Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 112, Princess of Ender ll


__ADS_3

Ditempat kami sekarang berada, banyak mayat prajurit yang aku bunuh berserakan dimana-mana. Di sana, aku sedang berbicara empat mata dengan Keiko, menginginkan informasi lebih lanjut.


"Dia adalah sahabatku yang telah lama meninggal.",


"Bisakah kamu menceritakannya lebih detil?",


"Sekitar 342 tahun lalu. Aku telah berumur 12 tahun. Aku berteman dengan dia disekolah Magic Academy of Ender. Dulu aku hanyalah seorang kutu buku jenius sekolah. Aku bisa mengendalikan mantra baik rendah maupun tinggi dalam umur yang masih muda. Aku disebut jenius disekolah. Berbeda dengannya, dia selalu dihina di sekolahnya karena nilai akademis yang selalu buruk. Aku berteman dengannya sejak aku duduk bersebelahan dengannya. Aku dulu hanyalah gadis pemalu yang jenius. Aku tak berani berkenalan dengannya. Tetapi dia mulai berbicara denganku:


"Hai, namaku... Satshiryo Asuha. Dan kamu pasti orang yang disebut jenius disekolah ini bukan?" katanya.


Aku terdiam sebentar, memalingkan wajahku dan lalu melirik ke arahnya. Aku pun menjawabnya.


"Namaku.... Amaya Keiko... Salam kenal... "Satshiryo"? Apakah kamu keluarga... kerajaan?",


"Yah.... bisa dibilang begitu sih... Tapi aku sudah keluar dari keluarga itu.",


"Eh? Kenapa?".


Asuha melirik ke arah sekumpulan perempuan yang membicarakan sesuatu. Aku pun mendengarkan mereka:


"Eh.. Eh.. Lihat tuh.. Si anak pecundang. Berani-beraninya dia duduk bersebelahan dengan sang jenius sekolah. Tak tahu malu!",


"Ya. Kau benar. Dia seharusnya menyadari posisinya!",


"Ugh... Aku berharap dia keluar dari sekolah ini. Kenapa dia masih bisa berada disini sih?",


"Biasa. Keluarga kerajaan.. Dia berlindung dibalik nama. Benar-benar memalukan!",


"Iya. Tak tahu diri!".


Aku yang mendengar mereka terkejut karena yang duduk disebelahnya sangat berlawanan denganku. Aku mengeluarkan wajah kasihan ku. Asuha yang melihat hal itu langsung berbicara:


"Jangan khawatir. Aku takkan menganggu mu dari sekarang sampai... aku dikeluarkan dari sekolah.",


"Dikeluarkan?",


"Ya. Kepala sekolah disini memberikanku kesempatan lagi. Jika aku bisa lulus ujian praktek hari ini. Aku akan tetap berada disini. Tetapi bila tidak, aku harus keluar dari sekolah ini sendirian tanpa orang tua. Jangan khawatir, aku takkan menularkan kebodohanmu ya.",

__ADS_1


"Asuha...".


Wajahnya murung, terlihat sedih dan putus asa. Jika aku di posisinya, mungkin aku sudah tertekan duluan. Tetapi dia masih berdiri sampai sekarang setelah menerima itu semua.",


"Begitu ya... Tunggu... umurmu lebih dari 300 tahun?!",


"Kenapa?".


Aku terkejut sekali dengan hal itu. Aku baru tahu kalau umur dia lebih dari 300 tahun padahal tubuhnya... yah... aku tak bermaksud menghina tapi... kecil seperti anak umur 13 tahun. Diantara semuanya, dia adalah yang tertua.


"Kenapa?",


"Ah, tidak... aku hanya terkejut, aku baru tahu itu.",


"Tak perlu terkejut juga bukan? Maksudku, ayolah ada yang lebih tua dibandingkan aku, bahkan jauh lebih tua dariku.",


"Eh.. benarkah? Siapa?",


"Siapa? SIAPA?! Apakah kamu tak tahu?! orang yang berada dekat denganmu!".


Aku mengangkat alis kiri ku lalu memiringkan kepala. Keiko menepuk jidatnya.


"Oh... Anna... Tunggu— EH?!?!? ANNA?!?!",


"Apakah kamu tak sadar?! Dia berumur lebih dari 2000 tahun! Apakah kamu tak tahu itu?!",


"EEEHHHHH?!?!?!?!?!?!!!?? 2000 TAHUN+?!?!?!",


"Benar!",


"B-bagaimana bisa...?",


"Dia telah terpisah dengan tubuhnya dan meninggalkan sifatnya yang hanya bertahan sekitar ±5000 tahun. Jika tubuhnya dirusak, seperti kekuatan mata waktunya yang selalu digunakan, maka umurnya akan lebih pendek dari itu! Beruntung, Kurumi tak menggunakan kekuatan mata waktu selama lebih dari 2000 tahun! Karena itu, Anna masih hidup sampai sekarang!",


"B-benarkah...? Aku terkejut.".


Keiko menghela nafas panjang. Dan melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Alhasil saat ujian praktek tiba dan giliran Asuha, dia gagal dan dikeluarkan dari sekolah. Aku kasihan dengannya jadi aku membawanya ke rumahku. Aku anak yatim dan piatu karena suatu alasan, jadi aku sedikit merasa lega. Setelah Asuha gagal dan tinggal di rumahku, aku juga mengundurkan diri dan keluar dari sekolah untuk mengurus Asuha. Aku bekerja disana untuk keuangan kami dan melatih Asuha untuk menjadi lebih kuat.


Aku terus menerus melatih Asuha walaupun dia gagal ribuan kali dan berputus asa ribuan kali. Alhasil sifat ku berubah menjadi yang sekarang. Tegas, menggoda, dan semacamnya.


Bertahun-tahun telah berlalu. Aku merasa seperti menjadi ibu sekarang, aku bekerja dengan keras. Tetapi tiba-tiba, Asuha meminta agar dia bisa bekerja juga dengan alasan membantu. Aku tak bisa menolaknya semenjak keuangan kami habis perlahan jika kami hanya satu orang yang bekerja. Aku mempekerjakannya di sebuah kafe di sekitar kota Ender, sedangkan aku bekerja di sebuah perpustakaan. Aku memiliki teknik menghafal yang tak terlalu bagus, tetapi Asuha memilikinya sangat bagus. Itulah kelebihan Asuha.


Tahun demi tahun berlalu dan akhirnya Asuha menjadi kuat. Aku dan dia memutuskan untuk menempa sebuah pedang yang sedikit spesial. Yang kita kenal sekarang adalah pedang milik Nakano, Excusifer.


Asuha pergi ke guild* dan mendaftar menjadi petualang. Dia berpetualang sebagai pekerjaannya dan sampai akhirnya dia menjadi penguasa alam semesta Ender End. Berbeda denganku yang hanya bercita-cita menjadi penjaga perpustakaan terbesar di seluruh alam semesta, Ender Library. Dan inilah aku sekarang.


Semenjak dia menjadi penguasa alam semesta, obrolan kami menjadi sangat pendek perlahan, aku pikir itu mungkin karena dia sibuk. Tetapi aku salah, itu karena dia mulai melupakan aku. Dia bertarung mati-matian sampai melupakan guru sekaligus sahabatnya sendiri. Aku merasa kesepian, jadi aku memutuskan untuk datang ke istananya. Dan saat aku tiba, aku melihat 2 orang bayi dan seorang pria berambut hitam berpakaian hitam ungu dengan pupil matanya yang berwarna biru tua. Aku tak tahu siapa dia. Tapi aku harusnya tahu, dia adalah suaminya sekaligus ayah Nakano yang misterius.


Setelah aku mengetahui hal itu, aku langsung berteleportasi balik ke perpustakaan. Lalu dilain hari, aku datang lagi dan melihat alam semesta itu lagi kacau balau. Tepat saat aku melihat di depanku, Asuha sedang mendorong sesuatu ke portal Dengan pria bermata putih bersinar bersama itu. Dan saat itu juga, Asuha dibunuh didepan mataku. Aku ketakutan dan mundur berteleportasi pulang ke perpustakaan. Aku merasa bersalah, aku seharusnya lebih bertanggung jawab!".


Keiko mulai meneteskan air mata. Aku meletakkan tanganku di bahunya.


"Tenanglah, itu juga hal yang dirasakan Nakano sekarang, mungkin." kataku,


"...".


Keiko tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau memang mirip seperti Nakano disaat-saat tertentu ya." katanya,


"Benarkah?",


"Benar.".


Aku tersenyum.


"Kalah begitu, bagus bukan?".


-----


Guild: Semacam suatu komunitas untuk para


petualang agar bertualang dengan

__ADS_1


mendapatkan uang.


__ADS_2