
"Tak kusangka kamu bisa sampai disini dengan cepat ya..." kata Wynox,
"Apa yang kamu maksud? Meremehkan ku?",
"Hmmm... Entahlah... menurutmu?".
Aku menarik langsung pedangku dan menyerangnya. Tetapi, tiba-tiba sebuah pedang berwarna merah hitam bersinar menahan serangan pedangku. Pedangnya hampir mirip dengan Excusifer tetapi berwarna merah menyala dan pedang yang kukenal juga, Sabit Malam Merah... Aku mundur ke belakang sebelum berbicara.
"... Mau langsung serius?",
".... Lebih cepat lebih baik... Cepat akhiri pertarungan ini saja, aku bisa melihat akhir pertarungan ini dimana kau kalah dan ku jatuhkan..",
"Apa yang membuatmu percaya diri seperti itu?!" tanyaku sambil berlari ke arahnya.
Aku menyerangnya, mencoba menusuknya tetapi tentu ditahan olehnya. Aku melempar pedangnya ke samping dan mengayunkan pedangku dari atas ke bawah sampai menyentuh lantainya.
"Lumayan... Tetapi... Aku masih belum serius sepenuhnya!!".
Ada dua batu berukuran sedang terbang di depannya seperti mewakilinya yang lalu terbang ke arahku dengan kecepatan tinggi. Aku membelah ke dua batu itu dan tiba-tiba ada Wynox sudah di depanku sambil mencondongkan pedangnya. Aku berteleportasi ke belakangnya dan menyerangnya dari sisi itu, tetapi ada dinding angin menahan di belakangnya.
Pedangku terpental ke belakang yang juga membawa tubuhku. Aku mundur ke belakang selagi dia berbalik ke arahku.
"Itu sia-sia. Mungkin sebelumnya kamu bisa menembus dinding ini, tetapi dengan senjataku ini dinding itu menjadi jauh lebih kuat kau tahu. Jadi itu percuma.",
__ADS_1
"Heh Menurutmu.".
Aku berlari ke arahnya siap menyerangnya lagi. Wynox menutup matanya dan berbicara lagi,
"Itu sia-sia saja.".
Aku mengeluarkan api hitam dari bilah pedangku dan menyerang dinding api dengan mudah seperti menyobek sehelai kertas. Tentu saja dia terkejut akan hal itu... dia langsung refleks membuat duri tanah yang menahan serangan lalu mundur ke belakang.
"Apakah itu...?!",
"Ya... Api hitam. Api yang melahap apapun yang disentuhnya. Sekarang, siapa yang harus bilang "sia-sia"?".
Dia menunjukkan muka kesalnya. Aku melihat pedangnya di tutupi oleh air... aha.... dia mencoba memadamkan api ku.... Tetapi... Wynox, aku memiliki kejutan kepadamu...
(Authornya kebanyakan main Genshin Impact jadinya teori disana dipakai disini ><)
"S-sejak kapan..?",
"Hmm? Kapan? Di lantai kedua aku mempelajarinya. Kenapa?".
Aku membocorkannya.. Ya sudahlah.. lagian informasi semacam itu takkan membuat bencana bukan?
Aku melihat ke arahnya yang sedang berbaring kesakitan, arus listriknya mengalir di dalam badannya. Perlu waktu 10 detik sebelum efeknya hilang. Dan lagi... ekspresi wajahnya saat kesal itu dan terkejut saat itu... Pufft... aku takkan melupakannya... Hahahaha....
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Mau menyerah?" tanyaku,
"....",
"...?",
"... Cih! Kenapa aku harus menyerah ke orang sepertimu?" tanyanya,
"Jadi takkan?",
"Takkan pernah! Bahkan jika kamu mengancam hidupku!",
"Baiklah kalau begitu."
Aku merentangkan pedangku ke samping, mengangkatnya ke atas dan dengan kecepatan cukup cepat aku menganyunkannya tepat ke lehernya dengan api yang berkobar di bilah pedangku. Ini akhirnya ya...
Tetapi pemikiran ku itu salah... dan membawakan bencana bagiku.
Tiba-tiba ada air yang terbentuk di dekat lehernya dan itu memadamkan api ku lalu ada duri tanah menyerangku dari sana, Yap itu jebakan.. Alhasil, aku dibuat terluka di bagian samping dada kananku dan bahu kiri. Aku telah mencoba berteleportasi ke belakang tetapi tak sempat!
Aku bisa mundur ke belakang itu juga karena beruntung. Jika salah satu durinya mengenai tepat di ditengah dadaku, itu sudah game over!
(Tepat disinilah authornya juga gak dapet ide lanjutan....)
__ADS_1