Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 62, Leviathan


__ADS_3

Aku dan teman-temanku kembali ke lorong Tenggara. Seperti yang dikatakan Nakano, portal itu meminta sesuatu. Kami masukkan Energy Cube ke kotak hitam yang ada di depan portal dan dengan cepat, kotak hitam itu kembali masuk ke dalam tanah. Portal itu menyala dan membuka portal berwarna hijau. Tanpa ragu kami masuk ke dalam. Kami dibuat pusing karena portal itu. Setelah beberapa saat, kami sampai di goa yang dimana portal itu membawa kami berempat.


"Ini kah tujuan selanjutnya?" tanyaku,


"Ya. Mungkin." jawab Anna.


Anna kembali membaca gulungan kertas yang diberikan Keiko. Anna membacanya sekali tetapi hasilnya kurang jelas. Anna berjalan ke depan ke arah jalan keluar gua. Kami bertiga mengikutinya dari belakang.


Saat sampai di ujung jalan, Anna melihat lingkungan sekitar. Tak banyak makhluk-makhluk yang hidup disana. Anna hampir tak melihat apapun kecuali ikan yang dipenuhi sisik dan berukurang cukup besar walaupun tak sebesar Leviathan. Mahkluk itu terus menggigiti besi rongsokan yang ada disekitarnya. Mahkluk itu ada 3 disana. Air yang kotor dan suasana yang kosong ini. Apakah benar-benar ada makhluk yang bernama "Leviathan" disana?


Kami tiba-tiba mendengar suara mahkluk hidup yang mengaum. Suaranya sangat keras. Tiba-tiba mahkluk pemakan besi itu bertingkah aneh seolah mereka ketakutan dan lari terbirit-birit. Suara itu terus datang setiap beberapa detik sekali.


"Suaranya keras sekali. Dan kenapa mahkluk hidup pemakan besi itu seperti ketakutan?" tanya Tohka,


"Pasti karena auman tadi. Pasti suara itu berasal dari mahkluk yang paling ditakuti di sekitar sini seperti... Leviathan." kata Artoria,


"Tetapi jika itu benar-benar Leviathan, maka mahkluk nya kan amat besar. Kita bisa mengetahuinya dari suaranya yang mungkin dihasilkannya." kata Anna,


"Kau benar. Dan lebih penting dari itu, disini apa yang kita cari, Anna?",


"Tunggu sebentar..".


Anna membuka gulungan kertas dan membacanya. Di sana tertulis kalau ciri-ciri habitatnya adalah tempat yang kotor berwarna kuning, tak banyak mahkluk hidup, dan dapat mendengar 2 suara nyaring dari mahkluk hidup. Semua yang dikatakan gulungan kertas itu benar dengan yang kami lihat, kecuali ciri-ciri yang ketiga.


(2 suara mahkluk hidup? Apa maksudnya? Terserahlah mungkin saja mahkluk yang tadi dengan Leviathan.).


"Bagaimana Anna?" tanya Artoria,


"Ya. Yang kita cari disini adalah Sea Flower Petak Seed. Kita hanya mencari bijinya." jawab Anna,


"Bagaimana caranya?" tanyaku,

__ADS_1


"Menurut yang ada di gulungan, bijinya ada pada putik mahkota bunganya. Dan lagi ini cukup langka. Hanya ada 5 di alam semesta ini.",


"Artinya hanya ada satu cara ya.",


"Ya.".


Kami melihat satu sama lain dan menganggukkan kepala. Kami pun pergi ke luar goa dan berpencar.


Aku mencarinya ke sudut timur laut. Aku tak tahu betapa luasnya wilayah ini. Aku berenang dengan cepat berkat pedang layang ku. Aku mencari ke sana-sini tetapi tak menemukan apapun. Yang kutemukan hanyalah mahkluk hidup pemakan besi, lingkungan kuning buruk, dan beberapa rongsokan besi yang tergeletak di tanah. Tak ada Leviathan, tak ada suara, sunyi dan tenang.


Aku terus mencari sampai aku bertemu dengan air biru. Air biru? Mungkin hanyalah perbatasan wilayah kuning kotor ini. Aku kembali ke goa, berenang lurus dengan pedang layang ke arah barat laut.


Saat aku mulai bisa melihat gua dengan jelas, di sanalah aku melihat Tohka yang berada di dalam goa sedang berpikir, Artoria yang berenang dari arah Utara menuju ke goa, dan Anna yang menggunakan jurus mata waktunya untuk berenang lebih cepat. Kami bertiga sampai di goa dengan waktu yang sama. Kami bertiga masuk ke goa dan bertemu dengan Tohka yang sudah ada dalam goa sebelumnya.


"Apakah kalian menemukannya?" tanya Tohka,


"Tidak. Aku tak menemukan apapun." kataku,


"Aku juga. Aku hanya menemukan perbatasan antara air kuning ini dengan air biru lautan." jelas Artoria,


"Aku tak menemukan perbatasan yang kalian maksud. Aku hanya berteleportasi terus menerus di dalam air kuning tak menemukan apapun yang kita cari." jelas Tohka,


"Begitu ya.".


Kami menghela nafas panjang bersamaan. Ini tak semudah apa yang Nakano dan Keiko katakan.


"Apakah kita pulang saja?" tanya Tohka,


"Tidak! Itu mustahil! kita tak boleh pulang dengan tangan kosong!" kata Artoria dengan tegas,


"Terus mau cari kemana lagi?!",

__ADS_1


"Sudah jelaslah! Leviathan!",


"Hah?! Kau bodoh ya?! Mahkluk yang sebelumnya telah membunuh semua mahkluk hidup yang ada disekitarnya termasuk tumbuhan! Bahkan Nakano sendiri kena! Kita tak tahu macam-macam jenis Leviathan yang ada di Alam Semesta ini! Dan mencari Leviathan sama dengan mencari mati dengan konyol!",


"Aku memang tak tahu jenis-jenis Leviathan tetapi hanya itu cara terakhir kita untuk menemukan bahan yang kita cari!",


"Apa maksudmu, Artoria?" tanya Anna menyela pembicaraan,


"Ini hanya kemungkinan tetapi masih ada kemungkinan kalau bahan yang kita cari ada didalam tubuh Leviathan yang ada disini!",


"Bisakah kamu menjelaskannya lebih detil?",


"Aoi sudah pernah bilang kan kalau portal ini menuju ke tempat bahan yang kita cari kan? Saat pertama kali masuk kesini, kita mendengar suara auman seekor monster yang keras. Seharusnya mustahil kalau Leviathan memang penjaga wilayah, kenapa kita ada di dekatnya sekali masuk? Apakah kita yang sial atau bagaimana? Dan lagi suaranya yang di keluarkan nya lebih dari satu kali. Itu aneh!" Jelas Artoria panjang lebar,


"Kalau dipikirkan dengan baik-baik juga masuk akal. Kenapa kita terus mendengar suara itu setiap 20 detik sekali? apakah Leviathan disini memiliki kemampuan berenang yang gesit atau wilayahnya yang sempit? Dan juga Tohka bilang di arah Utara dari goa ini tak ada pembatas yang artinya wilayah ini sangat luas. Jika Leviathan ini memiliki kecepatan berenang luar biasa, maka seharusnya ada dampak seperti arus yang tak seimbang dan tak mudah di prediksi. Singkatnya adalah....",


"Benar! Leviathan itu tak menjaga wilayah melainkan disekitar sini adalah wilayah bermainnya. Karena itulah kita mendengar suara itu setiap beberapa detik sekali!",


"Tetapi, kenapa portal ini membawa kita ke tempat dekat Leviathan berada?" tanya Tohka,


"Mudah! Itu karena bahan yang kita cari... sebenarnya berada di dekat kita..",


"Itu yang artinya..." kataku,


"Ya. Bahan yang kita cari... tumbuh berada di dekat Leviathan ini!",


"Kalau begitu satu-satunya cara adalah...".


"Ya. Pertarungan!".


Semuanya terdiam dan berpikir. Bagaimana bisa kami mengalahkan mahkluk hidup besar tanpa bantuan informasi? Sebelumnya Keiko mengatakan kalau Leviathan yang hidup itu berada di tempat yang berbeda-beda dan menjaga sesuatu yang penting. Dan lagi cara bertarung Leviathan berbeda-beda pula. Aoi sebagai Penguasa Alam Semesta ini pula tak mengetahui apapun tentang Leviathan. Dia hanya mengetahui beberapa dari mereka saja.

__ADS_1


Sekarang, bagaimana kami bisa mengalahkan Leviathan ini tanpa bantuan informasi dari siapapun?


Kami berjalan keluar goa dan pergi ke bagian atap goa. Kami melihat seekor monster yang berenang mengelilingi bunga yang cukup mirip dengan bunga terbesar di dunia, Rafflesia. Bedanya, bunga itu lebih cantik dan tak mengeluarkan bau. Dan juga, benda itu adalah apa yang membuat kami berada dalam situasi seperti ini dan kami perlu mengambil benihnya bagaimanapun caranya.


__ADS_2