Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 52 , Hari yang Menyenangkan


__ADS_3

Kami membantu Anna menyelesaikan tugasnya dan itu selesai tepat saat malam hari tiba. Kami keluar dari tempat kerjanya dan berjalan ke ruang makan. Sei merenggangkan tubuhnya, mengangkat tangannya ke atas dan menarik tubuhnya ke atas.


"Haaahh! Akhirnya selesai juga!" kata Sei,


"Benar. Tadi itu melelahkan." kata Tohka. Tohka melihat ke arah Anna.


"Tak ku sangka kamu punya pekerjaan sebanyak itu. Menjadi Ratu pasti sangat susah.",


"Itu adalah pekerjaanku sehari-hari. Tetapi setelah itu, aku tak akan ada pekerjaan yang menumpuk lagi. Aku sangat berterimakasih kepada kalian.",


"Itulah gunanya teman." kata Sei


"Bukankah kita lebih dari teman.",


"Lebih? Apa maksudmu?" tanya Artoria.


"Apa kamu lupa?" —Anna tersenyum. Artoria, Sei, dan Tohka berpikir sejenak dan mereka mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Anna.


"Aaahh.... aku tahu sekarang." kata Tohka,


"Ya. Kita memang itu." kata Artoria,


"Benar! Benar!" kata Sei dengan nada yang bersemangat.


Aku yang berada dibelakang mereka, mendengarkan pembicaraan mereka dan tak mengerti. Apa yang mereka bicarakan?. Aku pun mulai melamun dan berpikir dua kali. Kemana selanjutnya aku akan pergi? Apa aku hanya akan terus menjelajahi 33 alam semesta? Informasi yang ku terima tentang Bimasakti hanya sedikit, bahkan Keiko yang menjadi pustakawan di perpustakaan terkenal tak mengetahui banyak tentang apa yang kucari. Tidak-tidak! Aku mulai lagi. Aku harus fokus pada yang ada didepan. Aku harus santai, tergesa-gesa bukan gayaku.


Wynox ya... Apakah suatu hari aku akan melawannya lagi? Jika memang, aku harus bertambah kuat agar hal itu tak terjadi lagi. Aku tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga lagi.


Kami berjalan beberapa menit menuju ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, kami duduk di kursi masing-masing. Pelayan datang untuk menyajikan makanan. Kami semua melihat ke arah pelayan dan pelayan itu sama seperti sebelumnya, Arthories.


"Kau masih disini kah, Arthories?" tanyaku,


"Me-memangnya salah?" tanyanya sambil tersipu malu,


"Tidak...".


Arthories berjalan ke arahku dan mendekatiku dengan meja dorong yang dia bawa.


"Oh iya, kalau tidak salah tadi ibuku bilang kalau semua penguasa alam semesta berkumpul untuk rapat. Kenapa kamu masih disini?" tanyaku.


Arthories menjawab ku sambil menyajikan makananku.


"Aku disingkirkan dari kursi penguasa Alam Semesta Fighterys.",


"Disingkirkan? Kenapa?" tanya Artoria. Aku terkejut kalau Artoria masih bersikap tenang walaupun ibunya sudah bukan Penguasa lagi.

__ADS_1


"Itu ya jelaslah. Merencanakan pembunuhan kepada seorang pemuda yang tidak ada apa-apanya.",


"Tidak ada apa-apanya? Itu kata-kata yang cukup kejam." kata Anna,


"Itu ya jelaslah. Nakano masih belum mencapai tingkat yang penting bagi aku maupun mereka. Melibatkan seseorang dalam urusan pribadinya itu salah satu pelanggaran yang tidak boleh dilakukan bagi kami, Penguasa Alam Semesta.",


"Eh...",


"Kalau tak ada yang ditanyakan lagi aku akan pergi.",


"Bagaimana denganmu seterusnya?" tanya Artoria,


"Aku akan tetap disini sebagai pelayan.",


"Kenapa?" tanya Sei,


"Kenapa itu... ya... cukup menyenangkan juga menjadi seorang pelayan. Aku bisa bekerja dengan santai..." katanya sambil tersipu malu.


Semuanya seketika terhenti dari pergerakan mereka sejenak. Semuanya, kecuali aku, Tohka, dan Arthories, tertawa kecil.


"Puftt....".


Aku sudah terbiasa dengan Anna dan Sei, tetapi Artoria... Bukankah dia terlalu kejam kepada ibunya?.


Setelah itu, kami makan sampai habis, pergi mandi, dan pergi tidur.


"Nakano!!" Panggil Anna.


Aku melihat ke arah suara Anna berasal. Di sana, aku melihat Anna melambaikan tangan dan yang lainnya, Arthories juga ikut. Mereka semua memakai bikini. Anna dan Artoria memakainya dengan warna yang sama seperti rambutnya, putih cerah. Tohka memakainya dengan warna hitam dengan pita ditengahnya, memang seperti dirinya yang biasanya. Sedangkan, Sei menggunakannya dengan warna merah, seperti rambutnya. Dan yang lainnya menggunakannya dengan warna yang sama dengan mata mereka, ibuku biru dan Arthories oranye.


Anna berlari mendekatiku. Saat sampai, dia memelukku. Aku sempat dibuat kaget olehnya.


"Tung-- Anna." kataku,


"Hehe... anggap saja hadiah karena sebelumnya membantuku untuk menikmati pantai hari ini~" katanya dengan menggoda. Mungkin bagi laki-laki yang lain sudah tergoda, tetapi berbeda dengan orang tanpa ekspresi sepertiku.


Anna melepaskan pelukannya dan berjalan sedikit jauh dariku. Dia meloncat, membalikkan badannya ke arahku.


"Bagaimana?" tanyanya yang tertuju kepada bikini yang dia gunakan.


"Cocok untukmu." jawabku,


"Hehe...".


Tiba-tiba seseorang juga bilang hal yang sama seperti Anna.

__ADS_1


"Ba-bagaimana kami menurutmu, Nakano? C-cocok?" tanya suara itu yang berasal dari Artoria.


Anna menghindar dari pandanganku dan berjalan ke arahku, memelukku dengan erat. Pandanganku teralihkan oleh tindakan Anna, kemudian aku melihat ke arah teman-temanku yang lain.


"Ya. Cocok kok." jawabku,


"Wah..." gumam mereka semua.


Setelah itu, kami menikmati hari itu dengan santai. Bermain pasir, bermain air, dan bermain yang lainnya, layaknya orang normal. Mashiro melatih dirinya dengan berenang bolak-balik dari batu besar ke batu besar yang lainnya. kedua batu itu memiliki jarak 1 km dan Mashiro melakukannya sebanyak 15 kali artinya 15 km. Sedangkan, Ibuku dan Arthories tiduran di bawah payung dan membicarakan sesuatu. Mereka bersenang-senang bersama.


Kami tak sadar kalau hari itu sudah petang. Kami berempat berbaring di atas pasir menatap ke atas langit sore.


"Nakano... aku selalu ingin menanyakan ini, tetapi kemana luka bekas tusukan mu itu? Kamu sudah dua kali di tusuk tetapi aku masih penasaran bagaimana kamu bisa hidup." tanya Tohka,


"Luka itu pulih total sendiri, tanpa bekas." jawabku,


"Bagaimana bisa?",


"Aku juga tidak tahu.".


Setelah itu semuanya diam. Aku menarik nafas dan melepaskannya.


"Huff.. haahh... Hari ini sungguh sangat menyenangkan." kataku,


"Ya kamu benar. Jarang-jarang kita bisa sesantai ini setelah pertarungan di Alam Semesta Busuk itu." jawab Artoria,


"Busuk?" tanya Sei,


"Itu Alam Semesta Devilains. Aku menyebutnya busuk karena alam semesta itu memiliki Penguasa yang busuk dan Anak yang sudah berkhianat kepada kita." jelas Artoria,


"Padahal kita sudah susah-susah menuju ke istana malah dapat ini." kata Anna,


"Pada akhirnya kita tak mendapatkan apapun dari sana." kata Tohka.


Semuanya menarik dan menghela nafas secara bersamaan.


"Huff... Haahh... Benar-benar Alam Semesta yang Buruk!",


"Huff... Haahh... Benar-benar Alam Semesta yang Buruk!",


"Huff... Haahh... Benar-benar Alam Semesta yang Buruk!",


"Huff... Haahh... Benar-benar Alam Semesta yang Buruk!",


"Huff... Haahh... Benar-benar Alam Semesta yang Buruk!".

__ADS_1


Kata kami semua secara bersamaan. Kamipun tertawa kecil karena hal itu. Aku juga ikut tertawa kecil.


Setelah itu kami semua pulang. Ibuku dan Mashiro pulang ke rumah mereka, yang termasuk rumahku juga. Aku dan yang lainnya, termasuk Arthories, pulang ke Istana Pion Putih. Kami pulang untuk menyiapkan energi karena kami akan memulai kembali perjalanan kami menuju ke Alam Semesta Machinery.


__ADS_2