
Sementara itu di alam semesta Netherwath. Seorang prajurit disana berlari tergesa-gesa membawakan informasi yang berbahaya bagi alam semesta mereka.
"Baginda Raja, peramal mengatakan ada dua orang yang akan datang dengan kekuatan yang tak bisa dibandingkan!" Kata salah satu prajurit itu,
"Bawa mereka ke hapadanku!" kata Si Raja
"Siap!" kata prajurit itu.
Di Ender End. Aku dan Tohka bersiap untuk pergi ke Netherwath.
"Apa semua yang kamu butuhkan sudah siap, Nakano?" Tanya Kakakku mengingatkan,
"Ya sudah siap semua." jawabku,
"Bagaimana denganmu, Tohka?" Tanya Kakakku kepada Tohka
"Sudah siap semua, Ratu." jawab Tohka
"Tidak perlu memanggilku Ratu...." Kata Kakakku sambil bersenyum kecil.
"Baiklah, Maname." kata Tohka
"Itu baru bagus!" kata Kakakku. "Nah, Sekarang ayo kita pergi ke tempat teleportasi. Nanti tempat itu akan mengantarkan kalian ke Netherwath."
"Kalau begitu ayo kita pergi. Siap?" tanya Kakakku
"Siap!" kataku dan Tohka secara bersamaan.
Kakakku mengambil nafas panjang dan bilang, "TELEPORT!". Dan, seketika kami berpindah ke tempat organisasi Galaksi.
"Kalau begitu, hati-hati dijalan ya!" kata Kakakku sebelum kami pergi. Tohka menganggukkan kepalanya.
"Baiklah." jawab Tohka,
__ADS_1
"Sampai Jumpa!!" kata Kakakku,
"Sampai jumpa."
"Sampai jumpa." kata kami bersamaan.
Kami berdua berpisah dengan Kakakku dan berjalan di lorong yang besar dan luas. Itu kedua kalinya aku datang ke sana. Kami melihat papan yang mengarah ke kanan dan bertuliskan 'Netherwath', yang menjadi tujuan kami kesini.
Kami berjalan ke depan dimana kami melihat portalnya yang berbentuk persegi panjang yang berdiri tegak dan di tengahnya ada sesuatu berwarna ungu yang berputar layaknya Black Hole. Berbeda dengan portal yang menuju ke Ender End, ditengahnya ada sesuatu seperti langit hitam dan banyak sesuatu seperti bintang yang menyelimuti langit itu.
Tohka pun mulai berbicara saat kami sudah didepan portalnya.
" Hei Nakano, maaf tapi mungkin seharusnya aku tidak ikut.". Aku terdiam karena kata-katanya itu. Aku pun bertanya kepadanya.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?",
"Aku tahu kemampuan luar biasa mu saat kamu datang menyelamatkan aku. Tapi aku tidak sebanding dengan itu. Kekuatan yang paling aku kuasai adalah teleportasi yang menjadi kekuatan utama para ras Ender.".,
"Kau pasti tak membutuhkanku kan?",
"Eh?",
"Kau tahu. Semenjak aku berpisah dengan kedua orang tuaku, aku berpikir bahwa mungkin aku tidak akan memiliki seseorang seperti mereka. Tapi itu salah." kataku.
Aku melihat ke arah Tohka dengan tatapan serius.
"Kau adalah pengganti mereka. Kau adalah orang yang berharga bagiku.".
Tohka pun tersipu malu dan memalingkan wajahnya.
"Begitu...kah?..",
"Ya itu benar.".
(Dia menganggapku berharga, rasa senang sekali. Tapi kenapa? aku tak pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya. Apakah ini yang dikatakan dengan cinta? Tapi kalau begitu, maka Nakano juga orang yang paling berharga bagiku.)
__ADS_1
Dia tersenyum kecil sendiri, aku melihat senyumannya yang hanya terlihat setengahnya. Betapa manisnya dia saat dia tersenyum.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Perjalanan kita masih panjang." kataku setelah aku mengulurkan tanganku kepadanya.
Tohka pun menerima tanganku dengan meletakkan tangannya di atas telapak tanganku dan menggenggamnya. Dia menganggukkan kepalanya dan menjawab ku.
"Ayo..." —sambil tersenyum.
Setelah itu, akhirnya kami pun memasuki portalnya dan tiba ke dalam alam semesta Netherwath. Di sana kami sudah di arahkan senjata berupa tombak oleh prajurit disana. Tohka bersembunyi di belakangku dan memegang erat bajuku.
"Apa yang kalian inginkan?" tanyaku.
Seseorang yang berpakaian seperti samurai disana maju ke depan dan berbicara kepada kami.
"Kami ingin kalian datang ke istana. Ini wewenang dari Sang Raja!".
Agar lebih cepat bertemu dengan penguasa disini, aku akan menerima tawarannya saja. Aku pun menerimanya. Kupikir itu adalah sesuatu yang bagus untuk perjalanan aku dan Tohka tetapi aku merasakan firasat buruk.
"Baiklah, bawa aku ke tempat Raja penguasa alam semesta ini!".
Tohka pun memegang bajuku dengan lebih erat. Kami pun dituntun oleh mereka ke tempat dimana Raja singgah.
"Jangan khawatir, aku akan melindungimu jika terjadi apa-apa, mengerti?" kataku dengan berbisik,
"Mengerti, aku juga akan melindungi mu dari belakang." kata Tohka dengan berbisik,
"Terimakasih",
Kami pun sampai ke tempat Si Raja. Ada seseorang yang duduk di depan kursi yang mewah, dan disampingnya ada anak kecil seusiaku menatapku dengan tajamnya.
"Jadi kau orangnya ya?" kata Si Raja,
"Maksudmu?" tanyaku,
"Si Penghancur Alam Semesta." kata Raja.
__ADS_1
"Penghancur Alam Semesta?..",