
"Sudah kuduga kalau Anakku adalah reinkarnasi Nakano Wynox." kata Ayahku,
"Apa maksudnya, Sayang?" kata Ibuku,
"Saat Nakano bercerita tentang mimpinya dimana ada seseorang yang berdiri di jutaan mayat. Aku langsung tahu kalau itu adalah Nakano Wynox, tapi sayangnya hanya kekuatannya saja yang dia dapat. Tidak ada kesadaran di dalam anakku. Hanya saja aliran energinya sama seperti Nakano Wynox. Aku tak bisa menjamin kalau Nakano Wynox akan kembali atau tidak, tapi yang kutahu adalah... Anak ini memiliki hubungan yang terikat jelas dengan Nakano Wynox, salah satunya adalah Perasaannya. Anakku tak memiliki perasaan sama seperti Nakano Wynox yang dulu. Hanya itu." Jelas Ayahku,
"Kalau kamu salah satu istri dari 3 istri lain yang menjadi milik Wynox. Maka seharusnya kamu kenapa Wynox bisa mati. Kamu tahu kenapa Wynox matikan?" tanya ayahku yang mencurigai Anna,
"Benar, aku tahu penyebab Wynox mati. akan ku jelaskan. Nakano Wynox mati karena dia mencoba menyelamatkan ketiga istrinya dan ketiga anaknya dari Raja kegelapan, Magicufer. Saat itu pertarungan sengit kami melawan Magicufer. Anak kami yang bernama Tiamat, dikendalikan olehnya sehingga tak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri. Nakano berhasil membawa Tiamat keluar dari tangan Magicufer. Tapi sayangnya, Sihir Tiamat yang hilang kendali memiliki pengendalinya, yaitu Magicufer sendiri. Tanpa memberitahu cara agar mengalahkan sihir hilang kendali itu. Wynox maju sendirian, menteleportasikan kami ketempat yang jauh agar aman, dan dia mengorbankan dirinya sendiri... "NAKANO!!!!" itulah teriakku saat itu. Kami melihat ledakan besar yang disebabkan oleh pertarungan antara Magicufer dan Wynox. Pertarungannya berakhir seri. Setelah itu Kurumi tak terima akan kenyataan itu dan kami membelah menjadi dua sifat. Sifat buruk dan sifat baik. Kami pun berpisah di tempat yang sama." Jelas Anna,
"Kalau begitu, bagaimana dengan istri dan anak Wynox dulu?" tanya Tohka,
"Menurut Rumor, mereka meninggal dibunuh oleh tangan Kurumi sendiri. Tanpa sisa dan tanpa jejak. Tapi itu hanya rumor, kalau fakta hingga saat ini masih belum dipastikan." kata Anna. Setelah menjelaskan, Anna menyadari kalau ada yang janggal dengan Tohka. Salah satunya adalah energinya yang mirip dengan Narumi Ikumi. "Kau!" kata Anna ke Tohka,
"Aku?" tanya Tohka,
"Ya benar. Kamu memiliki energi yang sama dengan Narumi Ikumi salah satu istri Nakano Wynox. Ini dugaan ku saja, tapi jika kalian berdua benar-benar bereinkarnasi. Maka yang lain juga memiliki kemungkinan bereinkarnasi juga." Jelas Anna,
"Aku memiliki harapan kepada kalian berdua. Jika kalian mendapatkan memori kalian kembali, maka datanglah kepadaku. Dan juga aku memiliki permintaan kepada kalian, yaitu kalahkan Totsuka Kurumi dan kerajaan Pion Hitam.." Kata Anna,
"Baiklah. Kami juga memiliki urusan dengan kerajaan itu." kataku dengan tatapan tajam ku. Aku dan Anna bertatapan sebagai tanda kerja sama, dan Anna tersenyum. Anna bilang, "Baiklah. Mohon kerjasamanya.",
"Siap!" kata Kami semua.
__ADS_1
Malam pun tiba, Aku, teman\-teman ku, dan keluargaku, Di izinkan tinggal di istana untuk sementara waktu sampai kerja sama kami selesai. Dan urusan kami dengan Totsuka Kurumi dan Kerajaan Pion Hitam juga selesai. Aku berjalan ke tempat pemandian air panas di istana saat hari malam. Saat sampai disana, tempatnya sangat elegan dan mewah. Semuanya putih, baik kayunya, lantainya, hingga batu dan dindingnya. Aku melepas pakaianku, berjalan ke dalam pemandian bertemu dengan ayahku, dan masuk ke dalamnya. "Wah.. ternyata Anakku ya." kata Ayahku,
"Kenapa kamu mandi malam begini?" Tanya Ayahku,
"Tidak apa, cuman menurutku lebih enak mandi di saat hari malam." Jawabku,
"Kau benar. Tak hanya itu, kita bisa melihat bintang di atas kita." kata Ayahku. Aku melihat ke atas dan benar. Di atas ku, tepatnya di langit-langit, aku bisa melihat bintang dari bawah pemandian. Aku tak menyadarinya. Bintang itu terlihat sangat cantik dan menawan. "Bintang-bintang itu.. mengingatkan ayah saat ayah masih muda dan pertama kali bertemu dengan ibumu, dan juga saat aku melamarnya." kata Ayahku,
"Enaknya ya.. punya seseorang yang begitu berharga.." kataku dengan irinya.
Ayahku melihat ke arahku, menaruh kepalan tangannya di kepalaku dan mengelusnya. Dia tersenyum lebar dan bilang, "Jangan bersedih!". Ayahku tersenyum manis dan bilang, "Aku yakin di suatu saat nanti kamu akan mendapatkan seseorang yang begitu berharga bagimu. Membuatmu ingin melindungi senyumannya walaupun itu dibayar dengan nyawamu sekalipun, mirip dengan ibumu.",
"Benar. Setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang ingin mereka lindungi. Maka dari itu, jangan bersedih dan tetaplah bersemangat, capai tujuanmu. Jika tidak, ibumu akan menangis loh." kata Ayahku yang mencoba menyemangati ku. Aku pun membalasnya dengan senyumanku. Benar, itulah senyuman penuh kelegaan ketiga yang pernah ku tampakkan. Ayahku terdiam dan membalasnya dengan senyuman lebarnya yang penuh semangat seperti biasa.
Sementara itu, di tempat pemandian wanita. Tohka berada di dalam pemandian air panas diwaktu yang sama dimana aku mandi. Dia disana bersama dengan Ibuku dan Anna. "Hei, Anna." kata Tohka,
"Apa?" Jawab Anna,
"Satu dari tiga istri dari Nakano Wynox itu... Maksudnya bagaimana?" tanya Tohka,
"Nakano Wynox memiliki tiga istri. Pertama ada Totsuka Kurumi, kedua ada Narumi Ikumi, dan ketiga aku lupa namanya." Jawab Anna,
__ADS_1
"Apa ciri-ciri nya istri yang ketiga?" tanya Tohka kembali,
"Bagaimana ya.. Dia itu sebelum diselamatkan oleh Nakano Wynox dari kegelapan keputusasaan nya. Dia itu seorang *******. Dia dijual oleh pedagang hitam yang bisa disebut pedagang yang sering menjual barang illegal. Tetapi saat setelah diselamatkan oleh Nakano. Dia tercurahkan. Dia menjadi kesatria wanita terkuat sepanjang sejarah. Dan selalu bilang kalau seorang kesatria wanita tidak memerlukan rasa belas kasihan. Padahal dibaliknya, dia begitu manja. Dia ingin dimanjakan oleh Nakano Wynox. Dan dia juga memiliki sifat Tsundere." Jelas Anna,
"Apa itu Tsundere?" tanya Tohka,
"Bisa bilang sih... Malu-malu tapi mau atau semacamnya." Jawab Anna,
"Ehh begitukah?" kata Tohka terkejut. Mereka berdua tertawa karena hal itu. "Masa muda ya." pikir ibuku.
Ibuku berdiri dan keluar dari pemandian. "Mau kemana?" tanya Tohka,
"Aku sudah selesai mandi. Lanjutkan saja pembicaraan kalian." kata Ibuku.
Anna dan Tohka bertatapan dan tersenyum pertanda kalau mereka ingin mempertanyakan sesuatu yang berhubungan dengan Cinta. "Jangan begitu.. Kami ingin tahu saat Nakano kecil dan juga Paman saat muda." kata Tohka. Kata-kata itu mulai menarik hati Ibuku untuk kembali ke pemandian. Tapi dia membantahnya.
Anna berlari hingga ke depan pintu keluar yang menuju ke tempat pergantian pakaian, dan menghalangi Ibuku untuk pergi dari situ. Tohka berteleportasi ke belakang ibuku, dan merangkul pinggangnya. "E-- Tu-- w-WA!!" kata ibuku dan kemudian terpeleset hingga jatuh ke dalam pemandian lagi. "Apa-apaan itu?!" teriak ibuku. "E-- Tu-- B-Bodoh! bagian mana yang kamu sentuh itu?" kata Ibuku kegelian,
"Wah ternyata sebesar ini.. Aku iri." kata Anna iseng memainkan jeli ibuku,
"Tu-- Kya!!" kata ibuku kegelian.
Tohka melihat Anna memainkan itu, "Ini salah tapi... Entah kenapa rasanya kesal sekali!" pikir Tohka. Tohka berjalan mendekat ke arah Anna dan Ibuku. Dan ikut memegangnya juga. "Ini tak boleh dibiarkan! ini sangat tidak boleh!" kata Tohka yang iri karena milik ibuku jauh lebih besar darinya,
"TOHKA JUGA?!" TERIAK IBUKU
__ADS_1