Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 128, Spiral God Tower (New Arc)


__ADS_3

Dua bulan berlalu dan aku diumumkan oleh ibuku kalau Spiral God Tower telah membentuk dirinya dan siap ditantang olehku. Akhirnya... Wynox, kita akan segera bertemu lagi. Aku akan pastikan kalau kau akan kalah di tanganku!


Sebelum aku pergi, aku berpamitan oleh semuanya disana karena aku akan pergi ke sana sendirian selama beberapa bulan. Aku berpamitan dengan mereka di tempat organisasi Galaksi.


"Nakano, jaga dirimu baik-baik ya." kata Kurumi sebelum aku pergi,


"Baiklah." jawabku,


"Pastikan kamu bisa bertahan hidup disana.",


"Kalahkan 5 penghuni itu!",


"Jangan kalah, anakmu disini menunggu." kata Artoria tiba-tiba semuanya melihat ke arah Artoria dengan tatapan sinis,


"Baiklah baiklah. Kalian terlalu khawatir. Aku akan baik-baik saja. Aku yakin.".


Sei maju ke arahku dan menyerahkan penutup mata satu kepadaku.


"Ini.. pakailah! Identitasmu akan terbongkar sebagai pemilik mata waktu nanti dan itu bisa gawat!".


Aku menerima itu dan tersenyum ke arahnya.


"Terimakasih, Sei." kataku sambil mengelus kepalanya.


Aku melihat ke yang lainnya dan berpamitan.


"Kalau begitu, aku akan pergi dulu." kataku.


......................


Ini adalah penjelasan sedikit tentang menara Spiral God Tower:


—Pertama-tama setiap tahun hanya ada beberapa orang saja yang menantang disana, setiap tipe ahli dalam satu hal, Bela diri, sihir, senjata, dan lain-lain. Walaupun begitu, saat didalam menara nanti kami tak bertarung bersama tapi kami bertarung sendirian dengan tujuan masing-masing. Saat didalam, akan ada 5 lantai bertarung dan 5 lantai tambahan untuk beristirahat jadi totalnya ada 10 lantai. 5 lantai tambahan yang bertujuan untuk tempat istirahat itu hanya akan bertahan 3 jam dan di dalam sana juga penantang harus bertahan hidup seperti di alam liar. Di sana hanyalah hutan belantara yang penuh pohon dan hewan tentunya serta monster-monster level rendah hingga tinggi. Para penantang takkan melihat penantang lain karena mereka dikirimkan ke dimensi yang berbeda. Saat penantang telah berada dipuncak menara, menurut rumor, orang itu akan menjadi dewa atau semacamnya dengan jabatan yang lebih tinggi lagi atau ada yang bilang semua permohonan penantang itu akan terkabulkan.


...----------------...


Aku pergi berjalan menuju ke sebuah portal besar yang mana ada banyak orang disana juga. Aku menatap ke arahnya dengan tegang sebelum menghembuskan nafas dan masuk ke dalam dengan pelan dan gugup serta tegang.

__ADS_1


"Sampai jumpa!",


"Bye!",


"Selamat Tinggal!".


Kata semuanya saat aku masuk. Suara itu menghilang setiap aku menutupkan mataku karena silau. Suaranya.. tak terdengar lagi.. dan aku pun membuka mata menemukan sebuah menara yang amat sangat besar berdiri di hadapanku. Aku keluar dari portal dan terpesona dengan menara itu. Aku melihat ke kiri dan ke kanan banyak orang yang baru saja berteleportasi kemari. Semuanya sedang berbicara atau mengobrol atau sedang berpamitan dan lainnya. Orang terpilih ya.. Kurasa penantangnya tak hanya orang-orang yang terpilih... Kira-kira akankah ada tes yang menunjukkan kalau beberapa orang boleh dan tidak?


Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengumumkan sesuatu dengan keras.


"Test.. test.. test..." kata suara itu, aku tak tahu siapa dia tapi kurasa dia adalah penyelenggaranya.. tapi.. bukankah tidak ada?


"Baiklah.. Etto... para hadirin... dimohon untuk mengantri di depan pintu masuk. Pintu masuk disini ada 4 arah yang mana itu adalah 4 arah mata angin. Dimohon untuk mendaftarkan diri.".


Daftar? Aku pun mengikuti apa yang suara itu katakan. Daftar? Apa maksudnya? Inikan menara yang dibangun oleh alam sendiri kenapa harus ada hal semacam ini? Apa tujuan suara itu?


Setelah beberapa jam akhirnya aku bisa mendaftarkan diri juga. Antriannya panjang.. Aku melihat semuanya sedang duduk atau melakukan sesuatu. Aku merasa seperti orang yang terpisah dari pergaulan disini.


"Baiklah..." kata suara itu datang lagi.


Bagus suara! Kamu datang diwaktu yang tepat!


2400 orang?! Seramai itu kah yang mendaftar?!


"Kalau begitu.. tesnya akan segera dimulai.".


Deh.. hanya itu?!


"Kalau begitu semuanya... mulailah untuk saling mengeliminasi!" kata suara itu,


"... Eeee... kami disuruh apa? Bagaimana cara mengeliminasinya?" tanya seseorang disana,


"Hmm... Etto...".


Kau tak tahu kah?!


"Ahah.. ini dia.. buat musuhmu terluka atau pingsan atau.. mati.",

__ADS_1


".. Dan.. kapan mulainya..?",


"Se-ka-rang!".


Semuanya terdiam dan langsung berperang satu sama lain dalam waktu singkat. Rencanaku? Berusaha untuk menghindari pertarungan bagaimanapun caranya. Karena... aku takut hilang kendali dan membuat keributan.


Tiba-tiba ada seseorang yang datang mencoba menyerangku dari belakang. Aku meloncat ke samping melewatinya dan menendang leher belakangnya membuat dia pingsan. Aku turun ke tanah dan melihat pertarungan disana sampai memenuhi syarat sambil menyembunyikan hawa keberadaan. Dan alhasil, aku berhasil masuk ke dalam persyaratan yang mana hanya boleh ada 300 penantang yang tersisa dengan satu orang yang dikalahkan. Yah setidaknya aku menghemat energi ku lebih banyak. Lagian ini hanyalah awalnya, awal yang mudah. Pertarungan yang sesungguhnya akan dimulai saat di dalam.


"Baiklah ke 300 peserta, silahkan masuk dan semoga sukses.. itu pun jika kalian sukses."


Kami semua masuk dengan pintu yang berbeda dan saat aku masuk, aku tak bisa melihat para penantang yang lain. Di sana, aku melihat ke kiri dan ke kanan sebelum melihat ke depanku sendiri dan terkejut. Lawan pertamaku di lantai pertama adalah... sosok yang aku kenal... ibuku...


Sosok ibuku berdiri disana sambil tersenyum dengan memegang pedang.


"Nakano.. Kamu berhasil masuk!" katanya,


"Ibu!".


Aku hendak berlari ke arahnya tetapi ibuku menghentikan pergerakan ku.


"Nak, fokuslah.",


"Eh?",


"Ibu disini bukan untuk berbicara denganmu.. tetapi sebagai musuh pertamamu.",


"Tidak.. bohong kan? Aku baru saja.. antusias..",


"Sayangnya begitulah.. Tapi tenang saja, ibu akan terus berada di alam itu kau ingat?".


Seketika yang awalnya aku patah semangat, kini melihat harapan lagi.


"Ya.. itu benar!",


"Karena itu.. sekarang.. tunjukan kemampuanmu Nak! Tunjukan kepada ibumu ini! Bunuh aku!",


"Ya! Aku akan membunuhmu, ibu.".

__ADS_1


-------


*Maksud yang digaris miring itu adalah kata yang memiliki makna lain Jangan salah paham!*


__ADS_2