
Keiko melihat ke arah monster itu dengan air mata yang berjatuhan, terkejut dengan apa yang dia lihat. Monster itu sudah tak memiliki jarum lagi, berkat Artoria.
Semuanya, kecuali Anna, melihat ke arah monster itu yang dimana Anna juga berada di atas monster itu.
Anna berdiri di atasnya. Anna meloncat dan mengeluarkan pistolnya. Dia mengarahkan pistolnya ke monster dan dia menggunakan sihir, yang dimana membuat pistolnya Anna berubah menjadi semacam bazoka modern.
Bazoka nya itu mengumpulkan energi yang sangat tinggi untuk dijadikan pelurunya. Anna mengarahkannya kepada monster dan menembakkannya. Sesuatu yang panjang menyambar ke kristal monster itu dan terjadilah ledakan dalam air.
Teman-temanku yang melihat hal itu menutup mata mereka karena silau dan angin yang dashyat. Setelah beberapa saat, air mulai tenang dan cahaya telah hilang. Teman-temanku membuka mata dan melihat kembali. Mereka melihat kalau monster itu telah kalah dan jatuh dari atas ke bawah tanah.
Keiko yang tetap memegang pedangku, turun dari gendongan Tohka.
"Tunggu Keiko!" kata Tohka.
Keiko tak mendengarkannya dan menekan bilah pedangku. Dia berteleportasi ke kristal monster yang terbuka itu dengan wajah yang tertutupi rambut.
Saat sampai disana, Keiko mengambil botol yang terbuat dari tanah liat yang ada di kantong yang dia bawa. Dia mengambil air yang ada di balik kristal tersebut. Setelah di ambil, dia menutup botol itu dengan kayu berbentuk lingkaran dan menekan bilah pedangku lagi, berteleportasi kembali.
Saat dia sampai di sana, dia melihat ke arah Anna dengan sedikit menunduk. Dia ketakutan untuk menatap wajah teman-teman, terutama Anna. Setelah itu, dia menaruh kembali botolnya di kantungnya dan menyimpannya. Setelah itu, Anna menekan bilah nya lagi dan berteleportasi pulang ke tempat Aoi dan aku berada bersama dengan teman-teman yang lain.
Saat sampai, Aoi disana melihat diriku yang kulitnya menghijau. Aoi kemudian melihat ke arah Keiko bersama yang lainnya. Teman-temanku langsung dalam mode waspada.
"Selamat datang kembali, Keiko. Berikan Nakano penawarnya." kata Aoi.
Keiko maju dan menuju ke tempatku. Dia mengambil botolnya tadi dan membukanya. Dia membuka mulutku dan dengan pelan mengalirkan air penawar itu ke dalamnya. Aku tak bisa menelannya dan berakhir dengan membuang penawarnya.
"Nakano pasti terlalu lemah untuk menelannya." kata Aoi.
Anna maju dengan percaya diri dan marah.
"Biarkan aku yang memberinya!" kata Anna,
"Mundur!" kata Keiko dengan tegas,
"Kau sialan. NAKANO DALAM BAHAY KARENA KAMU DAN APAKAH KAMU YAK MAU NAKANO BAIK-BAIK SAJA??!!" Teriak Anna,
__ADS_1
"KARENA ITU SALAHKU MAKA AKU YANG HARUS BERTANGGUNGJAWAB!!" Teriak Keiko kembali.
Anna tak bisa melawan kata-katanya. Itu benar, urusan menyelamatkanku ini awalnya bermula karena Keiko dan harus berakhir berkat Keiko juga.
Keiko meminum penawar racun ku dan tak menelannya. Dia kemudian menundukkan kepalanya dan mencium ku untuk mengalirkan penawar racunnya. Anna yang melihat akan hal itu marah besar. Dia ingin membunuh Keiko secepatnya. Tetapi itu dihentikan oleh Artoria. Artoria kemudian menggelengkan kepalanya.
Ciuman itu adalah penyelamatku dan ciuman pertama Keiko. Penawar itu mengalir keluar. Keiko meminumnya lagi tanpa menelannya dan mencium ku lagi dan melakukannya sekali lagi dan totalnya menjadi 3 kali ciuman.
Aku terbatuk-batuk dan peredaran nafasku kembali berfungsi normal. Aku membuka mataku dan melihat Keiko menangis. Keiko kemudian membuatku duduk dan pergi menjauh. Aku melihat ke arah teman-temanku yang berlari menuju ke arahku. Mereka kemudian memberikan pelukan yang erat.
Keiko yang membawa pedangku, melihat hal itu dan cemburu kepada yang lainnya. Dia memeluk pedangku dengan erat dengan rasa cemburunya. Aoi yang melihat hal itu mengarahkan tangannya dan mengelus-elus kepalanya dan menenangkannya. Aoi kemudian tersenyum ke arah Keiko.
(Aku sebenarnya tahu kalau mereka sudah berada di depanku. Tetapi entah kenapa... perasaanku ini sesak. Mereka sudah jauh di depanku dan aku tak sanggup mengejar mereka lagi. Tidak apa kok, Nakano. Lagian aku ini memang tidak pantas berada di sisimu.).
Keiko tak bisa menahan rasa ingin nangisnya dan dia mengeluarkan air mata dengan sendirinya. Dia tak sadar kalau dirinya meneteskan air mata.
(Eh... apa ini...? air mata..? ah.. begitu kah... aku sudah tak bisa berada disisinya lagi. Dia sudah berada di depan dan aku dibelakang. Bumi dan langit memisahkan kami.).
Aku melihat ke arah Keiko yang sedang menangis sendiri di pojokan dengan tangan Aoi di atasnya. Aoi kemudian menyingkirkan tangannya dari kepalanya.
"Nakano?" panggil Artoria.
Aku berteleportasi ke tempat Keiko berada dan tanpa dia sadari, aku memeluknya dari belakang. Dia terkejut, kemudian dengan cepat, Keiko memutar balikkan badannya dan memelukku balik. Dia menangis dengan keras. Dia tak menerima kenyataan itu. Aku memeluknya dan bilang.
"Baiklah. Semuanya akan baik-baik saja mulai sekarang.".
Keiko menangis dengan keras dalam pelukanku. Dia memelukku dengan erat. Aku mengelus-elus kepalanya dengan lembut. Teman-temanku yang melihat itu tersenyum.
"Nakano memang baik ya." kata Tohka.
Anna berjalan mendekat ke arah Keiko. Keiko melepaskan pelukannya dariku dan menatap ke arah Anna.
Anna dengan cepat memeluk Keiko. Keiko pun terkejut akan hal itu.
"A-Anna?" panggil Keiko,
__ADS_1
"Maaf... maaf karena aku telah bersikap kasar kepadamu!" kata Anna,
"Ya. Tidak apa kok. Asal kamu memaafkan ku saja itu lebih dari cukup.",
"Aku akan mengabulkan satu permohonanmu apapun itu sebagai pertanda maaf ku!",
"Kalau begitu... Izinkan aku menjadi istrinya Nakano. Sama seperti kalian semua.",
"Eh?".
Anna terdiam sebentar dan kemudian tersenyum bahagia.
"Ya. Aku izinkan kok. Ya semuanya?" tanya Anna kepada teman-teman dan aku.
"Ya.",
"Ya.",
"Ya.",
"Ya." Jawab kami berempat secara bersamaan.
Aoi melihat hal itu merasakan enaknya masa muda.
(Enak nya... masa muda...).
"Yosh. Kalian semua. Tugas kalian masih ada loh!",
"Ini memang telat tapi, siapa kau?" tanya Artoria,
"Aku adalah Penguasa Alam Semesta ini. Namaku Kinase Aoi.",
"Kenapa Nakano dan Keiko membantumu?".
Kemudian Aoi menjelaskan semuanya yang terjadi padanya dan alam semesta nya.
__ADS_1