Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 56, Monster Penguasa Alam Semesta


__ADS_3

Ditempat ku dan Keiko berada. Akhirnya aku bangun dari pingsan ku. Penglihatan ku yang memudar, mulai membaik. Aku mulai bisa melihat dan yang kulihat adalah aku berbaring dan di atas mukaku adalah wajah Keiko.


"Akhirnya kamu bangun juga ya." kata Keiko.


Aku mencoba membangunkan diriku tetapi dihalangi oleh Keiko.


"Sebaiknya kamu tidak memaksakan dirimu dulu. Kamu adalah kunci menuju permasalahan ini. Jika terjadi sesuatu kepadamu akan repot nantinya." Jelas Keiko.


Aku kembali tidur. Dibawah kepalaku ini adalah sesuatu yang hangat dan lembut. Dan disaat itulah aku baru menyadari kalau aku sedang tidur di atas paha Keiko.


"Bisakah kamu tidak banyak bergerak? Geli tahu.." kata Keiko dengan wajah yang merasa jengkel,


"Maaf..".


Aku pun bangkit dan duduk di dekat Keiko. Hati itu sudah sore. Aku melihat ke arah Keiko dengan rasa bersalah. Keiko langsung menyadarinya.


"Sudahlah. Lagian kita terbangun hampir diwaktu yang sama. Kakiku baik-baik saja." Kata Keiko sambil menyapu debu-debu di pahanya.


"Terus, bagaimana?" tanya Keiko,


"..." —Tak ada respon dariku. Aku sedang berpikir kemana selanjutnya kami akan pergi.


Setelah itu, aku melihat ke sekeliling. Aku merasa sedikit aneh. Aku merasakan ada sesuatu disekitar sini.


Aku berdiri dan berjalan kemana naluri ku tuju.


"Nakano? Kau mau kemana?" Tanya Keiko. Kemudian dia berdiri dengan cepat dan berlari ke dekatku. Dia berjalan di sampingku.


Naluri ku menuju ke sebuah goa yang cukup dekat dari tempat kami barusan. Kami melihat ke dalam goa, gelap dan kosong. Malam pun tiba. Matahari sudah tak terlihat lagi.


Goa itu mengeluarkan cahaya dari dalam. Kami melihat ke sebuah benda yang memancarkan cahaya. Benda itu berbentuk seperti segitiga dan di bagian paling atasnya memancarkan cahaya. Cahaya itu seperti penerang jalan. Disaat yang sama, goa itu juga mengeluarkan energi aneh yang belum pernah aku temui sebelumnya.


Kami masuk ke goa tanpa ragu. Kami berjalan dengan cahaya yang menuntun kami ke dalam. Energi aneh itu semakin pekat dan kuat bila kami masuk jauh ke dalam lagi.


Saat di ujung lorong goa yang luas itu, kami melihat suatu bangunan berbetuk ketupat dengan lobang ditengah-tengah nya.


Kami berjalan mendekati bangunan tersebut. Kemudian, sesuatu seperti lampu keluar di samping jalan yang di sediakan kepada kami. Itu mengeluarkan cahaya dan sepertinya itu memang lampu.


Kami berjalan lagi, mendekati dan saat sudah cukup dekat, sesuatu yang berbentuk seperti balok berwarna hitam muncul dari tanah. Diatasnya ada sesuatu yang membuka dan kosong tak ada apa-apa.


"Sepertinya benda ini memerlukan sesuatu yang harus dimasukkan ke kotak kecil ini sebagai energinya untuk mengaktifkannya." Jelas Keiko,


"Ya. Kita harus mencarinya." kataku,


"Ya.".


Tiba-tiba, kepalaku menjadi sakit lagi. Aku menerima pesan dari suara misterius itu lagi.

__ADS_1


"Energy... Cube..." kata Suara itu.


"NAKANO!" Teriak Keiko.


Karena perkataan suara itu hanya 2 kata, aku bisa bertahan. Aku terengah-engah. Keiko mencemaskan ku.


"Aku baik-baik saja." kataku dengan yakin.


Aku berdiri dengan normal. Sakit itu hilang. Aku telah menerima banyak pesan dan itu membuatku mulai membiasakan diri dengan rasa sakit itu.


"Nakano?",


"Aku baik-baik. Ayo kita pergi melakukan tugas kita disini!" kataku dengan penuh semangat.


Keiko tersenyum dengan semangat juga.


"Ya. Dan, Apa yang suara itu sampaikan kepadamu?" tanya Keiko,


"Energy Cube. Kurasa itu adalah jawaban jadi bangunan ini." jawabku,


"Begitu ya. Terus, bagaimana untuk mendapatkannya?",


"Aku tidak tahu. Tetapi yang aku tahu kalau energi yang kita rasakan tadi saat masuk tidak mengarah ke bangunan ini, melainkan sesuatu yang lain.".


Aku melihat ke sisi kanan bangunan dan menunjuk ke lempengan batu yang ada di dalam goa ini.


Energi aneh keluar dari kotak hijau itu. Keiko membawakannya kepadaku dan memberikannya. Aku mengambil itu dari Keiko dan menaruhnya di dalam kotak hitam yang terbuka itu. Kotak hitam itu merebut kotak hijau yang kubawa seperti magnet. Setelah itu, Kotak hitam itu tertutup dan kembali ke dalam tanah.


Sesuatu seperti aliran sirkuit di bawah kami merubah warnanya yang awalnya berwarna hitam, kini menjadi warna hijau. Sirkuit-sirkuit itu menuju ke bangunan seperti ketupat dengan lobang di tengahnya membentuk serupa.


Lobang itu mengeluarkan sesuatu seperti portal yang sama seperti portal menuju ke Ender End. Kami terdiam disana.


"Mau masuk?" tanya Keiko,


"Ya. Ayo kita masuk.".


Kami berdua berjalan bersamaan dan masuk menuju ke portal hijau tersebut. Portal itu membawa kami ke suatu tempat yang aneh. Reruntuhan dengan banyak bentuk-bentuk mirip seperti sebelumnya dan banyak bentuk-bentuk baru. Di sana, kami disediakan jalan menuju ke luar ruangan. Tak ada orang, hanya ada kami berdua.


Kami berjalan menjauh dan keluar dari ruangan. Kami melihat banyak sekali senjata dan telur-telur aneh yang tak pernah kulihat sebelumnya. Ditengah ruangan yang luas itu, aku melihat sebuah tumpukan batu yang mirip dengan batu barusan. Di ruangan itu, ada 5 jalan berbeda, Utara, Tenggara, Barat Laut, Barat Daya dan Timur laut.


Kami melihat ke satu sama lain dan menganggukkan kepala kami yang mengartikan kalau kami akan pergi ke arah Utara. Kami berjalan dengan hati-hati dan waspada.


Kami masuk ke lorong yang ada di arah Utara. Kami melihat ruangan yang luas. Di tengahnya ada kolam air yang amat sangat dalam.


Dengan tiba-tiba, Keiko menggunakan sihir pernafasan air untukku dan dia. Aku mempersiapkan diriku dan masuk ke dalam air. Dibawah kami ada sebuah balok besar yang memiliki ukiran sama seperti di atas.


Tiba-tiba ada sebuah tangan dengan selaput di antara jari-jarinya, memegang balok yang ada dibawah kami. Ada sesuatu yang bangkit dari bawah. Dan sebuah monster dengan kulit bersisik, empat mata dengan mata kiri dan kanan dan 2 tambahannya di atasnya, telinga yang mirip seperti sirip ikan, dan muka yang hampir mirip seperti manusia.

__ADS_1


Aku mengarahkan pedangku dengan cepat merasa kalau dia adalah ancaman. Keiko dengan cepat mempersiapkan berbagai sihir serangan. Monster itu bangkit dan melihat ke arah kami.


"Halo, manusia." kata monster itu,


"Kau.. bisa bicara?" tanya Keiko,


"Ya. Aku ini berbeda.",


"Siapa kau?" tanya Keiko,


"Aku adalah penguasa Alam Semesta ini.",


"Penguasa alam semesta? Kenapa kamu ada disini?",


"Ceritanya panjang. Maaf karena telah memberikan pesan dengan kasar ya, anak muda.",


"Tetapi, apa yang dilakukan penguasa alam semesta disini?" tanyaku.


Tak ada respon dari monster itu. Monster itu turun kembali ke bawah.


"Ikuti aku.." kata monster itu.


Kamipun menurunkan senjata kami dan turun ke bawah. Saat sampai dibawah, kami melihat ada 5 telur yang sama. Dan kami juga bisa melihat seluruh tubuh monster itu. Monster itu tak memiliki kaki tetapi memiliki tentakel yang amat panjang dan besar, jumlahnya ada 6


"Telur?" kata Keiko,


"Telur-telur ini adalah telur-telurku yang menjadi anak ku. Telur ini masih hidup.",


"Terus apa yang kamu inginkan?" tanya Keiko,


"Aku memiliki sebuah tujuan yaitu membiarkan anak-anakku terbebas dari sini, tetapi aku tak bisa melakukannya sendirian. Maka dari itu, aku mencoba berbicara kepada mereka, tetapi tak ada yang menjawabnya. Hanay kaulah yang menjawabnya sejauh ini, pemuda.",


"Mereka?",


"Ras alien dari Alam Semesta Dandeguard. Suatu ketika, ras itu datang kesini. Aku menyambut mereka semua. Kami rukun dalam damai bersama selama bertahun-tahun, tetapi itu hanya menurutku. Mereka melakukan banyak penelitian terhadap mahkluk hidup yang ada di Alam Semesta ini dan akhirnya banyak mahkluk yang terancam punah bahkan sampai ada yang punah. Mereka membuat mahkluk hidup baru, membuat ekosistem alam semesta ini hancur berantakan. Ras kerajaan yang menjadi ras terpenting di alam semesta ini juga terancam punah.",


"Terancam punah... Jangan bilang--",


"Ya. Aku adalah satu-satunya ras yang tersisa yang layak untuk menjadi penguasa alam semesta ini. Aku sudah mendekati umurku dan sudah hampir mati. Mereka, ras alien, melakukan penelitian dan membuat alam semesta ini hancur berantakan. Mereka meneliti ras ku yang juga menjadi ras kerajaan yang bernama Sea Emperor. Aku sudah mencoba melawan mereka dengan kekuatanku sendiri tetapi tak bisa. Apalagi alam semesta ini dalam bahaya karena ada sebuah virus yang merajalela di sini. Seluruh mahkluk hidup yang hidup disini hampir semuanya terjangkit. Hanya aku yang tidak dan itu semua karena obat penawarnya ada di dalam diriku ini. Ras alien itu melakukan banyak percobaan terhadapku tetapi mereka semua pergi karena semuanya mati terjangkit virus.",


"Jangan-jangan kami juga terjangkit virus itu?!",


"Ya. Siapapun yang masuk ke alam semesta ini, dalam 0,1 detik akan terjangkit.",


"Begitu ya. Terus, bagaimana agar kami mendapatkan obat penawar itu?" tanyaku,


"Aku meminta tolong kepada kalian. Tolong bantu anak-anakku menetas dan bebas melewati portal yang ada di belakang kalian. Dengan begitu, aku akan memberikan obat penawarnya kepada kalian dan sesuatu yang spesial untukmu pemuda.",

__ADS_1


"Spesial untukku?".


__ADS_2