
Saat aku masuk ke dalam, aku membuka mataku dan melihat seseorang dengan jubah yang sudah tua dan sobek-sobek. Dia melayang di udara. Siapa?
"Siapa kau?" tanyaku,
"....".
Dia tak menjawab pertanyaan ku, melainkan mengangkat tangannya ke udara. Tiba-tiba ada 4 buah bola api hitam dengan 2 berada di sisi yang berbeda. Dia mengayunkan tangannya ke arahku dan tiba-tiba bola-bola itu meluncur ke arahku.
Aku menebas semua bola api yang meluncur ke arahku tetapi setelah mereka ditebas mereka meledak. Hal itu berada diluar dugaan ku.
Aku terpental ke belakang dan langsung bangkit saat itu juga.
Bola api... di tambah lagi hitam... tak ingin berbicara... aku hanya bisa yakin satu hal... Tidak, itu tidak mungkin... memangnya apa hubunganku dengan nya? Tapi... aku hanya merasakan kalau dia adalah orangnya... Tiba-tiba aku mengingat beberapa kalimat ibuku.
"Dia adalah pria yang dingin dan hangat disaat bersamaan, juga kuat... Ibu mencintainya amat sangat mencintainya...".
Tidak salah... lagi... itu Ayahku... tetapi kenapa dia ada disini....
"Ayah!" kataku berteriak ke arah pria berjubah,
"....".
Kepalanya bergerak sedikit ke arahku.. apakah dia menjawabnya?
"Ayah... apa itu kau..? Jawab aku!",
"...... Ayah?".
Dia menjawabku! Yosh! Lanjutkan!
"Iya! Kau ayahku bukan?!",
"... Kenapa menurutmu aku ayahmu?",
"Itu.. karena aku memiliki beberapa alasan sederhana..",
"... Bagaimana alasan sederhana mu itu bisa meyakinkan dirimu sendiri kalau aku ayahmu..?",
"Ibuku pernah bilang kalau ayahku adalah penguasa elemen enchant gelap, juga baik.. dingin... dan hangat disaat yang bersamaan...",
__ADS_1
"....? Aku tak mengerti apa maksudmu..",
"Tentu saja karena aku masih belum bilang alasannya secara keseluruhan!",
"....",
"Kalau begitu.. aku tak tahu kamu ayahku atau bukan.. tetapi kenapa kami bisa berada disini? Aku belum pernah ketemu ayahku atau mencari informasi tentang ayahku dan jika kamu bukan ayahku kenapa kamu bisa disini?",
"....",
"....?",
"Hufft... sepertinya tak ada jalan keluar lagi, aku akui kepintaran mu anakku...".
Apakah... aku benar..?!
"Aku ini... ayahmu...".
Entah senang atau sedih... aku tak tahu harus bereskpresi seperti apa...
"Alasan aku bisa berada disini... kurang lebih karena aku adalah ayahmu yang telah lama hilang...",
"Tetapi kemana ayah menghilang?",
"Bima... Sakti..? Kenapa?!",
"Aku juga tak tahu... aku dalam perjalanan pulang karena biasanya aku memang tak memakai portal, aku terbang dengan kecepatan cahaya dengan pelindung sekeras berlian menutupi seluruh tubuhku, melintasi galaksi dan melewati black hole milik Bimasakti... tetapi... black hole milik alam semesta Bimasakti sangat kuat sehingga dapat menyeret ku ke dalam dan akhirnya mati...",
"Begitu ya.... Padahal saat itu... ibu...",
"Ya.. aku tahu... aku sangat merasa bersalah.. dia sedang berusaha keras untuk semuanya tetapi aku malah tak datang melainkan terseret ke dalam lubang konyol..",
"...",
"Dan... pedangmu...",
"Ah.. ini Excusifer...",
"Ya.. aku bisa mengetahuinya dalam sekali lihat karena aku sendirilah yang menempanya sebagai hadiah ulang tahun dan peringatan dia menjabat sebagai penguasa alam semesta. Tentu saja dia harus memiliki kekuatan yang kuat sebagai penguasa bukan?",
__ADS_1
"... Ya.. benar... Tapi kini pedang inilah partner terbaikku. Dia membantuku dalam melakukan perjalanan.. tetapi...".
Aku mengingat saat-saat aku bertarung dengan Wynox pertama kalinya. Saat itu.. bilah Excusifer patah...
"Aku tak tahu apa yang kamu pikirkan tetapi itu pasti sesuatu yang susah dibilang... Jangan memaksakan dirimu..".
Ibu benar... mungkin sifat ayah sedikit dingin tetapi... hangat disaat bersamaan...
"Kalau begitu, ayo selesaikan ini dengan pertarungan.. Ayah ingin melihat kekuatanmu.. jangan menahan dirimu.. oke?",
"Ya... Ayah juga jangan menahan diri! Aku ingin menjadi lebih kuat! Karena itu, ayo bertarung!",
"Ayo bertarung!" kata kami bersamaan.
Aku langsung maju ke arah ayahku dengan Excusifer di sampingku siap untuk menyerang. Aku mengayunkan pedangku ke arahnya, tetapi ditahan hanya dengan satu jarinya saja.
Aku terkejut sebentar lalu menarik niat menyerangku dan mundur ke belakang. Kuat...
"Hanya segitu?" tanyanya.
Tiba-tiba muncullah bola api yang mengelilinginya beberapa kali dengan cepat, yang kemudian meluncur ke arahku. Aku lebih baik menghindarinya, aku takkan melakukan hal yang sama lagi.
Aku menghindari arah datangnya bola di titik yang berbeda. Aku berhasil menghindar dan melihat ditempat aku sebelumnya berdiri meledak cukup besar.
Aku langsung berteleportasi ke dekat ayahku dan langsung mengayunkan pedangku. Ayahku yang sepertinya menduga hal itu, langsung menahan serangan ku dengan bola api yang terbang ke arahku. Sejak kapan?!
Akibatnya, aku terpental ke belakang cukup jauh tetapi aku langsung bangkit lagi.
Aku menggunakan kemampuan Manabe untuk menyerangnya. Aku menyerangnya dengan pedang yang berapi. Seperti biasa, bola api tercipta dan langsung menyerangku tetapi kali ini aku menebas bola-bola itu. Terjadi ledakan di udara, ayahku menjauh dari area ledakan. Dia melihat sesuatu hitam berwujud manusia akan keluar dari area ledakan, ya itu aku. Ayahku tak begitu terkejut seakan-akan dia telah menahan dirinya selama ini.
Aku maju menyerangnya dengan elemen api membakar sekitarku. Dia menghindari serangan ku dan serangan terakhirku ditahan oleh air hitam. Air hitam itu menjadi embun dan kekuatanku melemah. Hukum alam ya... Jika dia menggunakan elemen air, aku bisa memanfaatkan electro-charge.
Electro-charge, semacam elemen gabungan yang menyebabkan listrik yang mengenai air membuat arusnya sendiri. Singkatnya, disini pengguna kekuatan listrik atau Electro akan diuntungkan.
Aku mengeluarkan listrik dari pedangku dan menyerangnya, tetapi dia malah mengeluarkan elemen api. Apakah dia mencoba membunuhku dengan Overblow?!
Overblow, ledakan yang diciptakan oleh gabungan listrik dan api. Api akan membakar apapun termasuk listrik, tetapi elemen listrik membuat tekanan apinya tidak stabil. Membuat api menjadi lebih kuat dan lebih susah untuk dikendalikan. Jika tak bisa dikendalikan, maka ledakan cukup besar akan terjadi.
Aku berteleportasi ke belakangnya menghindari Overblow. Lalu menyerangnya dengan elemen gelap. Kegelapan menyelimuti pedangku dan menjadikannya lebih kuat. Aku mengayunkan pedangku yang diikuti oleh ekor gelap. Aku menyerang ayah bertubi-tubi, tetapi dia menahannya dengan tinjuan yang dibalut kekuatan gelap. Yosh, sepertinya aku membuat kemajuan sedikit!
__ADS_1
...----------------...
Yes.. inilah... arc terakhir dari novel ini. Setelah pertarungan mereka berdua selesai maka saat itu juga novel ini akan ditutup. Aku berencana membuat lanjutan novel ini tetapi aku perlu menunggu sampai ±7 bulan lagi sebelum membuat novel baru. Untuk info lebihnya aku akan memberi tahu kepada kalian setelah novel ini melewati bagian akhirnya.