
".....".
Ibu terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan ku barusan.
"Jika ibu tak mau bicara... tidak masal—",
"Ayahmu... dia adalah orang yang hebat.".
Aku terkejut dan terdiam sebentar lalu mendengarkan.
"Terus?",
"Kau tahu, kekuatan yang dia miliki melebihi kekuatan semua penguasa alam semesta bahkan Izayoi sendiri tak sebanding dengannya..".
Aku menelan dahaga, entah kenapa rasanya suasananya menjadi lebih tegang.
"Seperti apa kekuatannya?",
"Hm... coba kuingat... Api hitam, petir hitam, dan semua jenis kekuatan hitam dan bahkan kekuatan Anti-sihir pun ada.",
"Anti-sihir?! Bukankah itu kekuatan netral?",
"Bukan. Itu kekuatan kegelapan. Ibu sudah bilang bukan, dia menguasai semua jenis kekuatan kegelapan bahkan pedang yang ada di bawahmu ini dia bisa kendalikan secara keseluruhan. Bahkan ibu sendiri hanya bisa mengendalikan 95 persen kekuatan pedang ini.",
"... Apakah ayah dulu pengguna pedang ini juga?",
"Tidak... dia tak tertarik dengan senjata, dia bertarung dengan tangan kosong. Tetapi pedang ini ditempa olehnya sendiri. Karena itulah pedang ini masuk dalam urutan 5 pedang legendaris dan lagi pedang ini juga diberikan oleh ayahmu sebagai hadiah ulang tahunku... jadi aku merasa sangat senang dan aku akan menjaganya sebisaku... dan kini pedang ini berada ditangan yang tepat, ku harap kaku bisa membuka keseluruhan potensial pedang ini dan melampaui ayahmu..",
".. Aku jadi tidak yakin... Aku mencoba mengalahkan ayah— maksudku paman zayoi saja masih kesusahan..",
"Tapi ibu yakin..".
Dia berjalan mendekatiku dan memegang kepalaku dengan lembut. Dia melihatku dengan tatapan penuh harapan dan penuh keibuan. Tangannya lembut membuatku nyaman dan tak ingin melepaskannya.
"Ibu yakin kamu bisa melampaui ayahmu.. dengan bantuan yang ada di sekitarmu kamu bisa melampaui apapun..",
"Ibu...".
Kesadaran ku mulai menghilang dan tubuhku mulai sempoyongan.
"Ah.. sudah sampai waktunya... kita harus berpisah anakku...",
"T-Tapi.. aku masih ingin berbicara banyak denganmu!",
"Ya, ibu juga.. tapi tunggulah sampai kamu bisa mengendalikan setidaknya 90 persen kemampuan pedang ini kita akan bertemu lagi..",
Ibu memelukku dengan lembut juga erat... hangat... nyaman.. seperti aku tak mau keluar dari pelukan ini selamanya... pelukan penuh kasih sayang seorang ibu... kira-kira.. terakhir kali aku merasakannya kapan ya? Aku tak peduli... aku hanya bisa berjanji satu hal kepadanya.
"Ibu, aku berjanji aku akan menguasai keseluruhan potensial pedang ini dan melampaui ayah! Tunggu saja! Aku takkan hanya melampauinya, tetapi aku juga akan menemuinya! Aku berjanji!",
".... Baiklah.. ibu akan melihatmu dari atas dan dari sini.. Buat ayahmu mengakuimu!".
Seketika semuanya menjadi putih.. aku membuka mataku dan menyadari aku telah kembali ke dunia nyata.
Aku bangun dan meregangkan badanku.. rasanya seperti beban ku telah menghilang semua. Hatiku tenang... bahkan lebih tenang dan damai.
__ADS_1
Tiba-tiba ada seseorang masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu.
"Nakano... aku masuk ya..." katanya.
Dia masuk ke kamarku dan aku pun mengetahui kalau dia adalah Kurumi. Kurumi menutup pintunya kembali dan berjalan mendekatiku.
"Nakano!" katanya,
"A-Ada apa? kamu sepertinya nampak serius...",
"Tidak ada.. aku hanya bosan.. Ngomong-ngomong bagaimana denganmu?".
Aku menutup mataku dan berbicara menutupi apa yang baru saja terjadi.
"Aku mengalami mimpi yang indah nan luar biasa.." kataku,
"Luar biasa? Apa maksudmu?",
"Rahasia...",
"Heh?! Jangan-jangan kamu memiliki wanita simpanan?".
Aku terkejut, wanita simpanan? Dia membayangkannya sampai sejauh itu?!
"Tidak. Bukan. Aku tak memiliki wanita simpanan!",
".. Terus apa?",
"Aku sudah bilang bukan mimpi. Aku bahkan lupa apa yang terjadi disana tetapi entah kenapa saat aku bangun rasanya menjadi lebih lega seperti beban hidupku menghilang entah kemana.",
Tentu saja aku berbohong. Jika aku bilang kalau aku bertemu ibuku mungkin dia sudah akan bertingkah berlebihan.
"Lebih penting lagi, apakah kamu tak melakukan perjalanan?" tanyanya,
"Aku sedang memikirkannya." kataku sambil menepuk kasur.
Kurumi pergi duduk diatasnya sambil mendengarkan.
"Aku sedang memikirkannya kemana aku akan pergi tetapi aku tak bisa menemukannya. Yang tersisa hanyalah Spiral God Tower. Aku sudah bilang kepadamu bukan?",
"Iya.. itu benar.. kukira kamu telah memiliki rencana.. Jadi aku mau menjadi orang pertama yang mendengarkannya..",
"Kenapa?",
"Tidak ada. Hanya saja.. itu membuatku jauh lebih spesial saja..".
Aku memiringkan kepalaku sedikit sambil mengangkat alisku.
"M-maksudku adalah penghargaan terhadap diri sendiri! Tak ada maksud lain..".
Beberapa detik sebelum aku paham... dan aku paham apa maksudnya sekarang...
"Yah.. 2 bulan lagi aku akan ke Spiral God Tower sendirian jadi kamu takkan melakukan perjalanan...",
"Sendirian? Oh.. kamu adalah orang terpilih..",
__ADS_1
"Orang terpilih? Aku bukan orang terpilih..",
"Benarkah? Kalau begitu.. kamu adalah orang terpilih yang memenangkan hatiku." katanya,
"Kamu belajar menggombal?",
"Tidak!".
Tunggu.. aku jadi teringat sesuatu... Aku terdiam mengabaikan Kurumi berpikir satu hal.
"Nakano, ada apa?" tanyanya,
"Hei Kurumi, apakah kamu pernah mendengar pria bermata putih?",
"Pria bermata putih? Rasanya.. tak asing ditelinga.. Aha, aku tahu!",
"Kamu memiliki informasi? Bisa berikan kepadaku?",
"Pria bermata putih, dikenal sebagai pria yang mengendalikan elemen petir secara keseluruhan. Orang-orang menyebutnya Raijin*. Tapi kini orang-orang tak mendengar kabarnya lagi dan diklaim meninggal entah dimana. Tak ada orang yang melihatnya lagi sampai sekarang ini.",
"Begitu ya.. yah, selebihnya sudah tahu seperti dia menguasai petir dan dia mati, tetapi aku tak tahu kalau dia memiliki julukan Raijin.. Terimakasih Kurumi..",
"Ehe, senang bisa membantu Nakano! Kalau begitu, apakah kamu telah memiliki rencananya?",
"Keras kepala sekali, tak ada kan sudah kubilang. Nanti jika ada akan aku beritahukan dulu kepadamu sebagai orang pertama yang mendengarkan rencanaku. Mengerti?",
"... Baiklah!".
Dia berdiri dan melirik ke arahku.
"Kalau begitu, aku akan pergi dulu. Ada hal yang harus aku urus. Sampai jumpa!".
Aku melambaikan tanganku kepadanya saat dia berlari menuju ke pintu, membukanya dan sebelum keluar sepenuhnya dia berbicara,
"Aku menunggumu. Sampai jumpa!" katanya sambil melambaikan tangannya sebentar lalu keluar.
Aku tetap melambaikan tanganku sampai dia keluar. Aku menghela nafas sambil berpikir tentang perubahan besar Kurumi.
Awalnya dia seperti musuhku tetapi semenjak dia menjadi tunanganku, dia menjadi lebih ceria dan terbuka yah.. hanya kepadaku sih tapi ya tentu saja bukan? Lagian siapa yang ingin terbuka kepada seseorang yang asing bagi kita? Aneh.
Sekarang, pria mata putih ya... Sayangnya telah tiada padahal aku melihat sedikit keseruan di depanku tetapi lenyap seketika.. Bosan.. sangat bosan.. kira-kira apa yang akan kulakukan selama 2 bulan ini? atau... akan di skip oleh Author? Heh menurutku akan di skip karena.. kurasa dia tak memiliki ide lainnya, benar gak thor?
(Yah.. begitulah..)
Lihat? Ada satu hal yang harus kutanyakan kepadamu Thor, kenapa kamu bisa berbicara denganku yang merupakan buatan mu? Kamu yang membuat ini dan apa tujuannya?
(......... Have good day all.)
------
*Raijin: Dewa petir dalam mitologi Jepang.
------
Dan yep, seperti yang kalian baca di atas, cerita ini.. mendekati akhirnya. Yap, arc Spiral God Tower akan menjadi Arc selanjutnya sebelum ke terakhir. Akan ada arc lanjutan yang merupakan akhir dari cerita ini. Jadi aku sendiri sebagai Author disini akan melakukan time skip 2 bulan dan langsung masuk ke arc Spiral God Tower. Begitu aja dulu dan mohon dibaca sampe arc terakhirnya ya, tetapi aku gak memaksa kalian membaca kok yang gak mau baca gak usah baca juga gak papa. Aku cuman mau orang yang mau baca ceritaku aja.
__ADS_1