
Aku langsung mundur ke belakang setelah ayahku menahan serangan ku dengan tinjauannya yang berlapis gelap.
Aku membuat sedikit kemajuan, padahal aku tahu kalau dia masih memiliki kekuatan besar lainnya dibaliknya. Aku langsung berteleportasi ke dekatnya dan menggunakan elemen listrik untuk menyerangnya. Dia menahan serangan ku dengan tangan kosong berlapis gelap. Aku menyerangnya lagi dan lagi semakin cepat dan cepat dan dia juga sebaliknya.
Kami menyerang satu sama lain di udara dengan kecepatan tinggi hingga suatu energi listrik yang tak stabil memisahkan aku dan ayahku menjauh. Aku mendarat di atas tanah dan ayahku terpental dan langsung bangkit lagi. Jarak diantara kami cukup jauh.
Aku mulai serius lagi dan mendorong diriku ke depannya lalu menyerangnya. Aku meluapkan elemen api untuk menyerangnya. Dia menahan serangan ku, lalu menyerangku dengan elemen api memukul ke perutku.
Aku berasa muntah. Aku dibawa terbang mundur ke belakang. Aku terpental ke belakang tak sanggup berdiri. Dia memukul keras perutku.
"Kau kuat juga ya.. untuk bocah seumuran dirimu." kata ayahku.
Aku memaksakan diriku untuk berdiri melawan rasa sakit. Walaupun begitu, kakiku tak mau diajak bekerjasama. Aku kembali ke mode Nakano.. sudah... habis?!
"Ada apa? Kamu tak bisa melawan lagi?".
Tidak... ini tidak mungkin.... padahal sedikit lagi... Kekuatanku... habis tak tersisa... Aku hanya bisa melihat kakiku dengan terkejut. Aku terlalu banyak menggunakan kekuatan ini sampai aku juga menghabiskan waktu pemakaiannya... Sekarang... aku sudah tak memiliki kekuatan lagi...
__ADS_1
"...? Jika kamu tak berdiri, aku akan mengakhirinya dan mengambil pedangmu, Excusifer.",
"Eh?".
Apa katanya? Apakah dia bercanda? Pasti hanya bercanda.
Ayahku berteleportasi ke depanku dan mengambil pedangku yang masih menggenggamnya tanpa kekuatan sedikitpun.
"Pedang ini adalah harta karun miliki keluarga Miyaniku. Orang dari keluarga itu yang juga bisa menggunakan setengah potensinya lah yang pantas memegangnya.",
Apa maksudnya?
"Kukira kamu adalah orang yang pantas memegangnya, tetapi... kamu bahkan tidak bisa mengeluarkan dasar dari kekuatan potensi pedang ini. Aku kecewa kepadamu, padahal aku menaruh harapan besar kepadamu tadi tetapi kamu malah menghancurkannya sendiri. Kamu... tak pantas menjadi pemilik pedang ini.".
Bohong... Apakah... aku tak pantas? Apakah... hanya dengan mengendalikan kekuatan Manabe secara keseluruhan tanpa batas waktu hanyalah dasar dari semua kekuatan pedang itu? Apakah... hanya aku yang kesusahan mengendalikannya..? Tidak... Tidak...! Aku tak ingin kehilangan benda itu! Aku sudah berjanji! Kepada... kepada ibu! Aku sudah berjanji akan menjaganya selama aku hidup!
"TIDAAAAAAAAAAKKK!!!!" teriakku ke atas langit.
__ADS_1
Ayahku membalik ke arahku, melihat kekuatan dari dalam diriku mengalir deras. Energi hitam yang dicampur dengan energi negatif.
"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!" teriakku terus.
Kaki ayahku mulai gemetaran. Aku bangkit tetapi setiap aku menghentakkan kakiku walaupun hanya sedikit pasti tanah dibawahnya retak sampai sejauh 10 cm dari kakiku sendiri.
Aku berdiri, mendorong diriku ke dekatnya. Dengan kepalan tangan yang kuat, aku meninju ke depannya. Ayahku langsung berteleportasi menjauh. Tetapi... dia menyadari aku telah dibelakangnya. Dia memegang pedang Excusifer lalu menahan serangan ku dengan sangat sangat kuat.
Walaupun begitu aku masih bisa menghempaskan jauh. Dia bangkit langsung tepat sebelum aku meninjunya karena aku telah diatasnya dengan cepat. Ayahku refleks berteleportasi ke udara dan aku meninju ke arah tanah dia berdiri tadi. Serangan ku membuat lantai itu hancur menjadi bagian-bagian kecil, membuat kami bisa melihat dunia luar. Kami menyadari kami.. berada di luar angkasa, diantara bintang.
Aku tak peduli, aku menyerang ayahku bertubi-tubi dan ayahku dengan Excusifer menahan serangan dariku. Lalu ayahku mulai kewalahan dan saat itulah aku menyerang dari arah lain dengan kekuatan paling penuh.
Dia menyadariku lalu menahan serangan paling kuat. Ayahku kesusahan dan kewalahan. Terjadi adu kekuatan disana. Aku tahu aku akan menang entah apa yang merasuki ku... Aku menjadi sangat kuat.. Kira-kira apa yang menyebabkan ku seperti ini?
Ayahku kalah adu kekuatan dan terhempas jauh ke arah bintang-bintang. Aku mendorong diriku mengejarnya. Padahal tak ada udara disana bagaimana aku bisa mendorong diriku sendiri? Entahlah.. aku juga mempertanyakannya..
Aku menemukan ayahku dengan pedang Excusifer yang bilah nya patah. Aku tak peduli. Aku terbang diatasnya dan berupaya meninjunya untuk mengakhiri semuanya. Tetapi aku melihat cahaya datang dari kanan mataku. Silau... aku terhenti dari pergerakan ku dan perhatian kami berdua teralihkan. Kamipun tertelan cahaya itu... panas...! Panas sekali... Seperti... terbakar...! Apa yang terjadi?! Cahaya apa tadi?! Aku tak tahu apa yang terjadi tetapi yang aku tahu... aku mati terbakar hangus... aku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya... Semoga saja.. semuanya baik-baik saja... termasuk ayah... nanti aku akan melanjutkan pertarungan denganmu... suatu hari nanti.. aku yakin!
__ADS_1