Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 59, Perjuangan Demi Cinta Pertama


__ADS_3

Keiko menekan pedangku di bilahnya layaknya ada sebuah tombol disana. Pedang itu menjawab dan berteleportasi ke tempat Aoi berada.


Aoi melihatku dengan terkejut. Kulit yang menghijau dan orang yang merasakan panas luar biasa. Aoi menenangkan dirinya dan mendekatkan kepalanya ke dekatku untuk melihat lebih dekat lagi.


"Apa yang terjadi?",


"..." tak ada respon dari Keiko. Aoi melihat ke arah Keiko yang sedang menatap ke bawah penuh rasa bersalah sebelum dia kembali melihat ke arahku. Dia tak bisa melihat mata Keiko karena matanya tertutupi oleh rambut pendeknya.


"Pa..nas.." kataku,


"Cih. Nakano terkena racun tingkat iblis.".


"Ini salahku..." kata Keiko,


"Eh?".


Keiko mengepalkan tangannya begitu kuat dan menangis.


"Ini salahku... Nakano... hisk... jadi begini.. karena... hisk... salahku..." Kata Keiko sambil menangis,


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri.",


"KALAU BUKAN AKU YANG SALAH, TERUS SIAPA?! Andaikan... aku lebih waspada...",


"Aku yang salah. Aku seharusnya tak memaksa kalian. untuk menjalankan misi berbahaya ini. Aku tahu kok perasaanmu itu.".


Aku tak bisa mendengar apapun yang mereka bicarakan. Penglihatanku juga memudar.


"Eh?" gumam Keiko,


"Aku tahu kok perasaanmu itu. Kamu... menyukai Nakano bukan?",


"Eh?",


"Aku tak bisa menjelaskannya tetapi yang penting kita perlu penawar racunnya.",


"Penawar racunnya?",


"Penawar racun itu berada di mahluk yang menyerang kalian itu. Terutama di bagian atasnya. Di sana ada sesuatu seperti kristal. Jika kamu memecahkan kristal itu, kamu akan menemukan genangan air berwarna ungu yang menjadi penawar racun ini.",


"Kristal... ungu...",


"Ini bukanlah waktu untuk berpikir! Kamu hanya memiliki waktu 24 jam sebelum Nakano mati. Kamu harus sudah mendapatkan racun itu.",


"Mati?",


"Ya. Ini adalah pertarungan mu. Lawan atau orang yang kamu sayangi akan mati. Pilihanmu hanya itu. Aku sangat ingin membantu tetapi kau tahu yang terjadi padaku.".


(Benar apa yang dikatakan Aoi! Ini bukan waktunya untuk menatapi nasib. Aku harus menyelamatkannya karena... Dia adalah Orang yang kucintai!).


Keiko kemudian pergi berteleportasi dengan pedangku kembali ke tempat sebelumnya. Tempat yang hijau menjijikkan.


Keiko kembali ke guanya dan berlari ke bagian terluar gua. Dibelakang sihir pemisah itu, Keiko melihat sesuatu yang sangat buruk dan tak bisa dipercaya. Semua hewan yang ada disitu mati, kecuali monster yang menyerang itu. Keiko terdiam tak bisa bergerak maupun berkata. Dia tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Keiko memberanikan diri untuk tetap maju. Dia mundur dan berlari ke luar goa. Dia tak kena racunnya, mungkin sudah hilang. Keiko melihat ke atas, tempat monster itu berada. Monster itu tetap ada disana, entah dia ingin melakukan apa tetapi bagi Keiko ini adalah kesempatan. Keiko pun berenang ke atas mendekati monster itu.


Keiko tak tahu kapan monster itu akan menyerang lagi, jadi dia berinisiatif kalau dia harus berenang dan mengalahkan monster itu dengan cepat.


Saat sudah di bagian paling atas monster itu, Keiko melihat ke bawahnya yang merupakan sesuatu yang dia cari. Keiko mengangkat pedangku, Excusifer dan mengayunkannya ke bawah untuk menghancurkan kristal itu. Tetapi kristal itu tak pecah, tentu saja karena keras. Tetapi Keiko terus mengayunkannya sampai hancur.

__ADS_1


Setelah beberapa ayunan paling kuat Keiko terlontar, kristal itu tak hancur-hancur. Keiko terengah-engah sambil berpikir apa yang sebenarnya ingin dilakukan monster ini. Monster itu tak bergerak, tak terancam, dan bahkan tak menunjukkan reaksi apapun, tetapi kemampuannya barusan itu luar biasa. Apa yang sebenarnya ingin dilakukan monster ini?


Keiko berdiri dengan Excusifer di genggamannya. Tiba-tiba terjadi guncangan di atas. Jarum-jarum itu terangkat menuju ke bagian paling atas monster itu.


Keiko lebih mencari aman daripada sengsara, dia berlari untuk terjun turun dari monster itu. Tetapi saat di ujung, dia tak bisa terjun. Ada suatu dinding tembus pandang di sekeliling monster itu. Keiko dengan cepat berenang ke atas tetapi tak bisa, bagian atasnya juga tertutup.


(Gawat!).


Setelah itu, jarum-jarum itu mengarah ke arah Keiko. Alasan monster ini tetap diam saat Keiko mencoba menghancurkan kristalnya adalah untuk membuat dinding tembus pandang dan menyerangnya.


(Monster ini pintar juga.)


Keiko tak tahu harus apa. Dia kemudian mencoba menghancurkan dinding itu dengan pedangku tetapi tak bisa. Dia tak memiliki fisik yang cukup untuk menghancurkan dinding itu. Keiko terpental ke belakang dengan pedangku yang menjauh.


Keiko berdiri kemudian berlari menuju pedangku. Tetapi disaat perjalanan itu, Keiko tak bisa bergerak. Badannya sangat berat. Monster itu menggunakan sihir gravitasi untuk meningkatkan daya gravitasi di sekitar Keiko.


(Sudah selesai ya? Maaf ya Nakano... aku tak bisa berguna untukmu... Padahal... aku baru saja mendapatkan cinta pertamaku.. Setidaknya kita akan pergi ke surga bersama. Maaf semuanya...).


*Clang* suara sesuatu seperti kaca yang pecah di tengah beratnya badan. Gravitasi itu turun kembali seperti semula.


"Dasar. Nakano itu! Tak bilang-bilang kalau dia akan pergi!" kata Seseorang.


(Siapa? Sepertinya... aku kenal suaranya..).


"Keiko. Apa kau baik-baik saja?" kata seseorang,


"Jangan dibiarkan dong, Anna! Keiko kamu baik-baik saja?" kata orang lainnya.


(Anna? Sedang apa dia disini?).


"Gawat. Keiko sepertinya mengalami keretakan pada tulang rusuknya karena keberatan gravitasi yang terlalu berlebihan.",


"Kalau begitu. Sei, pulihkan dia dengan sihir cahaya mu.",


Setelah itu, orang itu bergerak di dekat Keiko. Keiko tak bisa melihat wajahnya tetapi dapat melihat bayang-bayang nya. Orang itu meramal sesuatu.


"Wahai engkau cahaya. Berikanlah orang ini rasa nyaman dan singkirkan dia dari rasa sakit dan putus asa. Light Healing!".


Keiko pun merasa nyaman dan hangat. Serasa semua bebannya hilang.


(Nyaman... apakah ini.. surga?).


Setelah beberapa menit, akhirnya Keiko bangun dengan disampingnya ada teman-temanku yang lainnya, yaitu Tohka, Sei, Artoria, dan Anna.


"Dimana ini...?" tanya Keiko,


"Ini di atas monster melayang." jawab Tohka.


Keiko melihat ke arah teman-temannya.


"Kenapa kalian ada disini?" tanya Keiko,


"Ya. Ceritanya panjang." jawab Tohka.


Ingatan Keiko mulai membaik. Dia ingat tujuan awalnya dan tujuannya sekarang.


"Haa! Benar juga! NAKANO!" Teriak Keiko mendadak. Dia terbangun dari tidurnya dan terduduk.


"Jangan buru-buru. Kamu menerima luka berat dari monster ini tetapi berkat Sei, semuanya baik-baik saja. Kamu sebaiknya berterimakasih kepada Sei." jelas Tohka,

__ADS_1


"Hehe... bukan masalah kok. Aku hanya membantu teman." kata Sei dengan malu,


"Bukan itu! Aku mungkin baik-baik saja, tetapi Nakano! Dia... dia... Dalam bahaya!" kata Keiko.


Keiko kemudian melihat Anna yang sedang berjalan ke arahnya. Anna kemudian jongkok dan mendekat ke arah Keiko.


"Anna?".


Anna kemudian mengangkat tangannya kesamping dan menampar Keiko dengan amat sangat keras.


"Anna?",


"Ini salahmu kan..? Kamu tadi bilang Nakano dalam bahaya ya... karena salahmu kan...?" tanya Anna,


"Tunggu, Anna! Apa yang kamu lakukan?!",


"BERISIK!!" Teriak Anna dengan tegas,


"Jawab aku... Keiko... JAWAB AKU!".


Keiko kemudian menundukkan kepalanya dan dia menjawab Anna dengan nada penuh rasa bersalah dan mata yang tertutupi oleh rambut pendeknya.


"Ya..." gumam Keiko,


"Apa? aku tak bisa mendengar mu.",


"Ya... ya... ya... ya! Itu salahku!",


"Keiko tenanglah!",


"ITU SALAHKU! NAKANO TERKENA RACUN DARI MONSTER INI ITU SALAHKU! DIA MEMBAHAYAKAN NYAWANYA HANYA UNTUK MENYELAMATKAN ANAK KECIL TUA SEPERTIKU!!" teriak Keiko sambil menangis,


"Monster ini ya?" kata Anna,


"Ya.",


"Penawarnya?",


"Ada dibalik kristal yang ada dibawah kita.",


"Begitu ya?".


Anna dengan mata yang tertutup oleh rambut putihnya sejak bertemu Keiko, berdiri dan memutar badannya.


"Semuanya, segera menyingkir dari monster ini." perintah Anna,


"apa yang ingin kau lakukan?" tanya Tohka,


"Cepat lakukan saja!",


"Baik.".


Tohka menggendong Keiko yang sedang menangis dan berteleportasi dengan Sei, Keiko dan pedangku menjauh. Mereka melihat Anna ingin melakukan apa kepada monster ini.


Anna bertemu dengan Artoria yang baru saja keluar dari bawah monster ini. Artoria dari bawah karena sedang menghancurkan jarum-jarum pengganggu itu. Kini monster itu tak memiliki jarum-jarum lagi.


"Segera mundur!" perintah Anna kepada Artoria,


"Baik.".

__ADS_1


Artoria kemudian melihat ke arah Tohka dan yang lainnya dan berenang ke sana dengan cepat meninggalkan Anna sendirian di atas monster itu.


Apa yang ingin dilakukan Anna?


__ADS_2