
Aku berbaring di atas kasur selama kurang lebih seminggu sebelum aku kembali pulih. Yap, mata waktu membantuku dalam pemulihan jadi aku bisa lebih cepat pulih dari yang diperkirakan. Walaupun begitu, bagian dadaku masih dibalut perban untuk kurang lebih 2 Minggu lagi sebelum boleh dilepas.
Pagi hari tiba, aku bosan karena selalu dalam ruangan dan selagi Anna masih tidur aku akan keluar jalan-jalan sebentar. Aku berjalan di sekitar Istana Pion Putih dan menemukan sunrise yang indah. Bagus aku menemukan ini lagi pagi ini lebih hangat dari biasanya jadi ini sempurna.
Aku berjalan mendekati tangga yang memisahkan antara istana ini dengan kotanya dan duduk diatasnya. Aku menarik nafas dan menghembuskan nya. Aku sepertinya... kelupaan sesuatu... Oh iya, Kurumi! Aku lupa menjemputnya.
Aku menengok ke kanan dan ke kiri dan tak ada orang. Selagi tak ada yang mengawasi ku lebih baik aku menjemputnya dulu karena itu juga merupakan janjiku kepadanya.
Aku merentangkan tangan kananku ke samping dan pedangku datang ke genggamanku. Aku menutup mataku dan berteleportasi ke Machinery. Oh iya aku jadi penasaran, Sumiko ada disini tetapi kenapa Kurumi tak ada disana juga bersamanya kan bisa pergi bersama.. Lebih baik kutanyakan langsung kepada orangnya saja.
Aku menginjak tanah, membuka mataku dan melihat di depanku ada gerbang istana Machinery. Gerbangnya masih seperti sebelumnya... aku melihat ke belakang dan terkejut melihat kota Machinery yang sebelumnya habis terbakar kini kembali seperti semula. Hm? Tunggu... semuanya ini sama seperti sebelumnya saat aku pertama kali datang kemari... jika memang diperbaiki seharusnya ada sesuatu yang berbeda tetapi disini tak ada... semuanya seperti sebelumnya.... seperti.... waktu disini berbalik!
"Nakano..." kata orang di belakangku.
Aku kembali melihat ke arah gerbang dan menemukan Kurumi yang ada di depannya. Aku terkejut sebentar dan tersenyum.
"Kurumi!" panggilku.
Dia tersenyum bahagia, berlari ke arahku dan memelukku sambil mengucapkan namaku.
"Nakano!!".
Dia tertawa seperti anak kecil tetapi aku tak menghiraukannya dan tak kusadari aku tersenyum bahagia.
Kurumi turun dariku dan melepaskan pelukannya.
"Kurumi.. Kamu makin cantik ya...",
"Nakano...",
"Maafkan aku karena telat menjemputmu....",
"Tidak apa. Asalkan aku bisa bertemu lagi denganmu aku tak keberatan menunggumu selama puluhan tahun!",
"...".
Kata-katanya sangat membuatku bahagia.. Kenapa ya saat itu aku tenggelam dalam kegelapan lagi padahal aku telah memiliki banyak orang yang mendukungku dan membuatku bahagia...
"Sudah 9 bulan ya... bagaimana keadaanmu?" tanyaku,
"Aku baik-baik saj--j-ja..." katanya dengan kaku.
Sosoknya perlahan-lahan hilang seperti dalam kesalahan dalam komputer.
"Kurumi?".
__ADS_1
Dia pun menghilang dengan cara... yang tidak unik.
"Kurumi...? KURUMI!".
Aku jatuh ke tanah-tanah dan panik mencarinya. Tiba-tiba tanah yang ada di bawahku menjadi warna hitam dan sekitarku pun ikut hilang. Apa yang terjadi?
"Nakano~~~" kata sebuah suara yang muncul tiba-tiba.
Suara ini... sepertinya aku kenal... tetapi siapa..? Aku tak ingat!
"Siapa?",
"Nakano~~~" kata suara itu memanggil namaku.
Aku melihat ke kanan dan ke kiri.
"SIAPA?!" Tanyaku,
"Ehehehehehe.... Nakano~ Nakano~ Nakano~",
"SIAPA?!! KELUARLAH!!! TUNJUKKAN DIRIMU!" kataku ditengah suara yang selalu memanggil namaku tanpa henti,
"Nakano~ Nakano~ Nakano~ Nakano~ Nakano~" kata suara itu menggema.
Aku melihat ke kanan dan ke kiri secara terus menerus berusaha tenang. Akhirnya suara itu tak menggema lagi dan suara pun muncul dari belakangku.
Aku melihat ke arah belakangku dan itu adalah sosok yang aku kenali... Sosok yang berharga bagiku sebelum aku menjadi seperti sekarang, kakakku— Maksudku Kakak Tiri ku yang mengajakku menikah dengannya sebelumnya. Rambutnya berwarna putih sambil memegang sebuah kunci.
Tiba-tiba sosok keluar dari balik kakakku. Sosok berambut merah dan sosok yang kukenal juga... dialah musuh terbesar Nakano Wynox... Magicufer...
"Nakano... kamu menyayanginya bukan?" tanya Magicufer,
"Hentikan!",
"Kamu masih menyayanginya bukan...",
"Hentikan!",
"Bagaimana kalau... kubunuh dia.",
"Hentikan...! Hentikan!".
Magicufer menaruh jari telunjuknya yang panjang dan tajam serta lancip di leher kakakku itu. Magicufer menarik jarinya melewati leher Kakakku dan sebelum kejadian itu terjadi... Kakakku menggerakkan bibirnya seperti bilang sesuatu... Aku tak bisa mengikuti ucapan bibirnya saat itu...
"HENTIKAAAAAANNNN!!!!!" Kataku.
__ADS_1
Darahpun keluar dari leher Kakakku dan aku... terbangun?
Aku terbangun dari tidurku dan terengah-engah. Aku menemukan ada Kurumi dan Tohka di sampingku memandangku dengan tatapan khawatir. Hufft... ternyata hanya mimpi... tetapi... rasanya seperti nyata sekali...
"Nakano! Kamu baik-baik saja?!" tanya Kurumi khawatir,
"Ya... aku baik-baik saja...".
Aku melihat ke arahnya yang mengeluarkan tatapan khawatir.
"Ada apa? Kamu sepertinya sangat mengkhawatirkan ku." tanyaku kepada Kurumi,
"Bagaimana tidak?! Kamu tadi menjerit seperti kesakitan dan badanmu gemetar luar biasa seperti orang kesurupan!".
Apakah itu benar? Dan lagi, seperti orang kesurupan? Memangnya separah itu?
Aku memegang kepalaku dan aku mengingat sesuatu. Kepalaku sedikit pusing dan tak bisa meresap apa yang telah terjadi.
".... Nakano... Kamu baik-baik saja?" tanya Tohka,
"Ya... aku baik...",
"...",
".. Kalian.. Maaf tapi aku membutuhkan waktu sendirian sekarang.. Apakah kalian bisa pergi?",
"T-Tapi..." kata Tohka,
"Kumohon!",
"...",
"Ayo Kita pergi, Tohka.",
"T-Tapi dia—",
"Tohka.".
Mereka berdua keluar dari kamar dan meninggalkanku sendiri. Apa yang barusan terjadi membuatku ingin sendirian disana sambil berpikir.
Kakak tiri ku.. apakah sangat berharga bagiku..? Saat Magicufer ingin membunuhnya, dadaku seperti sesak dan berpikir tak mau kehilangannya. Dan saat dia membutuhkannya seperti... semua yang aku miliki... telah hilang... semua yang berharga bagiku.. telah direbut.. aku hampir jatuh ke jurang keputusasaan lagi... Kakak... apakah peranmu sangat penting di kehidupanku? Saat Magicufer membunuhnya, dadaku sesak dan otakku tak menerima kenyataan, dan hal itu... terasa seperti akhir bagiku...
Kakak.. apa yang telah kau lakukan sampai membuatku seperti ini? Apa yang berharga darimu? Apa yang membuatmu lebih berharga dibandingkan semua tunanganku? Apa yang kamu miliki dan mereka tidak... Tunggu... miliki..?
Miliki... kunci....? Kunci! Kunci yang dipegang kakakku saat itu! Tetapi... kunci apa itu? Ayolah Nakano ingatlah! Sesuatu... sesuatu yang berharga... sesuatu yang terikat dengan kunci itu! Sesuatu... sesuatu.....!!! Ah.. lupakanlah.. aku tak mengingatnya sama sekali bahkan tak ada gambaran sedikitpun tentang kunci itu.
__ADS_1
Apakah kunci itu merujuk kepada suatu hal? Jika iya... maka bendanya harusnya ada di... rumah... lamaku... yang mana itu adalah... mimpi... buruk ku....