Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 63, Leviathan Naga Air


__ADS_3

Aku dan teman-temanku berada di atap goa. Kami memandang lurus ke depan melihat monster Leviathan sedang berenang melingkari bunga atau bahan yang kami cari.


"Bagaimana rencananya?" tanya Tohka,


"Benar juga.. Kalau begitu... Tohka kamu ke bunganya dan berteleportasi ke dekatnya dan ambil putiknya." kata Artoria,


"Hah?! Memangnya semudah itu?!",


"Memangnya ada salahnya kah?",


"Ada! Kita perlu umpan untuk mengalihkan perhatian monster itu dan membawa dia cukup jauh. Kau tahu kan kemampuan teleportasi ku ada hitungannya sebelum bisa digunakan lagi?!",


"Hmm... benar juga.... Kalau begitu biar Sei yang menjadi umpannya.",


"A-aku?!" kataku terkejut,


"Ya. Kenapa? Kan kemampuan berenang milik pedangmu itu yang paling cepat diantara kita semua.",


"..." —Tak ada jawaban langsung dariku. Aku ragu tetapi ini demi membantu Nakano. Aku meyakinkan diri dan berbicara dengan tegas.


"Akan kulakukan!".

__ADS_1


Mereka bertiga tersenyum ke arahku. Aku pun mengeluarkan 2 pedang dari portal kuning yang seperti genangan air. Aku berdiri di atas kedua pedang itu dan pergi ke arah monster itu. Monster itu melihatku dan mendekat ke arahku. Aku memutar arah ke arah Tenggara. Monster itu mengikuti ku ke arah Tenggara. Monster itu sangat cepat berenang, aku pun mempercepat pedangku untuk kabur dari pandangannya.


Saat aku sedang mengalihkan perhatiannya, Tohka langsung bertindak. Dia berteleportasi ke bunganya, ambil putiknya, dan langsung berteleportasi. Waktu yang dimaksud oleh Tohka adalah dia membutuhkan 2 detik untuk bisa berteleportasi lagi. Setelah itu, aku mempercepat pedangku menjadi lebih cepat lagi, berusaha untuk kabur dari pandangan si monster. Tapi monster itu semakin cepat dan cepat. Aku sudah hampir pasrah tetapi aku mendengar suara kibasan di dalam air.


Saat aku melihat ke belakang, monster itu berenang kembali ke bunga. Mungkin aku cukup beruntung kali ini. Monster itu berenang mengitari bunga lagi seperti sebelumnya, mungkin karena bunganya baik-baik saja. Aku mengenal nafas panjang lega.


Aku menggunakan sihir ku untuk menggerakkan pedangku ke arah teman-temanku berada. Tidak lama kemudian, aku bertemu dengan teman-temanku.


"Kerja bagus, Sei." Puji Tohka,


"Ya, terimakasih.",


"Ya. Lebih cepat lebih baik." kata Artoria.


Kamipun masuk ke dalam goa dan masuk ke portalnya. Kami pulang ke tempat awal. Kami berjalan di lorong yang cukup panjang dan tanpa basa-basi masuk ke lorong terakhir, Lorong Timur Laut.


Kami berjalan di lorong, memberikan kotak hitam Energy Cube, dan masuk ke portal. Kami tiba di tempat yang panas, sepanas Alam Semesta Netherwath. Tempat itu tak hanya panas, banyak batu berwarna biru seperti kristal dan juga batu hijau seperti yang kami miliki tetapi lebih besar. Banyak ikan besar disana, bentuk tubuhnya normal tetapi hanya besar saja. Suatu ketika, saat kami memeriksa lingkungan sekitar di sana, kami menemukan raungan suara yang amat sangat keras. Kami sudah berada di ujung goa, menuju keluar. Tiba-tiba, Anna merasa terkejut dan terdiam.


"Eh?.." katanya,


"Ada apa, Anna?" tanya Tohka.

__ADS_1


Kami yang melihat ke arah Anna, melihat ke arah yang dituju oleh mata Anna. Kami melihat mahkluk super super besar, memiliki besar yang melebihi tubuh Aoi. Ada 9 tentakel di bagian bawahnya dengan wajah yang mirip dengan naga dan tangan yang mirip seperti naga. Apakah ini... Leviathan? Jika ini benar-benar Leviathan, mungkin jenis ini adalah yang paling besar daripada yang kami temui sebelumnya.


Leviathan itu diberi nama oleh kami yaitu Leviathan Naga Air. Tiba-tiba saat kami terkejut dan terpana dengan ukuran tubuhnya yang melebihi tubuh ikan lain yang ada disekitarnya, Leviathan itu mengeluarkan raungannya. Kemudian dia mengeluarkan bola-bola api dari mulutnya, entah apa yang dia serang.


"Apakah itu... Leviathan...?" tanyaku ketakutan,


"Ya. Mungkin. Dari tubuhnya dan cara berenangnya, kita tahu kalau itu Leviathan." kata Artoria,


"Hah?! Bagaimana kamu bisa tahu kalau itu Leviathan?! Penjelasan mu tak masuk akal!" protes Tohka,


"Dari cara berenangnya, cara berenangnya itu seperti melindungi sesuatu di gunung dekatnya." jelas Artoria.


Demi membuktikan teori Artoria, aku dan teman-temanku yang lain melihat ke arah Leviathan dengan lebih seksama dan lebih rinci. Leviathan itu sekarang berenang menuju ke belakang gunung yang ada di sampingnya dan ke depan ke tempat yang dimana kami bisa melihatnya lagi Dari situ, kami bisa membuktikannya, Leviathan itu melindungi gunung yang ada di sekitarnya, pasti ada sesuatu yang rahasia yang dijaga olehnya.


----


*Assalamu'alaikum,


Yo, Pembaca sekalian! Maaf kali ini bab nya lebih pendek. Saya sedang merasa tak enak badan dan saya juga mengalami Writer's Block*. Jadi begitulah. Kalau begitu itu saja yang saya ingin sampaikan, dah!


Wassalamu'alaikum wr.wb**.

__ADS_1


__ADS_2