Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 12, Mata Waktu dan Gadis kelinci.


__ADS_3

"Narumi Ikumi? Siapa?" tanya Tohka,


"Tentu saja dirimu itu. Aku tahu semua masa lalu kalian berdua yang juga berhubungan denganku. Tapi aku akan memberi tahu tentang siapa dirimu.." Jawab Kurumi,


"Kau adalah istri si Penghancur Alam Semesta. Kamu juga pembunuh di masa lalu yang telah membunuh sekitar 15 ribu orang yang tak bersalah. Tapi sebelum kau jadi pembunuh, kamu memiliki tujuan yaitu membunuh si Penghancur Alam Semesta. Tak ku sangka orangnya bereinkarnasi. Aku adalah orang yang paling lama dan paling dekat dengan si Penghancur itu. Tapi kenapa kita berdua yang menjadi istrinya bukannya hanya aku? Yah lupakan, lagian itu cuman masa lalu dan kamu ada disini. Akan kubunuh kau." Jelas Kurumi.


Tiba-tiba ada Bubuk hitam yang menyelimuti kedua tangan Kurumi dan itu berubah menjadi sebuah pistol dengan ukuran yang berbeda. Di tangan kanan, memiliki dua lubang dan besar dan satunya, memiliki satu lubang layaknya pistol yang ada di abad 17 hingga 18. Mengarahkannya ke arah Tohka dan bilang,"Zafkiel!". Seketika ada sebuah menara jam kuno muncul di belakangnya dan dia pun menembak ke arah Tohka. "Sihir Perlindungan: Perlindungan Cahaya!" kata Sei yang mengeluarkan sihir itu untuk menyelamatkan Tohka. "Terimakasih, Sei." kata Tohka,


"Nanti saja berterimakasih nya. Musuh kita masih ada." kata Sei. Sei pun mulai menyerangnya, "Sihir Serangan: Fire Arrow!". Seketika ada beberapa anak panah yang diselimuti api mulai mengarah ke Kurumi. Tapi, Kurumi tak tinggal diam, "Pertahanan Kuno!" dan seketika ada sebuah lingkaran yang membentuk sebuah jam kuno dengan angka Romawi kuno melindunginya. Sei terlihat terkejut, "Jangan-jangan itu... Roh Kuno?",


"Apa maksudmu?" Tanya Tohka,

__ADS_1


"Roh Kuno. Roh yang cukup susah untuk didapatkan. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Tapi itu adalah Roh yang cukup menyusahkan." Kata Sei,


"Kita mendapatkan musuh yang mengusahakan ya." kata Tohka,


"Aku hanya perlu menghancurkan menara itukan?" Tanyaku,


"Ya mungkin saja. Patut dicoba!" Kata Sei.


"Yosh." Kataku. Aku melangkah ke depan dan melempar Excusifer ke arah Kurumi dan mencoba untuk memancingnya hingga mengeluarkan pelindung tadi. Aku memancingnya karena aku tak bisa melempar Excusifer lebih jauh lagi. Dan Kurumi pun terkena pancingan ku. Aku pun meletakkan kaki ku di Pelindungnya dan melompat. Aku sampai di bagian teratas jam itu. Aku mengangkat pedangku dan mulai menebas sekitar 10 kali hingga menara itu runtuh. "Bagaimana bisa? bukannya itu roh yang tak bisa disentuh?" kata Kurumi,


"Apa ini? Rasanya ada yang mengalir di tubuhku.." pikirku. Aku pun mulai menyerang tapi aku tak bisa berteleportasi, maka dari itu aku berlari. Ada dorongan besar, seperti tubuhku bergerak sendiri. Tanpa kusadari aku sudah ada di depan Kurumi. Tapi ada sebuah kesalahan dimana aku terlambat menyadarinya dan aku pun tertembak Kurumi. "Andai kan kamu yang dulu, kamu tak akan mati begitu mudah. Mungkin aku akan mengambil mata waktu itu. karena itu tak cocok untukmu.. Nakano." kata Kurumi,

__ADS_1


"Menjauh darinya!" Kata Tohka dan melempar pedang kecil miliknya untuk menjauhkan Kurumi dariku. "Tak kumaafkan..." kata Tohka. Ada sesuatu disekitar Tohka, berwarna merah muda dan sedikit hitam. Itu sama sepertiku saat aku pertama kalinya kehilangan kendali. Seketika ada suatu lingkaran berwarna pink di depannya. Tohka melangkah masuk ke lingkaran yang ada di depannya. Dan seketika dia berubah menjadi seseorang berambut pink, dan bertelinga kelinci. Berpakaian seperti kimono yang sedikit terbuka dan bersenjatakan katana sakura di pinggul kirinya. Saat aku melihatnya, aku berperasaan kalau aku pernah melihatnya. Perempuan pemberani dengan katana di bawah Bulan Merah. Siapa dia? Apakah orang yang di katakan Kurumi tadi?. "Akhirnya muncul juga ya.. Narumi Ikumi." kata Kurumi,


"Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi kau... akan membayarnya!" kata Tohka dan dengan cepat mengeluarkan pedang katana nya dari sarungnya. Dan dengan kecepatan cepat mendorong dirinya untuk mendekati Kurumi. Kurumi tak bisa melihat kecepatan yang setara dengan kecepatan cahaya itu dan di akhirnya Kurumi tertusuk. Tapi anehnya Kurumi tak tumbang. Apakah ini kekuatan dari mata waktu? itulah yang muncul di kepalaku. "Nakano~ Aku akan memberi tahu tentang mata waktu dan aku akan pergi." kata Kurumi,


"Mata waktu adalah mata keabadian, makin lama penggunanya hidup maka dia akan semakin abadi. Tapi kamu berada di level yang terendah. Tapi ini keuntunganku. Aku akan membawamu ke jalan pembunuh mu lagi. Intinya, orang yang memiliki mata waktu itu hampir setara dengan abadi..." jelas Kurumi,


"Hampir? Artinya ada kelemahannya ya." pikirku,


"Sepertinya kau sudah paham... aku akan undur diri dulu. Sampai jumpa lagi~" kata Kurumi,


"Bagaimana dengan ayahku?!" kata Sei yang menyela pembicaraan,

__ADS_1


"Aku akan mengembalikannya." kata Kurumi. Tiba tiba di bawah batu yang di pijak Kurumi ada sebuah portal dan keluarlah ayah Sei dalam keadaan pingsan. "Kalau begitu.. Sampai jumpa Nakano~ dan juga Ikumi~" kata Kurumi dan setelah itu menghilang menjadi abu hitam. "Hei kau apakah kau itu Tohka?" Tanyaku pada seorang pengguna katana yang sedang berdiri di depanku,


"Nakano!! Aku khawatir!" kata Tohka yang mulai berubah ke wujudnya yang lama. Aku pun pingsan setelahnya. Mata waktu ya... Sepertinya perjalananku masih panjang..


__ADS_2