Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 32, Aku Memang Manusia Paling Bodoh.


__ADS_3

"Aku bukanlah yang terpilih." kataku kepada Arthories,


"Oh kalau begitu aku tidak bisa memaksa lagi." katanya,


"Awalnya aku ingin mewarisi pedang ini dan alam semesta ini ke anak tiriku. Tetapi aku menjadi khawatir. Yang dia ketahui sejak kecil adalah peperangan. Tak ada cinta dan kasih sayang. Aku telah menjadi ibu yang buruk." lanjut Arthories,


"Itu tidak sepenuhnya benar. Memang benar kamu mendidik sesuatu yang buruk kepada anakmu, tapi yang dia butuhkan hanyalah beberapa perasaan bahagia dan sedih kan?" kata Anna,


"Kalau begitu ikutlah dalam perjalanan Nakano. Dia mencoba mencari jati dirinya dan tujuannya berada di dunia ini. Berilah dia kesempatan untuk mengubah alam semesta ini menjadi lebih baik." lanjut Anna.


Artoria menyela pembicaraan dan menentang apa yang dikatakan Anna. "AKU KEBERATAN! Aku tidak mau bersama dengan Nakano Palsu!",


"Begitu? Kenapa?",


"Dia hanyalah seorang anak yang bahkan tidak tahu cara membunuh. Kamu telah dibutakan olehnya, Kurumi!",


"Dibutakan? Maaf saja. Tapi aku tidak dibutakan tetapi diberikan jalan. Dan juga jangan panggil nama itu lagi. Namaku Anna! Totsuka Anna!" kata Anna.


Totsuka Anna? Dia merubah namanya dengan menyatukan nama lamanya dengan namanya yang baru. Kuno sekali tetapi itulah yang membuatnya tetap ada.


"Lagian, aku tidak akan pernah mau melakukan perjalanan konyol dengan Orang Palsu ini!" kata Artoria.


Artoria membalikkan badannya dan pergi entah kemana. "Maaf atas tindakan tidak nyaman barusan. Dia sudah tenggelam dalam gelap yang tidak bisa diselamatkan oleh orang biasa." kata Arthories,


"Tenggelam dalam gelap ya... Lagian kenapa kamu tiba-tiba mengubah namamu sendiri?" tanya Sei kepada Anna,


"Aku kan bukan manusia yang memiliki tubuh yang tak permanen lagi. Tubuhku permanen sepenuhnya. Itu juga berkat Nakano. Jika Nakano tidak ke kerajaanku, mungkin aku sudah menghilang dan kerajaan ini akan kehilangan arahnya, kan?" Jawab Anna,

__ADS_1


"Yang lebih penting lagi adalah... bagaimana kita bisa membuat Artoria berpaling dari Nakano Wynox?" lanjut Anna,


"Berpaling? intinya kamu ingin membuat dia jatuh cinta kepada Nakano?" tanya Tohka,


"Bukan begitu. Dia itu juga sama depresinya denganku saat mengetahui Nakano Wynox mati. Aku sudah merelakan Nakano itu dan berpaling darinya, tetapi Artoria berbeda. Dia tak bisa berpaling dari Nakano Wynox dan tak menerima kematiannya. Mungkin akan sulit untuk membuatnya berpaling darinya." Jelas Anna.


Aku berpikir bagaimana cara membuat Artoria keluar dari gelapnya kenyataan yang telah datang kepadanya. Aku mengingat kejadian-kejadian mengapa Tohka dan Sei ikut dalam perjalananku.


Sementara itu ditempat dimana Artoria berada. Di lorong panjang, Artoria berjalan dengan cepat kemudian berhenti tepat di antara lorong disana dan jendela di sampingnya. Dia berbicara kepada dirinya sendiri, "Kenapa? Kenapa bukan Nakano Wynox? Kenapa harus si Palsu itu?!".


Artoria melihat keluar jendela ke arah langit\-langit. "Nakano... Apa yang harus kulakukan sekarang?".



Sekarang, dimana aku, teman\-temanku, dan Arthories berada. Arthories mengusulkan sesuatu, "Uh... Bagaimana jika begini... Artoria adalah gadis yang ditumbuhkan tanpa rasa cinta. Bagaimana jika kita melakukan duel. Duel diantara Nakano dan Artoria.",


"Tapi... Nakano memiliki keunggulan!" kata Sei,



Menggunakan satu senjata yaitu pedang,


Tak menggunakan sihir melainkan fisik masing-masing,



Untuk Nakano, Tak boleh menggunakan seluruh kemampuan mata waktu.

__ADS_1


Bagaimana?" Jelas Arthories,


"A--" henti Tohka,


"Baiklah aku setuju." kataku menyela kata-kata Tohka,


"Baiklah, dengan begini sepakat!" kata Arthories.


Arthories melihat kearah pelayan yang disampingnya dan menyuruhnya, "Panggil Artoria kemari, Sekarang!". Pelayan itu menundukkan kepala dan pergi mencari Artoria.


Beberapa menit berlalu, Artoria tiba ditempat. Melihat situasi disekitarnya, bertanya kepada sang ibu, "Ada apa, ibu?",


"Kami telah membuat kesepakatan. Kamu dan Nakano akan melakukan duel berdua besok. Kesepakatannya adalah, jika kamu kalah, kamu harus mematuhi satu perintah dari Nakano apapun itu. Jika kamu menang, maka mata waktu Nakano akan dicabut.".


Teman-temanku terkejut. Karena mereka pikir bahwa kesepakatannya akan mudah tetapi ini berlebihan bagi mereka. "Tunggu! Aku tidak sepakat! Kenapa Mata Waktu Nakano harus diam--" kata-kata Anna yang terhenti,


"Diam Anna! Aku sudah menyetujuinya. Aku tidak keberatan bila begitu." kataku,


"Tunggu dulu, Nakano! Kamu se--" henti Anna lagi. Dia melihat ke arah mataku yang menandakan kalau aku benar-benar serius. Sei dan Tohka tak bisa melakukan apa-apa.


Artoria tersenyum dan bilang, "Baiklah! Jika begitu! Aku akan menunjukkan bagaimana mantan istri Nakano Wynox beraksi!".


Artoria melihat ke arahku dan tersenyum sombong dan penuh percaya diri. Dia membalikkan badannya dan pergi begitu saja dengan rasa sombongnya.


Anna merasa kesal dan bilang, "NAKANO BODOH!". Berlari keluar Kerajaan dengan rasa cemas dan sedih serta penuh amarah. (Kenapa Nakano tidak pernah memikirkan perasaanku?!) pikirnya. Sei dan Tohka mengejar Anna. Tanpa sepengetahuanku, mereka berteleportasi pulang.


Saat Anna bilang aku bodoh, aku juga sudah mengetahui kalau aku ini benar-benar bodoh. Menyetujui persyaratan tanpa memikirkan dampaknya adalah hal yang terbodoh yang pernah kulakukan. Apa sih yang sudah kulakukan? Kenapa aku tidak bisa menolak persyaratannya demi Anna? Aku memang manusia terbodoh yang pernah ada di seluruh alam semesta ini.

__ADS_1




__ADS_2