Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 70, Penyelesaian Tugas dan Perpisahan


__ADS_3

Saat siang harinya. Kuali itu akhirnya kering dan siap digunakan. Tohka menyalakan api unggun lagi dan Keiko yang sebelumnya dia pergi ke tepi pantai mengambil air, meletakkan kuali nya di atas kobaran api unggun.


Setelah itu, Keiko memasukkan keempat bahannya. Ghost Seaweed Seed, Sea Flower Petal Seed, Fire Sea Flower Seed, dan terakhir Toxic Sea Flower Seed. Lalu dia mengaduk-aduk airnya dengan ranting biasa. Seketika, setelah beberapa adukan, warna airnya mulai berubah menjadi warna hijau kental.


Setelah beberapa menit diaduk, Keiko mengeluarkan sebuah toples yang pernah dia gunakan untuk membawa obat penawar racun ku. Keiko membuka penutupnya dan mencelupkannya supaya airnya masuk ke dalam. Setelah itu, diangkat olehnya dan ditutup. Keiko membalikkan badannya ke arah kami dan menunjukkan toplesnya.


"Selesai!" katanya dengan percaya diri.


Kami melihat satu sama lain dan merasa ingin melompat kegirangan tetapi tak dilakukan.


"Yosha!" —Itulah yang kami ucapkan secara bersamaan.


"Kalau begitu sisanya hanya menuangkannya ke dalam mesin dan misi selesai bukan?" tanya Artoria,


"Ya. Kurasa begitu.".


Tohka mengangkat kedua tangannya ke atas dan merenggangkan tubuhnya.


"Sudah dua hari kita disini ya... Akhirnya akan selesai juga." kata Tohka,


"Ya. Tak terasa. Dengan waktu yang dihabiskan, kita bisa langsung berangkat ke Machinery." jawab Artoria,


"Apakah kalian akan langsung pergi ke Machinery setelah ini?" tanya Anna,


"Tidak. Tidak juga. Lebih baik kita beristirahat di istanamu sebelum berangkat lagi." jawabku


"Begitu ya... Bagaimana denganmu, Keiko? Apakah langsung pulang ke Ender Library?",


"Kurasa iya. Kita akan berpisah istana Anna. Tetapi bukan berarti kita tidak akan pernah bertemu lagi.",


"Ya. Aku juga tahu. Mungkin kamu akan ke istanaku setiap sebulan sekali karena rindu dengan Nakano bukan?".


Seketika wajah Keiko memerah. Dia memalingkan wajahnya dari Anna.


"Ti-tidak. Itu tidak benar!" kata Keiko menahan rasa malunya,


"Eh... begitu kah...? Kalau begitu kamu tidak akan ke istanaku lagi kah? Kamu tak mau bertemu Nakano lagi kah?",


"A-aku mau! Tetapi...",


"Apa?",


"Dengan... sembunyi...." bisik Keiko,


"Apa? Aku tak mendengar mu karena suaramu kecil.",


"Ti-tidak! Bukan apa-apa!",


"Begitu kah..?".

__ADS_1


Ditengah suasana itu, aku menyela pembicaraan mereka.


"Sudah-sudah. Ayo kita pergi jika ingin cepat pulang.",


"Ya.",


"Ya.",


"Ya.",


"Ya.",


"Ya." jawab mereka secara bersamaan.


Aku dan teman-temanku tanpa basa-basi langsung berteleportasi ke tempat Aoi. Setelah sampai disana. Aoi yang menutup matanya, membuka matanya dan menyapa.


"Selamat siang kalian semua." katanya,


"Selamat siang." jawab kami semua,


"Maaf lama. Kami membutuhkan banyak waktu untuk membuat kuali nya." kataku,


"Tidak apa. Aku masih bisa bertahan sekitar 30 tahun dari sekarang. Umurku panjang." kata Aoi,


"Begitu ya. Kami telah membuat ramuannya. Apakah langsung tuang di telurnya?",


"Kurasa tidak. Telur-telur itu masih bisa hidup sampai sekarang karena mesin yang dikendalikan disana." kata Aoi sambil menunjuk ke arah bangunan pendek hitam yang ada di hadapan semua telur.


"Oh iya, ini kan air. Apakah air yang ada di dalam toples Keiko akan tercampur dengan air yang ada disini?" tanya Anna,


"Tidak. Di dunia ini, ada banyak jenis air dan kebanyakan air itu lebih berat dibandingkan air yang biasa, karena itu airnya tak menyatu." Jelas Aoi,


"Apakah itu jenis air yang sama saat kami mencari Toxic Sea Flower dan penawar ku?" tanyaku,


"Ya. Air semacam itu. Air-air itu memiliki zat-zat yang lebih berat dari pada air biasa. Karena itu airnya tak bisa bercampur meski sudah berada di dalam air. Jadi masih bisa dibilang... aman...",


"Begitu kah...".


Keiko membuka penutup toplesnya dan mulai menuangkan air yang ada di dalam toples ke dalam pipa hitam. Dan benar saja apa yang dikatakan Aoi, airnya mengalir seakan-akan sedang mengalir di udara. Airnya mengalir seperti normalnya.


Setelah dituangkan semuanya. Mesin itu mulai bereaksi. Pipa itu ditarik masuk ke dalam kembali. Telur-telur itu mulai bergerak-gerak.


Beberapa detik setelahnya, telur itu mengeluarkan suara retakan. Retakan itu semakin besar dan diakhirnya menetas lah telurnya. Telur-telur itu mengeluarkan mahkluk hidup yang mirip dengan Aoi. 3 diantaranya bermuka laki-laki dan 2 bermuka perempuan.Semua mahkluk itu memiliki ukuran setara dengan manusia normal.


Mahkluk itu berenang seperti cumi-cumi dan berenang ke arah ibu mereka, Aoi.


"Terimakasih banyak kalian semua.... Telah membantuku untuk membebaskan anak-anakku dari telur mereka..." kata Aoi dengan nada terharu.


Aku dan teman-temanku tersenyum ke arah Aoi, melihat dia sedang berpelukan dengan anak-anaknya. Sungguh keluarga yang harmonis.

__ADS_1


Keiko yang ada di belakang teman-temanku dan aku, melihat ke belakang. Dia melihat sebuah di belakangnya. Dia pun memiliki sebuah ide. Dia berjalan ke arah Anna dan memintanya memberikan Energy Cube terakhir. Tanpa dibilang, Anna langsung menyadarinya dan memberikannya Energy Cube terakhir.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Keiko berjalan kembali ke mesin portal dan memberikan mesin itu Energy Cube. Portal itu pun mulai berfungsi.


Aoi dan anak-anaknya melihat itu. Aoi langsung menyuruh mereka agar masuk ke dalam portal. Anak-anaknya menuruti perintah "Terakhir" -nya. Mereka berenang dan masuk ke dalam portal satu persatu.


"Terimakasih sekali lagi atas bantuan kalian. Kalian telah membantuku menyelesaikan tugas terakhirku di alam semesta ini." kata Aoi,


"Tidak juga. Kami hanya melakukan tugas kami disini. Terus dimana obat penawar virusnya?" tanyaku


"Bukannya sudah ada di samping kalian?".


Kami melihat ke samping kanan kami dan terkejut melihat sesuatu seperti percikan bintang berwarna kuning.


"Apakah ini? Apakah kita harus memakannya?" tanya Anna.


Aku meletakkan kedua tanganku diantara percikan-percikan itu dan kemudian mengeluarkannya kembali. Aku terkejut karena percikan itu menempel di kedua tanganku. Aku menggoyangkan tanganku berharap percikannya lepas, tetapi tak bisa.


Tiba-tiba tanganku bergetar dan percikan itu masuk ke dalam tubuhku.


"Nakano?" panggil Sei.


Aku memutar balikkan badanku dan mereka terkejut melihat sesuatu di diriku.


"Nakano... Kamu... kembali normal!" kata Sei,


"Benarkah?" tanyaku.


Aku melihat ke arah tanganku. Aku melihat kulitku kembali normal.


Teman-temanku yang melihat hal itu, tak segan-segan memasukkan kedua tangan ke dalam percikan-percikan kuning itu. Dan semuanya sembuh dengan cepat.


"Itu adalah imbalan kalian karena telah membantuku. Sebaiknya kalian cepat pergi, Karena jika kalian berada disini lebih lama lagi kalian akan terjangkit virus yang sama lagi." Jelas Aoi,


"Bagaimana denganmu?" tanyaku,


"Aku akan tertidur disini untuk selamanya...",


"Begitu ya... Apakah tak ada cara untuk melepaskan mu dari kurungan ini?",


"Tidak. Tak usah khawatir. Aku akan mati tetapi alam semesta ini akan selamat karena anak-anakku. Mereka akan menyemburkan percikan seperti tadi di seluruh lautan. Membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk membuat alam semesta ini bersih dari virus ini.",


"Kalau begitu kami pergi dulu.",


"Ya. Pergilah. Kalian tak perlu khawatir. Kalian adalah bintang-bintang yang ada di atas langit, bermain dengan senangnya dan selalu bersama. Taka ada yang sendirian. Biarkan aku jatuh ke dalam tumpukan pasir dan menyatu dengannya. Aku berharap kalian tak akan melupakan nama Kinase Aoi ini.",


"Ya. Kami berjanji takkan melupakannya. Kalau begitu sampai jumpa lagi... Aoi. Kita akan bertemu di dunia yang lebih damai lagi... sebagai teman...",


"Ya. Selamat tinggal.".

__ADS_1


Aku dan teman-temanku berteleportasi pulang. Setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan, benar?


(Dia memang sangat mirip denganmu ya, Asuha. Tunggu sebentar lagi.. aku akan segera menyusul mu dan kita akan melihat mereka dari atas bersama-sama, benar? Mereka adalah bintang-bintang yang bersinar terang di langit malam dan sedangkan kita adalah bintang yang sudah lama redup dan hilang. Ayo bersulang untuk bintang-bintang itu, Asuha...)


__ADS_2