
Sebelum aku bangun dari mati suri ku. Nakano Wynox merasa bersalah walaupun begitu, dia tetap ingin membunuhku bagaimanapun caranya. Dia memanggil namaku terus menerus.
"Sakamaki... Sakamaki... Sakamaki! SAKAMAKI!".
Dan dengan itu pun, dia dipenuhi amarah. Dia berlari ke arahku dengan cepat dengan belati disampingnya.
Anna meloncat mundur ke belakang dan mengarahkan pistolnya ke arah Wynox. Dia menarik pelatuk pistolnya dan menembaknya. Tentu saja Wynox bisa menghindarinya. Dia menunduk tepat di bawah peluru dan berlari ke arahku lagi.
Anna menembaknya lagi, kali ini berturut turut. Dia menembaknya lagi. Wynox tak bisa menghindari semuanya, dia memutuskan untuk membuat tembok dari tanah. Secara instan, tembok yang terbuat dari tanah terbentuk di depannya.
Anna mengeluarkan kemampuan mata waktunya, Infinity Arrows, dan menyerang Wynox. Wynox terdesak sehingga tak memiliki pilihan lain. Dia menggunakan elemen tanah untuk membuat balok panjang yang menyerang perut Anna.
Wynox membuat balok panjang untuk melumpuhkan Anna di bagian perutnya. Anna menyadarinya melewati getaran tanah, dia meloncat ke atas untuk menghindarinya. Wynox benar-benar tak memiliki pilihan lain.
Wynox menggunakan elemen Listrik untuk menyambar Anna. Tepat saat Anna hampir di serang oleh listrik Wynox, Artoria menggunakan pedangnya untuk mengalirkan listriknya ke pedangnya. Walaupun begitu, mereka berdua terdorong ke tanah dengan keras.Mereka berdua berdiri.
"Kau baik-baik saja Anna?" tanya Artoria,
"Ya.. aku terselamatkan.",
"Sebaiknya kamu tak menyerangnya sendirian. Kau ingat kan kalau kau memiliki teman yang bisa diandalkan?",
"Ya aku ingat.".
__ADS_1
Sei dan Tohka berdiri dan ikut bertarung.
"Semuanya... aku mengandalkan kalian!" kata Anna,
"Baik.",
"Baik.",
"Baik.".
Jawab Artoria, Sei, dan Tohka secara bersamaan. Mereka berempat, termasuk Anna, melihat ke arah Wynox dengan sinis. Wynox menatap balik mereka dengan sinis pula.
Artoria berlari menyerang Wynox. Wynox menciptakan duri-duri tajam dari tanah untuk membuat Artoria mundur. Wynox menyadari sihir ada di belakangnya. Portal berwarna emas dan dengan cepat portal itu mengeluarkan sebuah pedang tajam, itu milik Sei. Wynox menunduk ke belakang dan melihat ke atas. Dia melihat portal putih di atas tubuhnya. Portal itu dengan cepat mengeluarkan peluru dan menyerangnya. Dia menghindarinya dengan melakukan putaran ke belakang.
Tohka menyerang Wynox dari samping. Wynox menahan serangan Tohka dengan elemen angin di tangan kanannya seperti yang dia lakukan kepada pedang Artoria.
Wynox, menggunakan elemen tanah, membuat duri-duri tajam dengan ukuran setara dengan ukuran tubuhnya. Artoria meloncat mundur kebelakang. Sedangkan, Tohka berteleportasi ke bayang-bayang bangunan.
Anna menyerang dari atas dengan 5 portal yang masing-masing mengeluarkan 5 peluru. Wynox menggunakan elemen tanahnya untuk membuat dinding yang melindunginya. Dari sisi samping yang terbuka lebar. Sei menyerang dengan 5 portal yang masing-masing mengeluarkan 5 pedang. Wynox mengeluarkan dinding lagi untuk menghalau serangannya.
Dari depan dan belakang, Artoria dan Tohka menyerang secara bersamaan. Dan disaat itu juga, dinding-dinding yang menahan serangan Anna dan Sei hancur. Serangan dari 4 sisi.
Wynox tidak bisa kemana-mana. Di atas ada serangan dari Anna. Samping kanan ada Anna yang sudah menarik pelatuknya. Samping kiri, ada Sei yang melemparkan pedang-pedang dari portal. Di depannya ada Artoria yang sedang menuju ke arahnya. Di belakangnya, ada Tohka yang maju dengan katana miliknya. Wynox benar-benar tak memiliki pilihan lain.
__ADS_1
Wynox diam. Dia merentangkan kedua tangannya ke samping. Tiba-tiba, ada suatu angin dahsyat yang menghempaskan serangan mereka berempat dari segala sisi. Mereka berempat terlempar cukup jauh kebelakang. Wynox menggunakan elemen angin untuk menghempaskan mereka berempat dan serangan-serangan mereka.
Di tengah pertarungan sengit mereka, pedang Excusifer terbang dengan tegak dan memancarkan cahaya berwarna biru. Excusifer melayang ke atas tubuhku dan terjun disana.
Mereka berlima melihat ke arahku. Aku mengeluarkan cahaya yang sama seperti Excusifer. Warna rambut dan mataku berubah menjadi biru tua. Excusifer lebih bersinar dibandingkan sebelumnya.
Aku memegang Excusifer yang ada di atas tubuhku. Kemudian, aku bangkit dan berdiri. Aku bersiap di posisi menyerang.
Artoria, Sei, Anna, dan Tohka tersenyum dan terduduk. Aku pun mulai bicara.
"Maaf membuat kalian menunggu lama.".
Tak ada respon dari mereka tetapi aku tetap melanjutkan kata-kataku.
"Kalian semua mundur. Biar aku yang menghadapinya sekarang.",
"Kau benar-benar tidak apa-apa? Maksudku, ada yang terjadi dengan warna mata dan rambutmu!" kata Sei khawatir,
"Aku baik-baik saja. Biar aku yang melawannya. Kalian mundur dan pulihkan diri kalian.".
Teman-temanku berdiri dan keluar dari istana. Aku bersiap diposisi menyerang, menatap sinis ke arah Wynox.
"Majulah kesini! Kerahkan seluruh kemampuanmu! WYNOX!" Teriakku.
__ADS_1