
Setelah pertarungan kami melawan Kurumi. Hasilnya bisa dibilang seri. Tapi anehnya adalah saat pertarungan tadi, tidak ada siapa-siapa didekat situ. Itu membuatku penasaran.. Apa mata waktu dan Roh itu?. Karena itu aku memutuskan untuk pergi ke Ender Library untuk mencari tahu apa itu. Tapi sebelum itu, Kami mengangkat Ayah Sei ke kerajaan. "Ayo kita pulang, tapi kita harus membawa ayah Sei ke istana dulu." kataku. Saat tiba di kerajaan, disana semua penjaganya kembali dengan keadaan pingsan. Aku tak tahu kenapa.. Sebelumnya mereka tidak ada tapi mereka pulang walaupun dengan keadaan pingsan, Sebelumnya mereka dimana?.
Dalam perjalanan pulang, aku bertanya ke Tohka, "Tohka, Sosok perempuan itu siapa?",
"Benar aku penasaran." kata Sei,
"Aku juga tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saat Nakano hampir terbunuh, aku bertindak cepat menyelamatkanmu seperti kalau aku kehilanganmu aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Seperti Crystal Futures yang dimiliki kamu, Sei." jelas Tohka,
"Begitukah.." kata Sei,
"Lagian yang membuatku sangat penasaran, kemana perginya lukamu, Nakano? Tiba-tiba sembuh tanpa sepengetahuanku?!" tanya Tohka,
"Aku juga tidak tahu apa-apa. Mungkin itu karena mata waktu ku." Jawabku,
"Mata waktu?.." kata Sei penuh keingintahuan,
"Mata kiri ku ini." Jawabku terhadap keingintahuan Sei dengan menunjukkan mata waktu ku dengan jari telunjuk.
"Tapi kalau itu karena mata waktu.. berarti selama kamu punya itu kamu akan abadi?" tanya Tohka,
"Entahlah.. Aku habis ini ingin pergi ke Ender Library." kataku,
"Untuk apa?" tanya Tohka,
"Untuk mencari tahu mata waktuku dan juga Roh." Jawabku,
__ADS_1
"Eh tunggu, kalian dari Ender End?" tanya Sei yang menyela pembicaraan,
"Ya benar.. Kenapa?" Jawab dan tanya dari Tohka,
"Eh?! tapi kalian manusia loh.. Kalian tahukan kalau mahkluk yang tinggal di Ender End itu bukan manusia." kata Sei yang terkejut,
"Awalnya aku juga bukan manusia, tapi saat menganggap Nakano berharga, aku berubah menjadi manusia seutuhnya. Lagian penguasa disitu kan kakaknya Nakano." jelas Tohka,
"Eh?! Benarkah?! Aku minta maaf, maaf, maaf, maaf, Nakano.." kata Sei penuh rasa bersalah,
"Yah.. tidak apa-apa, lagian aku tak peduli sama sekali." jawabku untuk menenangkan Sei,
"Tapi itu mengagetkan sekali, tak kusangka ada makhluk Ender disini, apalagi berubah menjadi manusia seutuhnya." kata Sei,
"Wahh.. aku juga ingin ikut!" kata Sei,
"Boleh kok." kata Nakano,
"Tapi aku harus memilih buku apa ya?" Tanya Sei pada dirinya sendiri,
"Sudah-sudah, kau bisa mencari buku apa pun saat disana nanti.." kata Tohka,
"Kau benar..." kata Sei.
Kami pun sampai ke penginapan. Baju kami tidak rusak parah jadi bisa diperbaiki oleh Tohka. Jadi kami percayakan pakaian kami ke Tohka. Aku pergi ke kamarku untuk ganti pakaian menjadi baju pendek dan celana panjang polos. Setelah itu aku pergi ke pemandian air panas umum. Beruntungnya disana sepi sehingga aku bisa membaca buku yang diberikan ayahku padaku yaitu buku Alam Semesta. Selain membacanya untuk menyerap informasi, aku juga membacanya untuk memutuskan alam semesta apa yang akan ku jelajahi selanjutnya. Dan aku memutuskannya yaitu... Alam Semesta Fantasym yang dikuasai oleh... Ayahku.
__ADS_1
Menurut buku, Alam Semesta Fantasym adalah alam semesta paling berbahaya dan berlawanan dengan alam semesta Bimasakti yaitu alam semesta paling berbahaya diantara lainnya. Dalam hal bahaya, Alam Semesta Fantasym menduduki peringkat kedua setelah Bimasakti, alam semesta yang aku kuasai sebelum aku bereinkarnasi. Karena disana, Fantasym, ada semua yang tidak ada di seluruh alam semesta seperti naga dan lain-lainnya. Jika dibandingkan dengan Bimasakti, alam semesta itu gila akan monster. Dan juga penguasanya masih hidup hingga sekarang.
Aku hampir mengetahui akan hal itu. Tapi, saat aku membalik ke halaman selanjutnya, tidak ada apa-apa hanya 2 lembaran sisa yang sobek dan juga halaman ketiga yang di coret hingga tak bisa dilihat dan di baca. Dan kupikir sudah sampai sini saja mandinya, dan aku pun pergi keluar dari pemandian, memakai baju santai ku, dan mulai menuju ke kamar untuk mengganti pakaian lagi karena aku ingin pergi ke Ender Library sekarang bersama Tohka dan Sei.
Aku hanya menggunakan jaket yang biasa ku bawa kemana-mana dan celana panjang. Aku pun pergi keluar dari kamar sekaligus ke pintu keluar penginapan. Saat aku turun dari tangga, aku melihat Tohka dan Sei menunggu disana. Tapi Tohka menggunakan baju santai. Pertama kalinya aku melihat Tohka menggunakan baju santai. Sweater lengan panjang berwarna krem dan rok putih panjang polos membuatnya sangat menawan. Sei pun tak kalah menarik, dengan sweater rajut dan celana panjang ketat membuatnya sangat menawan. Sweater milik Sei pasti dari seseorang yang berharga baginya. Mereka berdua layaknya bidadari di malam hari. Tapi aku tak peduli akan hal itu dan terus berjalan ke arah mereka berdua.
"Ah.. Nakano akhirnya datang juga.." Kata Sei,
"Maaf. Kalau begitu ayo pergi." Kataku. Aku pun menggunakan teleportasi seperti biasanya. Karena aku tahu bentuk dan letak Ender Library dari buku, jadi aku bisa berteleportasi ke sana tanpa perlu berjalan. Kami pun sampai disana dalam sekejap,
"Ini kah alam semesta Ender?" kata Sei penuh dengan rasa takjub. Sedangkan Tohka, matanya penuh dengan rasa rindu karena sudah lama tak pernah kesini. "Kalau begitu, ayo pergi ke dalam cari tahu informasi yang berguna.
"Tapi sebelum pergi.. Kita akan mencari informasi tentang alam semesta apa?" tanya Tohka,
"Carilah informasi yang berhubungan dengan alam semesta Fantasym." kataku,
" Kenapa alam semesta Fantasym?" tanya Sei,
"Aku tidak tahu tapi naluriku bilang disana ada kepingan ingatanku dan mungkin juga suatu ingatan Tohka tentang Narumi Ikumi." Jelasku,
"Nakano..." kata Tohka dengan rasa berterimakasih yang tinggi,
"Aku mungkin gak berhubungan tapi aku akan membantu Tohka!" kata Sei penuh semangat,
"Baiklah. ayo masuk." Kataku. Kami pun masuk ke Ender Library. Saat masuk, kami disambut oleh suara lembut misterius yang bilang, "Selamat datang Di Ender Library!". Setelah itu datang seorang gadis cilik dengan tongkat, kacamata dan topi Wisuda sekaligus seragamnya. Dia pun bilang sekali lagi, "Selamat Datang di Ender Library! Namaku, Amaya Keiko, penjaga perpustakaan agung ini!".
__ADS_1