Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 16, Reuni Keluarga dan Permintaan sang ibu


__ADS_3

Aku dengan Tohka dan Sei, berteleportasi dari Ender Library ke Organisasi. Berjalan di lorong penuh dengan banyak ras, contohnya Ras Ender, Ras Semi-Human, Ras Dwarf, dan Ras lainnya. Aku yang sedang menggendong Sei yang kelelahan sehingga tak bisa berdiri. "Wahh... Inikah Organisasi Galaksi?" kata Sei,


"Benar." kataku,


"Oh iya ngomong-ngomong soal ras. Kamu ras apa Sei? ras manusia biasa tidak mungkin bisa hidup di Netherwath yang panas itu." kata Tohka,


"Aku itu Ras iblis." Jawab Sei,


"Pantas saja. Dan juga, Nakano... Ras apa kamu?" Tanya Tohka kepadaku,


"Aku ras manusia." Jawabku. Reaksi mereka tentu saja kaget. "Bagaimana pun di Netherwath itu panas dan di Ender End itu dingin. Tidak ada manusia yang bisa melewati keduanya. Tapi aku berbeda, aku memiliki sebuah kekuatan untuk bisa hidup di seluruh alam semesta walaupun itu panas atau dingin atau beracun sekalipun. Sayangnya.. aku tidak tahu kekuatan macam apa itu." kataku,


"Begitu... Begitu kah... Ngomong-ngomong, Kamu berasal dari alam semesta mana, Nakano?" tanya Sei,


"Aku dari alam semesta Fantasym." Jawabku,


"Eh??... Kalau begitu... Kenapa kita repot-repot mencari informasi Fantasym?" Tanya Sei,


"Itu karena sebelum aku pergi dari rumah. Aku tak sempat berkeliling di sana, sehingga informasi yang ku punya sedikit." Jawabku,


"Ohh begitu kah.." kata Sei.


Kami bertemu seseorang memakai headset dan berumur sekitar 25-an berambut oranye kekuningan. Itulah.. Ayahku.


Dia melihatku sedang menggendong Sei dan berjalan di samping Tohka. "Wah.. Nakano ternyata. Sudah lama tak bertemu ya?" kata Ayahku, Sakamaki Izayoi, kepadaku,


"Jangan bilang lama, Kita baru saja berpisah sekitar 2 bulan yang lalu." kataku,


"Itukan sudah bisa dibilang lama kan?" katanya,


"Terserah." kataku,


"Nakano, Siapa dia?" tanya Tohka,


"Dia itu.. Ayahku." Jawabku,

__ADS_1


"EH?!!" kata Tohka yang panik karena kejadian ini terlalu tiba-tiba. "Eh... Begitu kah? Salam kenal, Aku Murasame Sei, teman Nakano." kata Sei penuh ketenangan,


"Kamu tak seperti dirimu ya, Sei. Kali ini kamu penuh ketenangan." kata Tohka,


"Kalau dipikir-pikir benar juga. Mungkin karena kehabisan energi, aku tidak punya energi untuk terkejut." kata Sei,


"Apa itu? Ngomong-ngomong, namaku adalah Yamada Tohka, teman Nakano. Salam kenal ya paman!" kata Tohka yang mengulurkan tangan sebagai tanda bahwa dia ingin berjabat tangan. "Yosh kalian berdua salam kenal ya!" kata Ayahku, menerima jabatan tangan Tohka.


"Nakano, kenapa kita tidak berteleportasi ke rumahmu yang dulu kamu tinggali bersama paman ini?" Kata Tohka,


"Wah! Kau mempelajari sihir pertamamu kah?" kata Ayahku yang bersemangat,


"Aku bisa, kalau begitu ayo berteleportasi." Kataku. Aku mengingat tempatnya dan membayangkannya sebagai tempat mendarat, menutup mataku dan membayangkannya. "Paman harus berpegangan ta--" henti Tohka. Saat aku membuka mata, aku sudah ada di depan rumahku yang dulu. "Apa yang terjadi? Inikah rumah keluarga Sakamaki? Tapi sejak kapan? Bukannya Kita harus berpegangan tangan terlebih dahulu?" Kata Tohka panik,


"Tenang dulu Tohka. Mungkin karena Ender Crystal yang diberikan Keiko kepadaku." Jelas ku.


Kami, Ayahku, Aku, dan Tohka, berdiri. Aku melihat ke arah Sei yang berbaring layaknya putri kerajaan yang tersesat di tengah hutan. Dia bangun dan duduk. Memegang kepalanya dan melihat ke kanan dan ke kiri setelah itu melihat ke arahku dan kaget. "Nakano, matamu.. Ada sesuatu yang membentuk." kata Sei,


"Sesuatu seperti Bola hitam yang perlahan penuh di tengah. Sekarang, lingkaran itu pergi ke angka di mata waktumu dan membuat mereka yang awalnya bening menjadi hitam. Dan sekarang, itu mengosongkan 3 sisi seperti sesuatu yang susah dijelaskan." Jelas Sei,


"Aku tidak terlalu mengerti tapi itu mungkin hal yang terjadi jika mata waktu menyerap benda-benda yang memiliki kemampuan pasif." kataku,


"Selamat datang.. di Rumah kediaman Sakamaki!" kata Ayahku dan dia pun tersenyum lebar,


"Rumahnya sederhana ya.. tak seperti yang kubayangkan." kata Tohka,


"Kami keluarga Sakamaki memiliki dua rumah. Yang satunya yang ada di kerajaan dan satunya yaitu ini." kata Ayahku,


"Kenapa kita tidak ke rumah satunya, Nakano?" tanya Tohka,


"Aku juga baru tahu akan hal itu." Jawabku,


"Sudah-sudah.. Ayo masuk." Kata Ayahku.


Kami berempat masuk ke halaman depan, berjalan ke depan pintu dan mengetuk pintu. "Aku pulang.." kata Ayahku. Kami semua masuk satu persatu. Kami melihat seorang wanita kelinci dan itu ibuku. Kami melihatnya sedang memegang piring. Dan dia melihat ke arah kami berdiri. "Selamat dat--" henti nya dan menjatuhkan piring kaca itu sehingga piring itu pecah di dekat kaki ibuku. "Na...kano...?" kata Ibuku menangis,

__ADS_1


"Iya benar, aku pulang ibu." kataku.


Ibuku menangis, berlari ke arahku dan memelukku dengan eratnya. "Aku rindu sekali denganmu." kata ibuku, Sakamaki Usagi. Dia melihat ke arah Tohka dan Sei, "Kalian siapa?" Tanya nya,


"Salam kenal. Aku Yamada Tohka, yang di sampingku yang membawa tongkat ini namanya Murasame Sei," kata Tohka,


"Salam kenal." kata Sei,


"Kami berdua adalah teman perjalanan Nakano." lanjut Tohka,


"Bukan hanya rindu, aku juga bangga pada Nakano karena telah memiliki teman." kata Ibuku.


Ibuku berjalan ke arah Tohka dan memeluknya. "Kamu... Ras kelinci bulan ya?" tanyanya kepada Tohka,


"Maksudnya?" tanya Tohka kembali karena tidak mengerti,


"Jati dirimu ini sebenarnya bukan ras Ender, melainkan Ras Kelinci Bulan. Sama sepertiku." Jelas Ibuku,


"Bisakah bibi menjelaskannya lebih detail?" kata Tohka,


"Ras Kelinci bulan adalah ras yang dibilang telah punah ribuan tahun lamanya. Hanya aku yang tersisa. Jika bukan karena suamiku yang menyelamatkanku, aku mungkin akan mati dan ras kelinci bulan telah punah sepenuhnya. Tapi tak ku sangka ada Ras yang sama denganku. Aku merasa bersyukur." Jelas Ibuku,


"Ini memang terlambat, tapi kenapa aku tak memiliki kakak atau pun adik?" tanyaku,


"Itu karena dia menjadi raja di Kerajaan Pion Hitam dan melupakan kami." jawabnya,


"Aku juga baru ada info kalau aku memiliki seorang kakak. Dia penguasa alam semesta Ender End. Ibuku yang dulu telah mati dibunuh saat perang besar melawan Netherwath." Jelas ku,


"Benarkah? Informasi yang menyenangkan. Aku ingin bertemu dengan kakakmu itu. Jika dia kakakmu, maka dia anak tiri ku. Sama sepertimu. Dan juga.. aku ingin melihat wajah anak kandungku atau bisa dibilang adikmu, Nakano. Umurnya di bawah 3 tahun dari mu." Jelas Ibuku,


"Karena itulah. Nakano, kapan-kapan ajak aku agar aku bertemu dengan Kakakmu itu." permintaan ibuku,


"Iya. Tak hanya itu. Aku akan membawa Adikku yang menjadi raja itu agar mengingat kalian lagi. Lagian urusanku disini belum selesai." Kataku,


"Iya, akan ibu tunggu." kata ibuku,

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan masuk. Aku sedang membuat makan siang. Makanlah bersama kami." kata ibuku pada Tohka dan Sei,


"Baik, terimakasih tawarannya." kata mereka berdua.


__ADS_2