejadian ini?
"Yosh kalian! Ayo kita padamkan mahkluk ini dengan penuh kasih sayang!" kata salah seorang dari tim itu.
__ADS_1
Penuh kasih sayang... demi seekor monster..? Dan lagi sepertinya dia adalah pemimpinnya. Sekarang... kira-kira bagaimana cara mereka mengatasi monster yang mengamuk itu?
Salah satu dari mereka langsung bergerak maju dengan cepat. Aku melihat dengan jelas dan melihat kalau anak itu menyemburkan api di kedua kakinya. Anak itu maju dengan cepat dan mengarahkan salah satu kakinya ke monster itu. Tendangan itu mengenainya tetapi tak memberikan hasil yang bagus. Kemudian salah satu kakinya yang lain menendang kepala monster itu dan dia melepaskan kakinya yang sebelumnya. Dia melempar monster itu ke udara dan dia terbang lalu menendang monster itu ke salah seorang di timnya.
Monster itu mengarah ke seorang anak dengan rambut emas. Anak itu bersiap diposisi dan tiba-tiba semacam senjata tajam api datang dari dalam kedua tangannya. Senjata itu seperti bilah sabit yang ada didalam legenda 'Grim Reaper'. Anak itu menusukkannya kepada tubuh monster itu dan itu menghilang menjadi abu. Tiba-tiba seorang anak perempuan disana mengucapkan sesuatu yang seperti sebuah doa.
"Wahai jiwa yang bergentayangan. Akan aku suci kan kau dan membebaskan mu dari penderitaan mu... Accell.".
Setelah itu semua orang yang ada di tim itu mengucapkan kata-kata terakhir yang diucapkan anak perempuan itu.
"Accell.".
Sepertinya di alam semesta manapun. Pasti ada bahaya yang berkeliaran disana ya. Mau itu monster atau manusia atau ras lainnya, setiap alam semesta pasti ada masalahnya. Entah kenapa.. setelah aku berpikir begitu aku mulai mencemaskan seseorang.
Ibu... apakah kamu baik-baik saja disana sebagai penguasa Alam Semesta baru?
Aku kemudian melupakan hal itu dan mulai fokus kembali. Sepertinya tak ada bahaya apapun di sekitar sini. Semua bahaya mungkin telah ada tim yang akan mengatasinya. Setelah mengetahui fakta itu entah kenapa aku merasa lega dan cemas disaat yang bersamaan.
Tunggu... bila tak ada bahaya lagi... bagaimana aku bisa membangun hubungan dengan Sumiko? Tidak, tunggu... bukankah ada cara lain untuk membangun hubungan baik dengan seseorang... tetapi..... kebanyakan aku membangun hubungan seseorang itu dengan pertempuran seperti aku dan Liyu. Aku harus bertanya kepada yang ahlinya saja sekalian mengajaknya kencan sesekali. Aku juga tak tahu harus melakukan apa setelah ini juga.. daripada dibuang ke lebih baik aku menggunakan kesempatan ini agar mempererat hubungan kami. Lagian aku dan dia tak pernah kencan lagi. Yosh! aku akan kencan dengan salah satu calon istriku sekarang!
Bukan di bab kali ini, ok?
__ADS_1