
Aku tertegun karena hal itu. Besok? Apakah tak ada kesempatan lain?
"T-tunggu... Kita bisa bicarakan... Kita akan cari jalan keluarnya!" kataku,
"Jalan keluar? Siapa yang ingin membantu penjahat? Semuanya membenciku tanpa ada yang tahu faktanya.",
"Tunggu!",
"TIDAK ADA GUNANYA MENUNGGU! Semuanya sudah terlambat. Sudah... aku sudah muak dengan dunia ini, alam semesta ini, dan juga... kehidupanku!",
"...",
"Selamat tinggal Artoria. Kamu telah tiada sebelumnya... kini... giliranku untuk tiada... selamanya...",
"Oi tunggu!".
Kurumi langsung menghilang begitu saja. Mungkin karena kekuatan mata waktunya. Tunggu, itu bukan yang harus kupikirkan sekarang! Besok adalah batasnya! Aku harus membantunya sebisanya!
Bodohnya aku tak tahu akan hal ini. Aku harusnya tahu kalau Anna dan Kurumi tak ada bedanya, akar muasal mereka hanya terbelah menjadi dua karena itu yang palsu mau tidak mau harus mati dan yang harus mati adalah Anna. Berbeda cerita lagi jika tubuh aslinya diambil Anna. Apakah ini yang dinamakan, 'Dibalik kebahagiaan ada orang yang berkorban'?.
Aku mau membantu Kurumi! Bagaimana pun caranya! Tapi jika berkaitan dengan akar muasal... pasti berkaitan dengan waktu yang mana hanya pengguna kekuatan cahaya dan mata waktu yang bisa. Kekuatan cahaya memang cukup langka tetapi tak semua penggunanya dapat mengendalikan waktu. Setahuku saat sebelum reinkarnasi aku hanya mendengar satu orang saja yang bisa tetapi tidak di sekarang.
Aku tahu seseorang yang bisa menggunakan kekuatan cahaya sampai yang tertinggi, tetapi aku masih tak yakin kalau dia bisa mengendalikan waktu. Yap itu benar, Sei.
Aku bergegas menemui Sei. Setelah mencarinya kemana-mana beberapa menit aku akhirnya menemukannya. Dia berada di tempat aku dan dia mengobrol sebelumnya. Aku langsung menyapanya.
"Sei!" sapa ku.
Dia melihat ke arahku dengan wajah cemberut.
"Ah... Artoria ya..." katanya.
Aku terheran-heran dengan ekspresi wajahnya.
"Ada apa?" tanyaku,
"Anna dan Tohka telah hilang ya...?",
"Eh?".
Bagaimana dia bisa tahu?
"Bagaimana kamu bisa tahu?",
"Aku bisa merasakan temperatur suhu tubuh kalian selama ini. Aku tak tahu sampai jarak mata itu menjangkau tetapi aku tak merasakan suhu tubuh Anna dan Tohka.",
"Dan kenapa kamu cemberut?",
"Tohka dan Anna adalah reinkarnasi 3 istri Wynox. Dan selanjutnya pasti kamu, tak salah lagi.",
"Bagaimana bisa kamu begitu yakin?",
"Tentu saja aku bisa. Kurumi mengincar Tohka, dirimu, dan Anna, dan itu semua karena kalian hasil reinkarnasi. Sedangkan aku dan Keiko tidak. Duh... apa sih yang diinginkan Kurumi?!",
__ADS_1
".... Soal itu... ada yang ingin aku ceritakan kepadamu...",
"Hm?".
Aku pun menceritakan kejadian barusan kepada Sei. Bermenit-menit berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah malam hari. Aku akhirnya menyelesaikan ceritanya.
"Begitu ya..." kata Sei dengan nada bersalah,
"Aku merasa bersalah..",
"Tentu saja... kita menyakiti orang yang kita duga dia adalah penjahatnya. Kurasa maksud Nakano dalam ucapannya, "Sampai tak ada orang lagi yang tersakiti", itu memiliki arti kalau dia mengetahui derita Kurumi dan memutuskan membantunya mencari jalan keluar.",
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?",
"Sudah jelas bukan? Membantu orang yang telah kita sakiti bagaimanapun caranya kita harus melakukan yang terbaik!",
"Kok kamu sih yang menjadi karakter bersemangatnya?".
Sei berdiri dengan tatapan penuh semangat dan termotivasi.
"Yosh. AYO KITA LAKUKAN!!!" Katanya penuh semangat.
Aku tersenyum ke arahnya.
"Nah begitu dong. Sei yang ceria dan bersemangat dan aktif, itulah Sei yang aku kenal atau harus kusebut... Dewi Amaterasu?",
"Jangan bercanda dong!",
"Hahaha...".
Yah... aku dan Sei mengetahui sesuatu yang seharusnya dari dulu kami ketahui. Kami telah menyakiti seseorang yang salah, mengabaikannya, dan mencampakkannya. Kini, waktunya bagi kami untuk memperbaikinya sebisa kami.
Malam hari itu pun tiba, disana menjadi malam yang damai dikelilingi langit yang memerah akibat polusi dari pembakaran kota kerajaan itu. Saat itu, kami semua tidur dengan nyenyak. Aku tak tahu Anna ada dimana tetapi aku dan Sei yakin kalau dia baik-baik saja ditangan Kurumi.
Pagi hari pun tiba, seperti pagi biasanya aku latih tanding dengan Liyu.
"Lambat! Gerakanmu masih lambat! Mudah terbaca!" kataku dengan tegas
Liyu memperhatikan gerakannya menyesuaikan dengan apa yang aku maksud.
Sedangkan Sei dan Keiko sedang bermeditasi bersama didalam tenda. Mereka adalah pengguna sihir tingkat lanjut, aku menguasai kekuatan Cahaya tetapi tak sebesar Sei.
Hmm... sepertinya aku melupakan sesuatu tadi malam... apa ya... Oh, aku lupa menanyakan kepada Sei tentang kendali waktu.
Yah... nanti sajalah...
"Yosh, sudah cukup! Liyu, kekuatanmu meningkat setiap harinya tetapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan Nakano. Jadilah lebih kuat, amati gerakanmu sekali lagi dan lakukan penyesuaian. Apa yang menurutmu kurang, maka tutupilah. Apa yang menurutmu kelebihan maka pertahankan dan jika bisa tingkatkan sampai dimana tubuhmu tak bisa menopangnya lagi." kataku,
"Baik!",
"Kalau begitu, latih tanding hari ini telah resmi selesai!" kataku dengan tegas setelah tersenyum kearahnya,
"Siap!".
__ADS_1
Kami menghembuskan nafas bersama. Tiba-tiba ada suara muncul dari belakangku.
"Kerja bagus kalian berdua." katanya.
Aku melihat ke belakang dan melihat Sei memegang 2 botol minuman dingin. Seharusnya aku tahu kalah itu dia. Dia masih berpakaian Dewi Amaterasu. Dia berjalan mendekati kami berdua dan memberikan minumannya. Aku dan Liyu menerimanya sambil berterimakasih.
"Terimakasih banyak.",
"Terimakasih, kak Sei!".
Sei tersenyum sebelum membalas terimakasih kami.
"Sama-sama.".
Aku melihat ke arah Liyu.
"Liyu, bisakah kamu pergi sebentar? Aku ingin berbicara empat mata dengan Sei.",
"Baiklah! Aku juga akan sekalian pergi, terimakasih atas latihannya Kak Artoria! Aku akan menjadi kuat seperti yang kamu bayangkan Kak Guru Artoria!".
Guru? Ya sudahlah. Liyu langsung pergi ke tempat lain.
"Sei, aku ingin menanyakan sesuatu." kataku memulai pembicaraan,
"Apa?",
"Apakah kamu bisa mengendalikan waktu?" tanyaku langsung,
"Eh..?",
"Bagaimana?",
"Ya... aku tak bisa.",
"Apa?",
"Aku tak bisa! Aku masih belum sampai pada tahap itu, karena itulah aku berlatih dengan Keiko selama ini untuk meningkatkan kemampuanku!",
"Begitu ya... Maaf.. Kamu bisa pergi sekarang..",
"Kenapa?",
"Tidak tak ada...",
"Kamu pasti ingin menyatukan akar muasal Kurumi yang dulu dengan yang sekarang agar menciptakan akar muasal yang utuh ya?",
"Bagaimana kamu bisa tahu?",
"Rahasia.... Kenapa kamu tak meminta Keiko saja? Dia kan pengguna mata waktu juga dengan tingkatan yang tinggi pula.",
"Benar juga... Terimakasih Sei!" kataku lalu langsung pergi meninggalkan Sei sendiri.
Sei tersenyum bahagia disana sendiri.
__ADS_1