
Setelah berbincang cukup lama dengan Sei, mood ku langsung membaik. Itu karena Sei mendengarkan semuanya dari awal sampai akhir, aku merasa senang memiliki teman semacam itu. Yah... walaupun... sekarang aku tak memikirkan sesuatu untuk dilakukan. Aku sudah tak memiliki prajurit untuk dilatih lagi, aku harus memikirkan rencana untuk mengembalikan Nakano tetapi dia itu cukup pintar jadi agak sulit untukku merencanakan sendirian. Setidaknya aku perlu Anna membantuku. Ketiga... Aku bisa latih tanding dengan Liyu tetapi tergantung apakah dia sibuk atau tidak, tetapi aku tak yakin dia sibuk sekarang.
Aku berjalan menuju ke tempat dimana Liyu berlatih dan melihat dia sedang berlatih. Berlatihnya cukup lama. Sebaiknya aku pergi ke tempat Anna saja.
Saat sampai ke ruangan Anna. Aku melihat Anna sedang memakan apel di atas piring kecil putih yang sudah dipotong, dia mengambil apelnya dengan jarum kayu kecil hampir mirip dengan tusuk gigi. Dia melihat ke arahku dengan jarum kayu itu di mulutnya.
Aku berjalan mendekatinya. Anna menjauhkan jarum itu, mengunyah apel yang dia makan, dan menelannya. Dia memainkan jarumnya dengan menggoyangkannya kesana kemari.
"Yaho, Artoria." sapa nya.
Aku mendekatinya dengan normal. Aku menarik kursi dan duduk di atasnya.
"Ada apa datang kesini?" tanya Anna,
"Tak ada." jawabku,
"Oh..".
Anna menusuk apel yang sudah dikupas itu dan menatapinya.
"Aku sudah mendengarnya tentang Tohka dan apa yang terjadi kepadamu.",
"...",
"Puffttt.... Kasihan sekali." katanya sambil menutup mulutnya.
Itu membuatku jengkel tetapi aku menahannya. Aku menghela nafas panjang. Anna kembali ke posisinya semula dan memakan apel yang dia pegang dengan tusukannya. Dia mengunyah dan menelannya sebelum bertanya.
"Jadi aku dengar juga aku telah kehilangan 65% bagian pedangmu, benarkah itu?",
"Ya. Itu benar. Bahkan pedangku sekarang lebih ke rongsokan dari pada pedang." aku sambil melihat ke arah pedangku,
"Wow.. menghina pedang sendiri.",
"...".
Anna melirik ke arahku sambil memakan apel lagi. Setelah menelannya, Anna menghembuskan nafas pendek.
"Jangan cemberut seperti itu. Itu membuat suasananya rusak. Yah... aku tak begitu peduli.",
"...",
"Maksudku adalah kita berempat dulunya adalah sekelompok pembunuh legendaris yang ditakuti sampai sekarang, tak semuanya sih. Dengar, aku tak akan menyalahkan mu pada hal itu tetapi kumohon...".
Aku melihat ke arah wajahnya Anna yang memerah.
"Jangan tinggalkan aku sendirian disini..." katanya.
Aku tahu kalau Anna akan bilang itu tetapi dicampur wajah memerah? Boleh juga, aku tak menyangka nya.
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang Artoria?" tanya Anna,
"Hmm... Entahlah... Kurasa yang berlatih kepadaku sisanya hanyalah Liyu.",
"Ahah... Liyu ya... Aku dengar dari Tohka kalau Liyu merupakan anak yang berbakat yang diangkat menjadi murid didik Nakano, benarkah itu?",
"Ya. Itu benar. Dan kekuatan sekaligus kemampuannya meningkat dengan pesat setelah melalui pelatihan Nakano. Yah.. walaupun Liyu baru saja menyentuh lapisan paling luarnya.",
"Eh.... Begitu ya... Enak ya... rasanya aku ingin memiliki seorang murid.",
"Itu tak mudah. Jika kamu asal milih Nakano akan marah padamu.",
__ADS_1
"Eh...... Benar juga sih...".
Anna terlihat putus asa. Dia berusaha mencari topik lain untuk dibicarakan.
"Apakah kamu memiliki murid, Artoria?" tanya Anna,
"Yah... Liyu saja, tetapi hanya sementara sampai Nakano kembali.",
"Hoho... Hei, Artoria. Aku ada satu hal untuk ditanyakan.",
"Apa?",
"Kenapa kamu sangat yakin kalau Nakano akan kembali?",
"Kenapa... kamu menanyakan hal itu...?",
"Hm? Aku hanya penasaran...".
Aku berdiri lalu berjalan menjauh. Dia bukan Anna yang kukenal! Anna takkan pernah menanyakan akan hal itu karena dia yakin kalau Nakano akan selalu disisinya!
"Kau... KURUMI!" Kataku.
Anna atau Kurumi langsung terdiam dan lalu tersenyum sinis. Dia memegang rambutnya dan menariknya ke bawah. Ikatan rambut yang sama tetapi berwarna hitam kali ini. Sudah kuduga... Dia Kurumi!
"Nyerufufufu.... Aku ketahuan ya... Kau memang hebat dalam hal ini ya... Arthur.... Tapi sayangnya... kemampuanmu semakin melemah... Apakah kamu sudah mulai usang Arthur...?",
"Berisik!! Dan jangan panggil aku dengan nama itu lagi!",
"Heh.... Kenapa....?! Apakah harus kusebut... Dewi Perang Gila....?",
"Cih... JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU LAGI!",
"Fufufu... Hm... Kira-kira kenapa ya..? Kenapa kamu tak mau dipanggil itu lagi? Padahal namanya ditentukan oleh...",
"Na..ka..",
"Hentikan!",
"No... Wy....",
"HENTIKAAAAAANN!!!!",
"Hmm? Kenapa? Aku belum selesai menyebut namanya loh..",
"Hentikan! HENTIKAN INI SEMUA! Apa maumu?! Kamu mengambil Nakano dan Anna dari kami disini dan kami kehilangan Tohka disini! Sebenarnya apa mau kalian?! Jika kalian ingin nyawaku kalian bisa mengambilnya sendiri! Kembalikan Nakano dan Anna dengan begitu aku akan menyerahkan nyawaku!!",
"Berisik..",
"Sudah bukan? Ini su—",
"BERISIKK!!!",
"...".
Aku terkejut melihat Kurumi seperti itu. Apakah ada sesuatu yang membuatnya tertekan?
"KALIAN TAK TAHU APAPUN YANG AKU ALAMI SELAMAT LEBIH DARI 2 JUTA TAHUN!! KALIAN BERTIGA MENINGGALKAN AKU DENGAN ANNA SENDIRIAN DIDUNIA KEJAM ITU! KAMU TAHU APA YANG KAMI ALAMI DISANA?!?!",
"...",
"SEMUA HAL BAIK TERJADI KEPADA ANNA TETAPI TIDAK KEPADAKU! YA! AKU MEMANG BENTUK FISIK YANG ASLI DARI TOTSUKA! APAKAH HANYA ITU YANG MRMBUATKU DIBENCI OLEH SEMUA ORANG?!?!!!?",
__ADS_1
"Oi...",
"SEMUA HAL BAIK DATANG KEPADA ANNA! DIA MEMBANGUN KERAJAAN YANG MAKMUR, BERTEMU NAKANO DAN DIDUKUNG DAN AKHIRNYA APA?!! AKU YANG DISALAHKAN?!?!",
"....",
"Hei... Kau tahu... Dibalik semuanya itu... Dibalik senyumannya Anna... Ada aku loh yang berkorban demi dia...",
"Eh?".
Aku melihat ekspresi Kurumi yang sedang menunjukkan tak bisa berekspresi apapun. Senang, sedih, iri, semuanya menyatu menjadi satu ekspresi wajah. Ekspresinya.. mirip sekali sebelum aku kehilangan Nakano...
"Akulah yang meyakinkan para orang untuk percaya kepadanya! Akulah yang mencari Nakano kemana-mana dan menariknya ke Fantasym... Dan aku juga..... yang telah melindunginya dan menjaganya selama lebih dari 2 juta tahun...",
"Eh.?",
"Tanpa dia sadari...",
"Oi...",
"Tanpa dia sadari..!",
"Kurumi..?",
"TANPA DIA SADARI! AKU TELAH MELINDUNGINYA DAN MEMBAWAKAN HAL-HAL BAIK KEPADANYA HANYA AGAR DIA MENUNJUKKAN SENYUMANNYA! AGAR DIA SELALU TERSENYUM!",
"...",
"Kau tahu...?! Dia itu sangat depresi sejak dia kehilangan kalian bertiga! DAN AKU YANG MEMBUATNYA SEPERTI SEKARANG INI! MELINDUNGINYA!, MENGURUSINYA!, DAN... DAN... KEHILANGAN HARGA DIRIKU SEBAGAI BAYARANNYA! Tapi lihat.. apa yang dia berikan kepadaku? HAH?! DIA MEMBERIKANKU RASA SAKIT! DIA MENGAMBIL TUBUHKU!",
"Tapi itu salahmu karena kamu mengambil tubuhnya! Kau tahu kan kalau tubuh sifat takkan bertahan lama.",
"Bertahan lama? Hei hei apakah kamu sadar..? Dia hidup 2 juta tahun loh... DAN DIA TAK MATI! ITU BUKAN SEBENTAR!!".
Jika dipikirkan pun.. benar juga... biasanya tubuh sifat hanya bisa bertahan jika dia pengguna mata waktu yaitu 2000-5000 tahun... tapi dia masih hidup...
"Kau tahu siapa yang melakukan itu agar dia tak menghilang...? Aku.. Bukan orang lain.. aku sendiri! Karena itu aku tak memberikan tubuh itu karena aku memiliki alasan, yaitu memberikan masa hidupku kepadanya... Karena itulah dia bisa hidup sampai sekarang...".
Tunggu... satu tahun hidup seseorang yang memberikan... itu berarti... 10.000 tahun hidup orang yang diberikan... itu berarti... Kurumi telah kehilangan 200 tahun masa hidupnya! GAWAT!
Biasanya pengguna mata waktu yang bukan penguasa alam semesta yang bisa mengeluarkan potensi mata waktu sebanyak 23% seperti Kurumi ini... hanya memiliki masa waktu sebanyak 201 tahun. Dan jika hanya sifat mata dikurangi 50% itu artinya... 100 tahun.. 100!
"Itu berarti...",
"Ya..".
Kurumi menurunkan tali gaunnya yang ada di pundaknya. Akibatnya, gaunnya lepas ke bawah. Aku melihat sesuatu yang mengerikan. Tubuh Kurumi... yang tembus pandang... Tembus pandang itu sudah mencapai bahu dan paha kaki Kurumi.
Karena saking terkejutnya aku mundur ke belakang...
"Kurumi....?",
"Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan. Ya, aku telah menahan rasa sakit ini selama ini.".
Aku menutup mulutku karena terkejut. Tak percaya apa yang aku lihat ini... ini adalah kejadian yang langka... dan berbahaya bagi yang mengalaminya.
"Berapa lama lagi..?".
Berapa lama lagi dia bisa bertahan, itulah yang ingin aku bilang tapi aku terlalu kaget sampai mulutku tak ingin bilang.
Kurumi menundukkan kepalanya kebawah sampai matanya tak terlihat lagi tertutupi oleh rambut hitamnya. Dia pun menjawabnya dengan nada yang jelas:
__ADS_1
"Besok.".