
"A-aku berhasil.." kata Sei. Setelah itu dia melihat ke arahku. "Nakano...Tohka... Aku berhasil.." kata Sei,
"Aku.. berhasil... AKU BERHASIL!!!" kata Sei yang menangis karena gembira dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Dia membangkitkan sihir dengan elemen cahaya tingkat tinggi. Tohka mengangguk,"Hm.. Kau berhasil ya, Sei..".
Sei berlari dengan air mata yang berjatuhan ke arah kami berdua berdiri dan memeluk Tohka. Setelah itu dia melihat ke arahku. Aku mengangguk, "Ya.. Kau berhasil ya Sei." dengan tersenyum. Mereka berdua terkejut karena sebelumnya mereka berdua belum pernah melihatku tersenyum. Ini pertama kalinya aku tersenyum tanpa kendala. "Nakano... Tersenyum.." kata Tohka,
"Eh benarkah?" tanyaku,
"Benar! Benar!" kata Sei,
"Begitu? Ini mungkin memiliki arti kalau perasaanku belum menghilang sepenuhnya." kataku,
"Ya, semoga saja." kata Tohka. Aku melihat ke arah mereka berdua dan tersenyum lagi. "Ah!! itu.. Senyuman mu lagi!!" Kata Sei,
"Mungkin aku sudah mulai terbiasa." kataku,
"Baik... Maaf mengganggu kalian, tapi ini waktunya kalian memberiku satu permintaan. Tapi ingat, hanya semampuku. Jadi.. Siapa yang akan memulainya?" kata Keiko,
"Kalau begitu.. Beritahu aku, kekuatan sihir apa itu?" Tanya Sei,
"Sihir Unlimited Weapon adalah sihir yang mengeluarkan pedang dan melemparkannya ke target yang telah kamu tandai sebagai targetmu, seperti hujan pedang. Orang yang telah menjadi incaran mu, tak akan bisa lepas dari mu kecuali dia memiliki kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Dan juga, kalau kamu sudah menguasainya, tak hanya 10 atau 20 bahkan bisa 100 portal pedang akan terbuka di sekitarmu dan mengeluarkan pedang dan menjadi hujan pedang. Tak hanya pedang, anak panah dan tombak pun bisa dikeluarkan oleh sihir itu. Hanya itu." Jelas Keiko panjang lebar,
"Yang kedua, silahkan.." kata Keiko,
"Aku yang kedua. Ini permintaanku. Berikan kami informasi tentang Alam Semesta Fantasym!" kata Tohka.
Keiko mengangkat lengan kirinya ke atas, dan sebuah buku pun datang ke tangannya.
"Ambil buku ini. Didalamnya banyak informasi tentang alam semesta Fantasym yang kamu inginkan." kata Keiko.
__ADS_1
Tohka pergi mengambilnya dari tangan Keiko dan langsung pergi membacanya.
"Dan yang terakhir, apa permintaanmu?" tanya Keiko,
"Permintaanku adalah.. Beritahu aku tentang mata waktu dan Roh." kataku,
"Kalau itu mau mu akan ku kabulkan. Baiklah, pertama-tama mata waktu. Mata waktu adalah mata yang menguasai benang waktu dan benang takdir. Ada 4 mata waktu di seluruh alam semesta yang ada di organisasi Galaksi. Tapi aku hanya tahu 3 orang yang menggunakannya. Pertama yang kamu miliki. Kedua yang dimiliki oleh putri dari penguasa alam semesta Machinery. Ketiga yaitu.." Berhenti Keiko.
Dia mengangkat poni yang menutupi mata kirinya, menunjukkan sesuatu dan di bilang,
"...Milik ku!".
Aku terkejut kalau Keiko memiliki mata waktu yang lain.
"Yang keempat aku tidak tahu tempatnya..." kata Keiko.
Aku tahu pengguna keempatnya tapi aku memutuskan untuk tidak menggunakannya.
"Dan juga.. Mata waktu bisa memiliki kekuatan tertentu. Tapi belum ada yang bisa mengendalikannya bahkan itu penguasa alam semesta Bimasakti sekali pun. Mata waktu bisa memiliki 3 energi besar yang dapat disimpan didalamnya. Tapi belum ada yang bisa melakukan ketiganya. Orang pengguna mata waktu zaman sekarang, hanya bisa mengendalikan satu atau dua jika dia memang cukup berbakat untuk mengendalikannya. Energi besar mata waktu dipicu oleh seberapa efektifnya energi sihir yang dikendalikan. Dan menurut penelitian ku, kekuatan yang paling besar akan dilahirkan jika penggunanya dapat menguasai sihir yaitu, inti gerigi yang dapat kamu temukan di alam semesta Machinery, Ender Crystal dari Ender End, dan kekuatan dari semua elemen. Karena Mata waktumu masih kosong melompong, aku akan memberikan ini, Ender Crystal, untukmu!" Kata Keiko.
Dia kemudian mengangkat sebuah kristal berbentuk seperti bola ke depan mata waktu ku, dan tiba-tiba jarum di mataku ini berputar ke arah kiri cepat dan semakin cepat. Dan energi yang ada di kristal itu terhisap hingga bentuknya menghilang ke dalam.
"Sekarang, kamu bisa berteleportasi tanpa sihir sedikit pun ke tempat yang pernah kau kunjungi tanpa kendala sedikit pun!" kata Keiko,
"Bohong?!" kata Tohka,
"Wah.. aku baru tahu sebegitu besar kemampuan mata waktumu, Nakano.." kata Sei.
"Oh iya aku lupa bilang kalau pengguna mata waktu itu hampir abadi bila pengguna waktu itu menguasainya. Dan juga, jika kamu telah memiliki istri, maka istrimu juga akan mendapatkannya. Jika kamu punya anak, maka anak itu akan mendapatkan mata waktumu tentu saja, mata waktu itu akan sama sepertimu itu. Kosong!. Jika kamu mati, mata waktu milik istrimu ikut menghilang." jelas Keiko,
__ADS_1
"Kalau anaknya lebih dari satu, bagaimana cara memutuskan anak yang cocok untuk mewarisi mata ini?" tanya Tohka,
"Anak yang memiliki kecocokan dan kesamaan dengan kekuatan pengguna sebelumnya yang tinggi itulah yang akan mewarisinya!" Jawab Keiko,
"Jika, jika saja pengguna itu tidak memiliki kekasih. Apa yang akan terjadi?" Tanya Sei,
"Mata waktu itu akan mencari pemilik berikutnya yang menurutnya tepat untuk mengendalikannya." Jawab Keiko.
"Oh begitu.." kata Sei,
"Sudah kan? kalian boleh tetap disini mencari informasi apapun yang kalian butuhkan dan kalian boleh pergi kapan pun." kata Keiko,
"Permintaanku masih belum selesai semua loh. Aku kan sudah meminta kepadamu untuk memberikan ku informasi Mata waktu dan Roh. Sekarang, beritahu aku apa itu Roh." Kataku,
"Baiklah kalau begitu, tapi ini yang terakhir ya!" kata Keiko,
"Roh. Roh adalah mahkluk yang memiliki kekuatan pengendalian elemen tersendiri. Satu Roh sama dengan satu elemen sihir. Kamu bisa mendapatkan kekuatan itu bila kamu mengalahkan mereka. Penguasa Alam Semesta Bimasakti berhasil mendapatkan semuanya. Itulah yang membuatnya tak terkalahkan. Dia mengumpulkan kepingan batu sihir yang hanya dimiliki oleh Roh dan menyatukan nya menjadi satu batu sihir, dan mengolesinya ke Belatinya dan meletakkan batu sihir itu diantara genggaman pada belati itu. Akhirnya, dia bisa menguasai seluruh elemen hanya dengan memegang pedang itu. Tak hanya itu, jika belatinya terlempar jauh, itu akan kembali kepadanya dengan sesaat. Hanya itu yang kutahu." Kata Keiko, membalikkan badan dan ingin keluar dari tempat tes itu. "Satu lagi." kataku,
"Baiklah, sebutkan dengan cepat." kata Keiko,
"Siapa nama penguasa alam semesta Bimasakti?",
"Kau ingin tahu?",
"Ya.",
"Kenapa kamu ingin tahu?",
"Karena aku menduga kalau aku adalah hasil reinkarnasinya.",
__ADS_1
"Begitu?. Namanya adalah Nakano Wynox, sudahkan?",
"Baiklah itu cukup.", aku membalikkan badan melihat ke arah Tohka dan Sei dan bilang, "Ayo pergi dari sini.". Mereka berdua menganggukkan kepala mereka. Aku mendekati mereka berdua, memegang bahu mereka dan berteleportasi ke Organisasi Galaksi yang ada di Ender End. Keiko pun mulai berbicara sendiri, "Kenapa kamu bertanya, Nakano?. Padahal kamu memang hasil reinkarnasinya."