Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 11, Misteri Kerajaan dan Narumi Ikumi


__ADS_3

"Siapa kamu?" Tanyaku pada gadis berbaju pelayan sedikit terbuka itu,


"Apa kamu lupa? Tidak baik melupakan nama seorang gadis loh, Nakano~." Katanya,


"Aku tidak ingat apapun tentang dirimu." kataku,


"Jahat.. Namaku adalah Totsuka Kurumi. Apa kau ingat sesuatu?" Katanya,


"Tidak, aku tidak ingat apa-apa tentangmu."


"Jahat~ Suatu hari nanti, kamu akan mengetahui siapa aku sebenarnya. Kalau begitu aku undur diri dulu. Sampai jumpa Nakano~ Itupun kalau kamu hidup.. Aku akan selalu memperhatikan mu~" Katanya dan lansung menghilang dengan sekejap mata. "Waktunya pulang.." kataku pada diriku sendiri.


Sementara itu ditempat Tohka dan Sei berada.


"Ohya, aku tidak tahu apa-apa tentang kota ini dan tata letaknya." kata Tohka,


"Yah kalau itu wajarlah. Kan kamu kehabisan energi bahkan tak sempat melihat kota ini. Kalau begitu sekalian beli baju, ayo kita berkeliling kota ini sebentar." Kata Sei,


"Baiklah, Tuntun aku. Aku tidak tahu apa-apa soal kota ini.." Kata Tohka,


"Baiklah. Pertama-tama kita akan pergi ke toko pakaian dan cari pakaian yang bagus untukmu untuk berpetualang dengan Nakano dan juga aku."


Mereka pun berjalan lurus hingga ke tempat yang ada air mancur indah di tengahnya. Dibandingkan dengan kerajaannya, kotanya lebih damai dan penuh canda tawa dimana-mana. Ada dua arah disana yaitu arah kiri dan arah kanan. Mereka berdua pun mengambil arah kanan. Setelah itu lurus dan sampai. Sebelumnya mereka sampai, mereka beli jajan sedikit. Saat sampai di toko Pakaian. Mereka berdua masuk. " Ayo berpencar, cari baju yang menurutmu bagus." kata Sei,


"Tapi aku kan belum paham apa pun tentang busana berpakaian. Yang hanya kutahu adalah cara bertarung." Jawab Tohka,


"Maka dari itu, aku menyuruhmu melakukan itu agar kita bisa melihat seberapa baik atau buruknya kamu dalam hal ini!" Kata Sei yang penuh semangat,

__ADS_1


"Baiklah.". Mereka berdua pun berpencar. Sei kanan, Tohka kiri. 15 menit kemudian, Mereka mendapatkan pakaian apa yang mungkin bagus untuk diri mereka sendiri. Pilihan Tohka adalah gaun putih polos yang tipis, bagus digunakan bila di rumah. Sedangkan, pilihan Sei adalah piama berwarna merah polos. Sei melihat ke arah pilihan Tohka dan bilang, "Yah gak buruk juga pilihanmu.",


"Kita ambil apa yang menurut kita bagus saja." kata Sei,


"Iya, boleh." Jawaban Tohka.


Mereka berjalan ke arah kasir dan membayarnya untuk 15 koin perunggu. Mereka berdua akhirnya kembali ke penginapan mereka. Dijalan, Mereka bertemu denganku. "Eh Nakano?" Kata Tohka,


"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Sei,


"Aku kembali ke kerajaan untuk mencari informasi, tapi aku tak mendapatkan apa-apa. Lagian ini sudah ingin malam jadi aku memutuskan untuk pulang. Sudah tak ada lagi informasi yang bisa ku gali." Kataku,


"Oh.." Kata Sei dan Tohka,


"Kalian dari mana?" Tanyaku,


"Oh.." Kata ku begitu hasrat keingintahuanku terpenuhi,


"Tapi aku masih penasaran..." kataku,


"Tentang apa?" Tanya Sei,


"Saat aku di Kerajaan Netherwath, aku tidak melihat siapapun. Semuanya kosong hanya ada bekas pertempuran kita dengan kakek mu saja." Jelas ku,


"Bagaimana bisa?" Tanya Sei,


"Aku sendiri juga tidak tahu apa-apa. Tapi saat aku menemukan satu prajurit disana. Prajurit itu mengatakan hal-hal aneh seperti monster dan seorang wanita dan lain-lain. Sei, apa ini pernah terjadi sebelumnya?" tanyaku

__ADS_1


"Entahlah aku sendiri kurang tahu. Ohya, keadaan Ayahku gimana?" tanya Sei,


"Aku tak menemukannya di seluruh bagian kerajaan." Kataku,


"Oh begitu..." kata Sei dengan wajah kecewanya. Dan saat itulah aku mengetahui kalau Sei sangat peduli dengan Ayahnya. "Perjalanan kita tertunda.. Kita harus memecahkan misteri ini sebelum pergi." Kataku,


"Kau benar, Nakano." kata Tohka,


"Eh.. Artinya.." kata-kata Sei yang terhenti,


"Ya benar... Kita akan menyelamatkan Ayahmu dan memecahkan misteri ini." Kata Tohka,


"Nakano.... Tohka... Kalian... yang terbaik.." Kata Sei dan mulai menangis,


"Terus informasi apa yang berhubungan dengan misteri ini, Nakano?" Tanya Tohka yang sedang memeluk Sei yang menangis,


"Sebelum aku pergi dari sana, aku bertemu seorang perempuan yang bernama Totsuka Kurumi. Mungkin dialah dalangnya atau mungkin tahu sesuatu yang berkaitan dengan kejadian ini." kataku,


"Kayak kenal.. Terus, dimana kita bisa bertemu dengannya?" Tanya Tohka,


"Aku tidak tahu, dia tiba-tiba datang." Jawabku. Dan disaat yang sama, Perempuan itu, Totsuka Kurumi, Datang tiba-tiba di atas atap rumah dekat dimana kami berdiri dan berbicara, "Sepertinya kalian butuh bantuan..." dengan senyuman sombongnya.


"Jadi itu kamu ya.." kata Tohka,


"Benar. Hai, kita bertemu lagi ya.. Narumi Ikumi..." kata Kurumi kepada Tohka,


"Narami Ikumi?"

__ADS_1


__ADS_2