Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 68, Informasi Aoi


__ADS_3

Ditengah malam yang gelap dan sunyi. Aku dan teman-temanku sedang tidur beristirahat di goa yang kami masuki. Dengan api unggun yang telah meninggalkan sisa kayu bakar di dekat kami. Kami tidur dengan pulas.


Secara tiba-tiba, aku terbangun dari tidurku. Aku melihat ke kanan dan ke kiri, melihat teman-temanku sedang beristirahat dengan tenang. Aku entah kenapa aku tak bisa tidur. Saat itu, sambil melihat wajah imut mereka yang tertidur, aku berpikir beberapa hal. Seketika, aku mengingat kalau Aoi bilang sesuatu yang spesial. Apa maksud dari perkataannya itu?


Aku terganggu kepada perkataan Aoi itu. Aku pun terambil alih oleh rasa penasaranku. Aku memutuskan untuk pergi ke tempat Aoi.


Aku membawa pedangku yang tergeletak di sampingku. Aku menutup mata dan berteleportasi dengan senyap tak ada suara ke tempat Aoi. Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di tempat Aoi. Aoi mendengar aku dan dia terbangun. Dia melihat diriku yang berada di depan bawahnya.


"Semalam pagi... Nakano." kata Aoi,


"Tidak. Ini bukan pagi loh." kataku,


"Bukan pagi? Jadi ini masih tengah malam?",


"Ya. Begitulah.",


"Begitu... Kenapa kamu ada disini?",


"Aku ini merasa terganggu dengan kata-katamu sebelumnya.",


"Itu berarti aku telah menyinggung dirimu?",


"Tidak, maksudku aku merasa terganggu di hal lain. Kamu masih ingatkah saat kamu bilang sesuatu yang spesial akan diberikan kepadaku setelah aku membantumu?" tanyaku,


"Ya. Aku ingat.",


"Itulah yang mengganggu pikiranku. Aku terus memikirkannya.",


"Begitu kah... Maaf ya. Maksud dari spesial adalah tentang pedangmu dan ibumu.",


"Kamu kenal ibuku?",


"Ya. Aku kenal dia sangat dekat. Sebaiknya kamu duduk dulu. Mari berbincang beberapa hal.


Aku pun duduk dengan santainya.


"Aku dulu temannya. Dia adalah orang yang berwibawa dan bertekad besar, ya walaupun ayahmu lebih besar lagi." katanya memulai perbincangan,

__ADS_1


"Ayahku? Maksudmu... Sakamaki Izayoi?",


"Ya. Dia dulu adalah bocah gila yang tertarik dengan hal-hal gila. Kebanyakan yang dia lakukan itu adalah sesuatu yang bisa dibilang mustahil untuk orang lain lakukan, tetapi dia menunjukkannya yang mustahil itu menjadi mungkin. Dia adalah orang kuat yang cerdik dan gila.",


"Begitu kah...",


"Ya. Ibumu juga begitu, tetapi dia adalah orang yang disiplin dan baik hati. Tekadnya besar dan selalu mencapai sesuatu yang mustahil. Tapi sayangnya dia telah tiada.",


"Ya. Jika aku menemuinya lagi... aku ingin bertanya banyak hal kepadanya dan menceritakan hal-hal yang telah kulakukan selama ini.",


"Dia itu pasti melihatmu dari atas sana. Pasti.",


"Terus. Selain ibuku...",


"Ya. Pedangmu. Pedangmu itu adalah bekas milik ibumu. Pedang itu telah berada di tangan Asuha selama lebih dari 15 tahun. Jadi saat aku melihat pedangnya lagi dan berada di tanganmu, aku melihat sosok ibumu. Kau memiliki ketenangan seperti ibumu dan kepintaran seperti ayah tiri mu. Tetapi dari mana tekad mu itu muncul?",


"Darimana...?",


"Dari ayah kandungmu.",


"Ayah kandungku?",


Oh iya. Jika dipikirkan kembali... aku tak pernah mendapatkan informasi tentang ayah kandungku sendiri. Banyak informasi yang ku terima mulai dari ibuku, tetapi aku tak pernah mendengar adanya informasi tentang ayah kandungku sendiri.


"Kamu penasaran bukan. Dia itu sama seperti ayah tiri mu. Tetapi bedanya, dia menguasai elemen api hitam dan petir hitam. Jika ayahmu yang sekarang dibandingkan ayahmu yang dulu itu, maka lebih kuat ayahmu yang dulu.",


"Benarkah?",


"Ya. Dia telah menyelamatkan banyak alam semesta dan telah berkeliling ke seluruh alam semesta, kecuali Bimasakti. Tetapi entah kenapa suatu hari dia dianggap sebagai penjahat setelah dia menikah dengan ibumu. Dia mencari tahu tentang alam semesta Bimasakti tetapi berakhir dituduh sebagai penjahat. Tak ada yang tahu alasannya, rumornya mengatakan kalau dia telah berhasil ke alam semesta Bimasakti tetapi dia membunuh banyak orang disana. Tak ada yang tahu.


Suatu hari, setelah bulan madu dengan ibumu, dia di pagi hari menghilang begitu saja tanpa jejak. Dia meninggalkan sebuah surat untuk ibumu, tetapi ibumu tak memberitahu kakakmu atau bahkan dirimu apa isi surat itu. Dia menghilang begitu saja dan tak pernah dilihat kembali. Diapun dianggap mati menghilang tanpa jasad.",


"Begitu ya. Kehilangan orang yang dicintai dengan tiba-tiba pasti sangat sulit.",


"Ya. Dan juga rumor mengatakan kalau ayahmu itu ras manusia, sehingga saat penguasa alam semesta Ender End sebelum ibumu yang menjadi ayah ibumu, marah besar dan dianggap sebagai penjahat. Itu hanya rumor. Ibumu sangat menyayangi dan mencintai ayahmu. Jadi karena itu, dia menjagamu dan kakakmu sampai besar, itu yang dia harapkan. Tetapi takdir tak menerimanya dan memilih untuk membunuhnya sebelum harapannya tercapai. Harapan ibumu adalah... kau tumbuh menjadi orang kuat, pintar, dan bertekad besar, seperti ayahmu itu. Dan kini itu disebut dengan Ender Wish.",


"Ender Wish... harapan dari para ras Ender..." gumam ku,

__ADS_1


"Ya. Itu benar. Dan kamu ada disini, berdiri disini sebagai Ender Wish.",


"Ya. Terimakasih Aoi. Kamu telah memberikan informasi yang berguna.",


"Tidak. Itu tidak seberapa. Aku hanya memberikan informasi yang aku bisa berikan kepadamu. Dan jika kamu ingin mendapatkan informasi lebih, sebaiknya kamu datang ke Spiral God Tower.".


Saat Aoi bilang itu. Aku merasa Aoi mengetahui sesuatu. Aku terkejut dan kemudian menanyakannya dengan cepat.


"Apakah kamu tahu sesuatu tentang itu?!",


"Ya... Sedikit saja...",


"Bisakah kamu memberitahuku?!",


"Ya. Aku bisa... Ada apa? Kamu kelihatannya terkejut saat aku bilang nama menara itu.",


"Aku sebenarnya ingin pergi ke sana, tetapi aku tak tahu tempatnya dimana.",


"Menara itu tak memiliki tempat.",


"Eh? Apa maksudnya?",


"Menara itu bertahan selama 30 hari setiap 2000 tahun sekali. Lantainya ada 5 tetapi ujian setiap lantainya sangatlah susah. Biasanya menara itu akan berdiri sendiri di alam semesta buatannya sendiri. Sehingga orang yang datang ujian, bisa boleh mengerahkan seluruh kekuatannya tanpa ada yang terluka, karena alam semesta itu tak ada mahkluk hidupnya.",


"Lalu. Apa lagi yang kamu tahu?",


"Ibu kandungmu pernah masuk ke dalam menara itu, tetapi dia hanya sampai pada lantai ketiga. Ayah tiri mu sampai di lantai ke 4 tetapi gagal di lantai ke 5. Tak ada yang tahu apa yang ada di dalam menara itu. Pemain yang gagal termasuk ayahmu dan ibumu dihapus ingatannya oleh menara itu. Sehingga sampai kini, tak ada yang tahu siapa yang menjaga lantai-lantai nya itu. Itulah yang aku tahu. Kalau kau mau bertanya kepada ayahmu, sebaiknya jangan. Dia tak ingat apa yang terjadi saat dia masuk ke dalam menara.",


"Begitu ya... Terimakasih banyak. Aoi. Aku akan kembali ke tempat kemahku. Jika aku terlalu lama disini, kasihan Sei nantinya.",


"Ya. Sampai jumpa besok.".


Aku langsung pergi tanpa berpamitan panjang lebar. Aku telah menyerap informasi yang diberikan Aoi yang sekaligus menjadi imbalan ku karena telah membantunya. Aku berteleportasi kembali ke goa yang aku dan teman-temanku tempati.


Saat sampai, aku melihat teman-temanku sedang tidur dengan pulas nya dan entah kenapa, tanpa alasan yang jelas aku tersenyum saat mereka tidur.


Tiba-tiba, suatu cahaya datang dari belakangku. Aku melihat cahaya itu dan menyadari kalau itu adalah matahari di alam semesta ini. Hari kami sudah datang.

__ADS_1


Angin segar pagi yang berhembus dengan lembut dari arah kananku. Hari ini adalah hari penetasan telur yang juga menjadi hari perpisahan kami dengan Penguasa Alam Semesta, Kinase Aoi. Tetapi aku lupa menanyakan sesuatu kepada Aoi secara langsung. Apa yang akan terjadi kepada dia jika telur-telurnya menetas dan kami sembuh? Apakah dia akan terus berada di dalam tempat itu selamanya atau... dia mati? Aku akan segera mengetahui jawabannya.


__ADS_2