Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 101, Pesan Ancaman


__ADS_3

Peperangan baru saja dimulai. Sumiko berada di kamarnya yang dijaga ketat oleh para penjaga kerajaan. Sumiko berbaring di atas kasur memikirkan sesuatu sambil meringkuk badannya. Sedangkan aku, sedang dalam perjalanan menuju ke titik pertemuan. Aku berlari di tengah kobaran api dan meloncati bangunan yang ada di depanku. Aku berusaha keras agar dapat menghindari semua Manusia Api yang ada dimana-mana selagi menunggu Sistine berdoa. Begitu juga dengan kelompok lainnya yang dipimpin oleh Shiro, Tohka, dan Artoria. Mereka menuju ke tempat sesuai strategi.


Aku terus berlari dan menghindari Manusia Api sebisaku, Sei terbang dengan pedangnya di udara. Aku berlari dengan Liyu mengikuti ku dari belakang. Tiba-tiba suara muncul di telinga kiri kami. Aku percaya pasti kelompok lain juga mendengarnya.


"Wahai jiwa yang bergentayangan. Akan aku suci kan kau dan membebaskan mu dari penderitaan mu... Accell." kata Sistine.


Aku percaya diri dan menganggukkan kepalaku ke arah Liyu. Aku mengambil pedangku dan langsung tanpa segan menghabisi Manusia Api yang ada disana.


Setelah beberapa menit, aku dan Liyu terus berlari sambil dituntun Sei yang terbang ke arah yang benar. Aku dan Liyu telah membunuh Manusia Api sangat banyak, walaupun begitu kami masih belum lelah dan malah kami menginginkan yang lebih. Tapi sayangnya kami tak boleh membunuh mereka lebih dalam kurun lebih dari 5 detik. Doa Sistine akan mulai lagi setelah 10 menit dari sekarang.


Aku dan Liyu berlari dibawah dan meloncat dari bangunan ke bangunan lain, mengikuti Sei dari bawah.


Saat kami sampai, kami langsung menerobos masuk. Dan tepat saat kami bertiga menerobos masuk, kelompok lain juga ikut menerobos masuk. Dari sisi yang berbeda di setiap kelompok, kami menyergap markas musuh. Tapi aneh, tak ada apapun disini. Aku melihat ke arah Sei dan bertanya.


"Apakah benar ini tempatnya?",


"Ya... sesuai apa yang kamu bilang. Kobaran api besar didepan tembok yang menutupi sekaligus melindungi kota kerajaan.",


"Tak ada apapun disini? Apakah ini benar tempatnya, Nakano?!" tanya Shiro sambil berteriak ke arahku,


"Ya! Seharusnya begitu!".


Ini aneh... tak ada apapun disini. Ini artinya... jangan-jangan... Tipuan?! Oke oke... tenangkan dirimu Nakano... ada Keiko disana, dia pasti bisa menahannya sementara.


"Apakah jangan-jangan teori mu tentang Iblis Api yang memiliki akal itu benar?!" tanya Shiro.


Aku tersenyum sinis.


"Heh... sesuatu yang menarik telah terjadi disini... Kita harus kembali ke istana!",


"Kenapa?!" tanya Sanae,


"Iblis Apinya... ada disana.".


Semua orang disana terkejut dan panik.


"Oke oke. Aku tahu kalian panik tetapi ada satu orang yang kuat disana dan ditambah penguasa alam semesta dan istrinya. Artinya ada 3 orang kuat disana. Kita tak boleh panik, tetapi bagaimanapun caranya kita harus kembali ke istana segera. Iblis— Tidak, Raja Api yang kita incar ini memiliki akal sehat seperti manusia dengan kecerdasan tingkat tinggi.",

__ADS_1


"Baik!" jawab mereka,


"Pergi, SEKARANG!" kataku dengan tegas lalu mereka semua langsung pergi.


Semuanya menjadi menarik, kami harus ke istana segera. Teori ku benar, Iblis Api ini memiliki akal. Apakah aku harus memanggilnya Raja Api sekarang?


Yang lainnya berlari kembali menuju ke istana. Aku tak dapat membawa mereka berteleportasi sekaligus karena akan menguras energi sihir ku dan lagi kapasitasnya juga sedikit. Aku, Liyu, dan Sei berteleportasi menuju ke istana.


Saat sampai, tak terjadi apapun disana. Ada apa ini? Mana Iblis Api itu?


Aku melihat ke kanan dan melihat seseorang berlari tergesa-gesa, itu bibi Yo! Dia kelihatan panik sekali.


"Nakano! Apakah kamu melihat Sumiko?!",


"Eh? Bukankah dia ada di kamarnya?",


"Tidak! Dia tidak ada disana! hah... hah..." kata Bibi Yo sambil terengah-engah mencoba menyelesaikan kalimatnya,


"Dia... Dia menghilang!".


"Apakah dia meninggalkan sesuatu di kamarnya?",


"Tidak ada.".


Tidak ada? Gawat, masalah ini bertambah besar. Seharusnya setidaknya meninggalkan sesuatu walaupun hanya hal kecil.


"Apakah benar-benar tak ada?",


"Ya. Hanya saja...",


"Apa?",


"Jendela kamarnya terbuka.".


Aku bersyukur sedikit. Baguslah, walaupun hanya hal kecil tetapi kita tahu kalau Sumiko pergi keluar ke suatu tempat. Ini memecahkan masalah pembuka.


Sekarang waktunya berpikir. Sumiko pergi keluar entah kemana dan Iblis Api tak ada disini. Apakah segerombolan Manusia Api hanyalah kebetulan atau GsK yang mengendalikan mereka? Aku harus tahu, apakah ada seseorang dari GsK yang dapat mengendalikan segerombolan monster? Jika iya, maka dia adalah orang yang hebat tentunya. Mengendalikan 20 ribu Manusia Api ini bukanlah hal mudah.

__ADS_1


Tiba-tiba ada hujan selembaran kertas kusut. Kertas itu melayang terjun ke tanah dalam jumlah yang banyak.


"Kertas apa ini?" tanya Sei.


Aku mengambil kertas itu dan membaca tulisan di selembaran itu yang bertuliskan seperti ini:


Hei warga kerajaan, terutama kamu si rambut merah. Putri Sumiko ada ditangan kami. Sebaiknya kalian menyerahkan Tuhan kalian sebelum anak perempuan manis ini celaka! Temui kami di Saluran Neraka sebelum matahari terbit. Jika tidak... aku akan membunuh Putri ini dan menghancurkan seluruh isi kerajaan ini!


Aku merasa geram sambil menggerakkan gigi. Setelah itu, aku tersenyum penuh masalah.


Sudah kuduga ini adalah rencana GsK. Sekarang, apa yang akan aku lakukan? Tuhan apa yang dimaksud mereka? Dan bahkan jika aku tahu, siapa dia sebenarnya? Masalah semakin rumit.


Liyu yang membaca selembaran kertas itu bertanya kepadaku hal yang sama.


"Siapa yang mereka maksud Tuhan ini?".


Aku jelas-jelas tak tahu akan hal ini. Siapa yang diinginkan mereka? Apakah benar bukan kekuatan gerigi? Sumiko bilang kalau mereka mengincarnya karena dia pengguna kekuatan gerigi, tetapi saat ditangkap mereka menjadikannya sandera. Siapa yang mereka maksud Tuhan ini sebenarnya?! Dan apakah aku memang mengenalnya? Ini hanya pendapatku saja, menurutku yang dimaksud Tuhan oleh mereka adalah Paman Inara.


Apa yang akan aku lakukan selanjutnya, sekarang? Pertama-tama aku harus mengumpulkan semua orang, terutama Shiro dan Sanae. Aku perlu informasi mereka.


Seketika aku mendengar suara langkah berhenti. Aku melihat ke belakang dan melihat kelompok yang aku tinggalkan di jalan. Mereka semua terengah-engah.


"Nakano! Dimana dia?!" tanya Shiro


"Tak ada. Itu hanyalah penipuan untuk mengalihkan kita. Masalah utamanya adalah...",


"Apa?".


Sana membungkuk mengambil selembaran yang jatuh ke tanah lalu membacanya. Dia terkejut dan merasa geram sama sepertiku barusan.


"Mereka...!!",


"...... Sanae, Shiro aku perlu banyak informasi dari kalian. Kita harus berbicara mata ketemu mata.",


"B-baik!" jawab mereka berdua ragu.


Mereka tak pernah melihat aku seserius itu sebelumnya. Habis bagaimana lagi? Tujuanku datang kesini adalah Sumiko, jika dia mati maka perjalananku kesini hanya membuang-buang waktu dan aku tak mau itu. Bagaimanapun, aku harus bisa membawa Sumiko kembali. GsK.... Sebenarnya apa yang kalian maksud ini?!

__ADS_1


__ADS_2