Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 37, Magicufer dan Kemenanganku


__ADS_3

Sei dan Tohka mengejar Anna yang berlari entah kemana, tetapi sebenarnya Anna ingin berlari ke dalam arena lebih tepatnya masuk ke dalam lorong yang membawa masuk ke arena tengah. Anna berlari kemudian berhenti di ujung lorong.


"Apa yang ingin kamu lakukan, Anna?" tanya Tohka,


"Ini adalah tempat dimana Artoria dan Nakano bertarung dan di depan kita adalah tempat mereka bertarung." jelas Anna,


"Ya aku tahu, tetapi bagaimana caranya untuk mendobrak masuk ke dunia buatan Artoria? Kan mereka berada di tempat di imajinasi Artoria." Kata Tohka yang kebingungan,


"Seperti ini!". Anna mengulurkan tangannya dan mengeluarkan pistol. Pistol itu menembak tepat ke arah masuk pertandingan.


Tembakan itu mengenai sesuatu. Kemudian ada sesuatu yang pecah layaknya kaca. Pecahan itu secara perlahan membesar ke seluruh arena dan ada sesuatu seperti kaca televisi yang buram berada di arena. Pecahan itu menyebar dan membesar. Setelah beberapa saat, pecahan itu memecah menjadi tak terhitung jumlahnya.


Tohka, Sei dan Anna bisa melihat aku yang sedang kehilangan kendali dari lorong. Tohka dan Sei terkejut karena hal itu bisa dilakukan oleh Anna. Mereka bertiga datang masuk ke tengah arena. Mereka melihat Artoria hampir kehilangan kesadaran dan mencoba menenangkan aku dengan kata-kata.


"Sudah cukup Nakano!" Teriak Tohka. Aku mendengar Tohka dari bawah alam sadarku. Aku panik untuk pertama kalinya, "JANGAN! JANGAN MENDEKAT!". Aku terus mencoba berteriak disana, tapi itu percuma...mereka tidak bisa mendengarku walaupun aku terus berteriak sampai mati. Bagaimana ini? Jika terus begini... mungkin mereka semua... semua yang kukenal terbunuh... Aku putus asa... Sesuatu.... aku harus berbuat sesuatu yang berguna!


Sementara itu, ditempat Keluargaku berada.


"Kau bohong... bukan?" —Arthories putus asa,


"Kenapa kita hanya diam? Kita harus berbuat sesuatu!" Kata ibuku,


"Ya tetapi apa? Mengingatkan Nakano dengan kenangan yang sudah dia buat bersama kita?" Saran Adikku, Sakamaki Mashiro.


Semuanya terdiam dan berpikir. (Itu bukanlah ide yang buruk) pikir Ayahku.


"Bukan ide yang buruk!" Kata Kakakku,


"Kau memang pintar, Mashiro!" Puji Ibuku kepada Adikku,


"Ke-kenapa? Aku hanya asal ngomong loh!",


"Ayo kita lakukan saja, sekarang! Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi!" Teriak Ayahku.

__ADS_1


Ditempat dimana diriku berada lebih tepatnya di bawah alam sadar. Aku terjerat oleh ribuan rantai. Aku tak bisa bergerak. Seseorang berbicara dari kegelapan yang ada di depanku.


"Kamu baik-baik saja kan... Nakano?",


"Siapa... kamu?",


"Tak baik melupakan nama seorang wanita...".


Orang itu keluar dari kegelapan, dan yang kulihat adalah seorang wanita. "Na~ka~no~". Seorang wanita dengan satu tanduk utuh dan satu tanduk terpotong datang dari kegelapan, berpakaian seksi merah darah.


"Siapa kau?" tanyaku padanya,


"Siapa aku? Kau sudah melupakannya?",


"Aku tidak pernah ingat bertemu denganmu...",


"Ya memang kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Tetapi yang sebelumnya kita pernah bertemu".


"Oh iya aku lupa. Kamu bukan yang asli. Kamu hanyalah replikanya... ya kan?".


Replika? Yang artinya.. aku hanyalah Tiruan?


"Ya sudahlah. Sebaiknya kamu menyerahkan tubuh ini... atau kau akan mati."


Mati?


"Lagian kamu itu hanya replika. Atau apa? Replika ini hanyalah sebuah replika... kau tidak bisa belajar layaknya manusia kah? Oh iya aku lupa..."


....


"...Kamu hanyalah sebuah tiruan....." lanjut wanita itu.


Tiruan? Aku hanyalah Tiruan...

__ADS_1


"Aku tidak ingin berbicara lebih lama lagi dengan seorang tiruan. Karena yang aku cari adal--"


Seketika aura hitam gelap mengelilingiku. "Hanyalah Replika... katamu?, lanjut, "Ya... kamu memang benar... aku hanyalah replika dari Nakano Wynox.". Aku tersenyum. (A-Apa? kekuatannya lebih besar daripada Nakano Wynox.).


Aku memberontak maju ke arah wanita itu. "Aku tak peduli siapapun kau! tapi jika kamu mengganggu kehidupanku, kamu akan menerima akibatnya." Ancamku. Rantai yang mengikatku, aku hancurkan dalam sekejap.


Aku bahkan tak bisa membedakan mana diriku yang Sakamaki dan mana yang Wynox. Tidak! Aku yakin yang ini adalah diriku yang asli! Sakamaki Nakano yang asli!


Aku melihat ke arah wanita yang sedang duduk bergetar takut kepada diriku. Aku mengancamnya, "Dengar! Aku akan membiarkanmu sekarang, tetapi... bila kamu mengganggu kehidupanku lagi.... aku akan benar-benar menghancurkan berkeping-keping!". Aku melihat ke matanya yang ketakutan, tetapi aku tak peduli.


Aku membalikkan badan dan maju ke depan.


"Kamu akan mati loh." kata Wanita itu,


"Kamu akan mati di tangan Nakano Wynox loh." —Aku mengabaikan perintahnya layaknya angin yang melewati telingaku. Aku tetap berjalan ke depan.


"Aku tidak peduli siapapun dia. Aku akan terus maju melangkah walaupun ada yang menghalangi, walaupun itu.... Nakano Wynox sekalipun!" jawab ancaman wanita itu. Hati wanita itu terasa tertusuk oleh panah cinta.


"N-Namaku adalah Magicufer! Temui aku di alam semesta Devilains. Aku akan menunggumu disana." —Aku mengabaikan kata-katanya itu. Tetapi aku tahu namanya dan tempatnya. aku akan ke sana entah kapan pun itu.


Aku maju ke depan dan aku kembali mengambil alih tubuhku dengan benar. Dark Nakano sudah tidak ada. Pakaianku sudah kembali seperti semula seutuhnya.


"Nakano..." kata Anna tidak percaya.


Mata Anna berkaca-kaca dan mulai menangis. Dia berlari ke arahku sambil meneriakkan namaku. "Nakano! NAKANO!". Anna memelukku dan mendorongku hingga jatuh. Sei dan Tohka bertatapan dan kemudian berlari dan tertidur di dekatku juga. Keluargaku secepatnya kesini karena khawatir. Aku tak sanggup berdiri. Wanita tadi menyerap energi ku sampai habis.


Aku melihat ke arah Kakakku yang ingin menangis. Aku juga melihat ke semua keluarga Sakamaki yang ingin menangis, kecuali ayahku.


"Semuanya.... Aku pulang..." kataku.


Semuanya menangis dan memelukku. Ayahku tidak memelukku. Dia berdiri di atas kepalaku dan bilang, "Kau sudah berusaha keras ya... Kau sudah besar.". Dia tersenyum tulus. Itu adalah senyuman paling tulus yang pernah aku lihat. Dan aku pingsan karena kehabisan energi yang sangat banyak. Aku mungkin akan tertidur lama. Tetapi ya... Aku sudah sangat bahagia. Aku merasa kalau ini hanyalah mimpi tetapi ini bukan mimpi.


Magicufer.... Tunggulah aku. Saat aku sampai sana, tolong ceritakan semua tentang Nakano Wynox walaupun kamu ini dulunya musuh besar Nakano Wynox, tetapi aku akan tetap pergi ke sana. Perjalananku masih sangat panjang sampai aku cukup kuat untuk menguasai alam semesta.

__ADS_1


__ADS_2