
Aku dan Anna,telah meluruskan kesalahpahaman Sei dan Tohka. Kami berpisah karena tujuan lain. Aku berjalan menuju ke kamar mandi.
Aku melepas pakaian dan masuk ke dalam pemandian. Aku melihat seorang laki\-laki berambut oranye sedang mandi disana. Aku tak pernah melihatnya. Mungkin itu adalah Mashiro.
Aku berjalan masuk dan melihat ke arah orang itu dan benar, dia adalah Mashiro. Mashiro melihat ke arahku dan bilang, "Kamu siapa?",
"Aku Sakamaki Nakano..",
"Sakamaki itu...".
Mashiro menyipitkan matanya membuat matanya terlihat tajam. "Kau.... umurmu berapa?",
"Emmm.... 17 tahun.",
(Lebih tua dariku?! Tapi rambutnya berbeda dari ayahku maupun ibuku. Dia sebenarnya siapa?) pikir Mashiro. Karena dia telah dikuasai oleh rasa penasarannya, dia bertanya kepadaku.
"Sakamaki Nakano... Kamu itu siapanya Aku?",
"Kakak mungkin.... Terserah dirimu ingin memanggilku kakak atau bukan. Lagian aku tak memiliki hubungan darah denganmu. Aku hanyalah anak angkat dari keluarga Sakamaki saja.",
"Begitu? Tapi ingat saja aku masih belum mengakui mu sebagai anggota keluargaku!".
Aku menceritakan masa laluku kepada Mashiro dan tiba-tiba dia menangis.
"Kenapa kamu menangis?" tanyaku,
"Habisnya... Cerita mu sungguh menyedihkan!",
Hatinya mudah rapuh, itulah yang pertama kali muncul di kepalaku.
"Terserahlah— Aku yang sekarang ini bukan diriku yang dulu lagi. Aku sudah selesai mandi.".
__ADS_1
Aku berdiri dari pemandian. Berjalan ke arah tempat ganti pakaian.
"Sampai jumpa." kataku kepada Mashiro.
Aku menggeser pintu di depanku yang mengarah kepada tempat yang ku tuju. Aku melihat ayahku yang sedang berjalan ke pemandian.
"Yo Nakano!" sapa ayahku,
"Ada Mashiro disini. Kesempatan bagus kan agar bisa berduaan dengan Mashiro",
"Eh? Ada Mashiro?",
"Ya.",
"Kau mau kemana?",
"Kau ingin kembali ke kamarku. Nanti siang kita akan berpisah. Aku akan melanjutkan perjalanan ku.",
"Sudah waktunya ya...".
"Nak! Jika kamu butuh bantuan... Panggil saja aku!". Aku terdiam sejenak dan tersenyum. Setelah itu, aku menggeser pintu itu dan menutupnya kembali seperti semula. Aku keluar dan berjalan ke kamarku untuk bersiap.
Ini adalah hari perpisahan ku dengan keluargaku. Siang pun tiba. Aku, teman-teman ku dan keluargaku berada di depan istana untuk mengucapkan selamat tinggal dan terimakasih.
"Terimakasih atas segalanya Anna" kataku,
"Tidak apa-apa. Untuk suamiku dimasa depan aku akan melakukan sebisaku." kata Anna,
"Kalau begitu sampai jumpa!" kata Sei.
Kami berteleportasi ke rumah keluargaku dengan cepat.
__ADS_1
"Wah! Sudah lama sekali!" kata Mashiro,
"Kalau begitu kami akan pergi ke tujuan kami" kataku,
"Eh? sudah mau pergi?", tanya Mashiro,
"Perjalananku masih panjang.",
"Baiklah kalau begitu! Sampai Jumpa! Jaga dirimu baik-baik!" kata Ayahku.
Kami saling melambaikan tangan. Aku dan teman-teman ku berteleportasi ke Organisasi Galaksi.
"Sudah lama sekali tak kesini!" kata Tohka,
"Benar ya." kataku.
Kami berjalan di lorong panjang. Kami terus berjalan hingga ujung lorong. Di ujung lorong, ada tulisan "Fighterys" untuk ke arah kanan. Alam semesta yang memiliki informasi sedikit ini patut diselidiki.
Kami berjalan sesuai dengan tanda yang diberikan. Tak hanya alam semesta penuh pedang dan senjata, bahkan portalnya dibuat dari tumpukan pedang asli.
"Siap?" tanya ku kepada Tohka dan Sei. Mereka mengambil nafas panjang dan menjawab, "Kami siap!",
"Yosh ini dia!".
Kami memasuki portalnya bersama. Kami menyipitkan mata karena portalnya penuh dengan cahaya. Seelah beberapa saat daerah disana menjadi gelap. Kami membuka mata kami dan melihat lapangan penuh pedang dan mayat yang tak bernyawa. "Apa-apaan alam semesta ini?" kata Tohka.
Malam merah yang bahkan tak bisa ku bedakan dengan mataku. Seketika ada sesuatu yang bangkit dari dalam diriku. Pedang Excusifer menghilang seketika. Ada petir hitam menyambar ke arahku. Setelah itu sebuah belati berada di genggaman tangan kananku. "Na-Nakano?" tanya Sei ragu.
Aku menengok ke arah mereka. Mataku yang awalnya merah, semakin merah. "Apakah ada yang aneh denganku?" tanyaku,
"Ya banyak!" jawab Tohka.
Seketika ada sesuatu yang seperti masuk ke dalam otakku. Semua ingatan itu telah kudapatkan kembali! Tapi ada yang aneh. Aku sedang apa? mereka siapa? bukannya aku sudah mati karena menyegel Magicufer?. Aku bertanya kepada mereka, "Kalian berdua.... Siapa?",
__ADS_1
"Eh?...."