Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 88, Masalah Kedua


__ADS_3

Aku dan perempuan itu melihat satu sama lain dengan wajah terkejut. Seketika, ada dua orang yang datang ke dekat perempuan yang aku tabrak dengan tidak sengaja. Dua orang itu salah satunya pria dan yang lainnya perempuan. Perempuan yang mendekat itu memiliki rambut pirang pendek dengan pakaian santai, perempuan itu adalah perempuan yang membacakan doa saat itu. Sedang si laki-laki, dia adalah orang yang dapat mengeluarkan api dari bawah kakinya, memiliki rambut kaku berwarna hitam dengan gigi yang mirip dengan gigi seekor hiu.


Mereka berdua berlari mendekati perempuan yang aku tabrak dengan tidak sengaja.


"Oi, Sanae, kamu baik-baik saja?" tanya lelaki itu sambil berlari mendekatinya.


Saat mereka sampai di dekat perempuan yang bernama Sanae itu, mereka langsung membungkukkan badannya dan meminta maaf.


"Maafkan teman kami! Dia sangat susah diatur layaknya seekor kucing yang belum terlatih. Maafkan teman kami!" kata mereka berdua.


Sei mengangkat tanganku, membantuku berdiri. Aku menepuk celanaku, membersihkannya dari debu.


"Ya. Aku akan memaafkannya. Lagian ini juga salahku karena berlari tak melihat ke depan." kataku,


"Maafkan kami!".


Disaat perempuan yang aku tabrak sedang duduk sambil mendengarkan kami, dia menyela.


"Shiro, kenapa kamu minta maaf kepadanya?!".


Laki-laki yang bernama Shiro itu memukul kepala perempuan itu sambil bilang:


"Dia itu orang tak bersalah! Kamu seharusnya minta maaf juga!" katanya dengan tegas,


"Kenapa aku harus minta maaf kepada musuh?!",


"Hentikan omong kosong mu!" kata Shiro lalu memukul dengan keras sekali lagi,


"Aduh!" reaksi Sanae dengan cepat,


"Kita masih belum memiliki bukti kuat tentang apa yang kamu bicarakan! Jika dia memang salah satu dari mereka dia pasti memakai pakaian putih yang aneh itu! Dan lagi, mereka takkan pernah bermain-main kecuali disaat yang berbahaya!".


Halo? Aku masih disini loh...


Apa yang mereka bicarakan? Mereka? siapa? Sepertinya, mau tak mau aku harus ikut campur masalah ini. Tetapi aku memerlukan informasi dari mereka. Tetapi... jika aku bertanya kepada mereka, aku akan dicurigai dan ditangkap oleh mereka. Aku tidak boleh tertangkap! Aku sudah berjanji kepada yang lain kalau aku akan menjaga diriku, aku tak boleh bertindak gegabah. Tetapi... aku benar-benar kekurangan informasi, sepertinya tak ada jalan lain lagi, aku harus menanyakannya.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan?" tanyaku secara langsung,


"Ah... apakah kamu tidak tahu?" tanya Shiro,


"Ya. Aku pernah dituduh kalau aku anggota GsK oleh kakak perempuan itu." kataku sambil menunjuk ke arah Sanae.


Tiba-tiba Shiro melihat ke arah Sanae dengan penuh amarah.


"Saaa.... Naaa... Eeeeee!" katanya,


"T-tu--",


"KAMU INI!!!!".


Setelah beberapa saat, kepala Sanae penuh dengan benjolan tingkat. Shiro telah tenang. Dia menghela nafas.


"Maafkan teman kami ini. Dia memang suka mencurigai orang.",


"Hehehe..." tawaku dengan Sei merasa kasihan kepada Sanae,


"Ah. Itu... kami ada alasan tersendiri yang tak bisa dibilang. Sangat sangat rahasia...",


"Begitu ya.".


"Begitu ya." itu... Reaksi yang tak biasa...


"Kalau begitu, kami permisi dulu." kata Shiro lalu dia berjalan sambil menarik baju Sanae.


Disaat mereka berjalan. Shiro dan perempuan pirang itu berbicara sambil berbisik.


"Shiro... itu...",


"Ya. Mereka bukan orang biasa tetapi aku yakin satu hal, mereka tak ada hubungannya dengan GsK.".


Dan di tempatku berada. Sei yang mendengarkan semuanya merasa sedikit bingung dengan situasinya. Dia memiliki banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Nakano....",


"Jika kamu memiliki banyak pertanyaan, aku akan menjawab semuanya. Kini kita ada masalah baru, masalah pertama kita setelah datang kesini.".


Sei tersenyum dan menjawab dengan tulus.


"Ya...".


Aku dan Sei melanjutkan kencan kami, berjalan melihat pemandangan kota dan yang lainnya. Kami berdua datang ke menara tertinggi disini. Kami masuk dengan 2 koin perak dan pergi ke atas.


Saat berada dia atas, kami melihat ke arah Utara, dimana arah itu berlawanan dengan arah istana. Kami melihat sebuah bangunan besar seperti kuil Mesir dengan pipa besar sampai kecil yang masuk ke dalam dan keluar. ada 7 pipa dari besar sampai kecil ditempat yang acak yang mengeluarkan asap hitam. Alam Semesta ini benar-benar alam semesta abad pertengahan. Uap, gerigi, pipa, dan api, semuanya serasi. Aku terpesona sedikit dan terkejut, memikirkan betapa beratnya menjadi penguasa alam semesta.


Paman Inara memerlukan riset yang 100% yakin akan berhasil untuk memajukan teknologi Alam Semestanya dan itu pasti berat. Memerlukan riset lebih jauh dengan mencoba dan mencoba, dan semua orang pasti tahu kalau percobaan takkan berhasil dalam sekali coba. Paman Inara... sebanyak apa kamu telah melakukan percobaan demi tempat kuno ini? Saat aku berpikir tentang itu, aku keringat dengan ayahku. Aku merenung.


Sei melihatku sedang sedih atas sesuatu. Dia yakin kalau itu pasti karena ayahku. Dia memegang tanganku. Tangan hangat dan lembutnya menemani tanganku yang kasar dan besar.


(Tangan Nakano... besar... dan kasar... entah kenapa rasanya berbeda sekali dengan tangan laki-laki yang lainnya...).


Aku dan Sei bergandengan tangan sambil melihat ke kuil kuno itu lagi.


Aku ingin menjadi penguasa 2 alam semesta, Bimasakti dan Fantasym. Aku telah berjanji kepada ayahku kalau aku akan mewarisi alam semesta miliknya, tetapi aku yang sekarang masih belum cukup kuat untuk mengemban tugas itu. Aku harus menjadi lebih kuat dan lebih pintar lagi agar menjadi penguasa alam semesta yang layak bagi Fantasym dan juga... Bimasakti.


Bimasakti... aku tak tahu kamu ada dimana, tetapi aku berjanji. Setelah aku mengalahkan Wynox... aku berjanji... akan menjadi penguasa disana! Tunggu saja! Aku takkan menyerah! Ayah... jika kamu berada di posisiku, kamu takkan menyerah... benar bukan?


"Kalau begitu, ayo pulang." kata Sei.


Aku melihat ke arah Sei yang tersenyum manis, berpikir betapa manisnya saat dia tersenyum. Ini mungkin pertama kalinya aku melihat senyumannya itu. Bibirnya yang lembab itu sangat menggoda.


"Ayo." jawabku.


----


Perubahan jadwal!


Novel ini akan update setiap pagi jam 01.00-03.00. Aku, Author Z, akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan jadwal baru ini!

__ADS_1


__ADS_2