Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 57, Membantu Sang Monster Sejati


__ADS_3

"Spesial? Baiklah aku akan membantumu!" kataku dengan penuh keyakinan,


"Pilihan bagus. Pertama-tama, kau memerlukan Energy Cube lagi.",


"Dimana kita bisa mendapatkannya?" tanya Keiko,


"Ini hanya perkiraan ku saja tetapi kalau tidak salah itu ada di antara 6 senjata aneh yang ada di atas.",


"Begitu ya. Oh iya ngomong-ngomong, apakah kami boleh tahu namamu? Agak aneh bila memanggil sang penguasa dengan sebutan monster.",


"Namaku Kinase Aoi. Nama kalian?",


"Namaku adalah Amaya Keiko dan teman laki-lakiku ini namanya Sakamaki Nakano.",


"Begitu ya. Salam kenal ya, Keiko, Nakano.",


"Salam kenal juga. Kalau begitu kami pergi mencari dulu. Ayo, Nakano!",


"Baiklah." jawabku.


Kamipun berteleportasi balik ke tempat senjata-senjata itu. Kami tak tahu kalau ada 6 senjata disitu. Kami melihat kalau posisi keenam senjata itu membentuk pola segi enam. Dengan diantaranya ada sebuah bangunan yang ada tumpukan kotak hijau yang menjadi satu.


"Pasti yang ada di tengah itu ya." kata Keiko.


Keiko naik ke atas mencoba mengangkat Energy Cube itu.


"Hnngh... Hnngh... Berat!" kata Keiko. Energy Cube itu berat ya. Yang artinya kami harus memisahkannya.


"Andaikan kita punya sejenis peralatan yang berguna seperti bor." kata Keiko.


Aku maju mendekati Energy Cube dan Keiko. Setelah itu, aku memanggil pedangku dan mengangkatnya dengan bagian bilah nya di bawah. Setelah itu, aku mengayunkannya ke bawah, mengangkatnya lagi dan mengayunkannya lagi. Aku melakukan itu secara berulang-ulang.


Setelah menghantamnya dengan pedangku, Energy Cube itu memecah menjadi 3. Semuanya kotak. Kami hanya membutuhkannya satu, tetapi kami mengambil sisanya untuk berjaga-jaga.


Kami kemudian kembali turun ke bawah dan meletakkan Energy Cube di kotak hitam sama persis seperti sebelumnya.


"Energi itu mengantarkan makanan kepada telur-telurku agar tetap hidup. Kini kehidupannya di dalam telur lebih stabil. Tetapi, bukan berarti ini akan menjadi akhirnya. Kita masih harus memiliki satu bahan lagi yaitu Ramuan Pemecah Telur." Jelas Monster yang bernama Kinase Aoi tersebut.


"Dan bagaimana cara membuatnya?" tanya Keiko,


"Kita memerlukan 4 bahan untuk itu.".


Aoi membersihkan pasir yang ada di bawahnya. Pasir itu menyembunyikan segulung kertas kuno di bawahnya. Aoi memberikan gulungan kertas itu kepada kami.


"Kertas itu berisikan bahan-bahan yang dibutuhkan.",


"Baiklah kalau begitu." kata Keiko,


"Andaikan aku bisa membantu kalian. Tetapi aku terkurung di dalam kotak sempit ini selama lebih dari 120 tahun. Maaf karena tak bisa membantu kalian.",


"Tak apa. Asalkan kamu menyediakan informasi, itu lebih dari cukup. Lagian kamu sendiri kan yang memanggil Nakano kesini?",


"Maaf. Tetapi bila kalian menanyakan sesuatu, aku akan menjawab semua pertanyaan kalian setahuku.",

__ADS_1


"Itu lebih dari cukup, kan Nakano?",


"Ya." jawabku.


Kami kemudian berteleportasi lagi ke atas permukaan dan membuka gulungan kertas itu.


Bahan-bahannya yang tertulis di gulungan tersebut, antara lain:


—Ghost Seaweed Seed,


—Sea Flower Petal Seed,


—Fire Sea Flower Seed,


—Toxic Sea Flower.


"Bahan pertama yang harus kita temukan adalah Ghost Seaweed Seed." kata Keiko,


"Jadi, arah mana yang akan kita lalui terlebih dahulu?" tanyaku,


"Hmm... benar juga...".


Keiko membaca gulungan kertas itu lagi dengan seksama. Keiko melihat ke arah kanan lalu ke kiri, kemudian melihat ke arah kanan kembali. Dia menunjuk ke arah lorong masuk barat laut.


"Kesana!".


Keiko kemudian berjalan dengan semangat.


"Tunggu!" kataku.


"Kau semangat sekali ya." kataku,


"Ap-?? Tidak juga... aku hanya penasaran sama alam semesta ini.. Itu loh... Alam semesta ini kan... tak banyak informasinya.." kata Keiko berusaha menutupi rasa malu.


Aku tahu kalau Keiko berusaha menutupi rasa malunya tetapi aku tak akan mengungkapkannya. Biarkan saja, dia juga kelihatannya menikmati perjalanan ini.


"Halo... Nakano??" kata suara misterius yang datang secara tiba-tiba.


"Nakano? Ada apa?" tanya Keiko,


"Tunggu... Aoi sedang mencoba bilang sesuatu melalui kemampuan telepati nya." kataku,


"Apa yang dia bilang?",


"Leviathan... hati-hati...".


"Hati-hati terhadap Leviathan. Kita harus hati-hati terhadap Leviathan." kataku,


"Leviathan? Apa itu?" tanya Keiko,


"Seharusnya itu kalimatku.",


"Aneh... Yah.. yang penting kita hanya harus hati-hati saja kan?",

__ADS_1


"Benar.",


"Oh iya aku hampir lupa. Kenapa kamu tidak sakit kepala lagi? Biasanya kamu akan kesakitan setelah menerima pesan.",


"Benar juga... ini hanya hipotesis ku, mungkin karena jarak aku antara Aoi masih belum terlalu jauh. Yang penting dari itu...",


"Benar juga! Ayo Nakano!".


Kamipun berlari masuk ke dalam lorong Barat Laut. Bahan apa yang akan kita temui untuk pertama kali ini?


Sementara itu, di Kerajaan Pion Putih. Semalam Anna merenungkan kesalahannya, akhirnya dia keluar dari kamarnya dan bergegas untuk mencari yang lainnya. Dia mencari teman-teman yang lain untuk membahas sesuatu.


Teman-temanku, kecuali Anna, berada di luar istana dan berada di tempat yang sama semua. Anna cukup beruntung karena tak perlu repot-repot mencarinya.


Saat Anna sampai. Gerbang terbuka. Teman-temanku yang sedang mengobrol ramah terhenti dan terpaku kepada Anna yang ada di balik gerbang itu. Anna berjalan ke arah mereka dengan muka yang di halang oleh rambut putihnya. Dia berhenti tepat di depan mereka.


"Semuanya... aku ingin kalian membantuku." kata Anna dengan nada serius.


Kembali lagi di tempatku. Aku dan Keiko berada di depan portal yang bentuknya sama. Kami meletakkan Energy Cube di kotak hitam yang sebelumnya selalu meminta benda kotak hijau itu.


Kami meletakkannya dan portal itu berfungsi. Kami berjalan masuk dan berakhir di sebuah goa. Kami mendengar suara air. Kami berjalan ke depan dan itu adalah jalan keluar dari goa itu. Kami berada di goa dalam air, tetapi kenapa airnya tak bisa masuk? Ini hanya perkiraan tetapi aku juga kurang tahu, ada sihir yang menghalang masuknya air disini.


Keiko membuat sihir pernafasan seperti sebelumnya dan kami keluar dari goa. Kami melihat ke sekeliling, banyak benda aneh bahkan ikan-ikannya aneh. Gelap tak ada cahaya yang masuk.


"Dimana ini?" tanyaku.


Keiko membaca gulungan kertas itu sekali lagi.


"Menurut gulungan kertas ini... kita berada dalam ketinggian 400 meter di bawah permukaan laut. Dan ini adalah tempat tinggal bagi spesies tumbuhan yang cukup langka yaitu, Ghost Seaweed Seed." Jelas Keiko,


"Begitu ya..." kataku.


Aku melihat ke kanan dan ke kiri. Hanya ada tumbuhan seperti jamur dan rumput laut yang panjang.


"Ciri-ciri Ghost Seaweed itu bagaimana?" tanyaku,


"Anu...".


Keiko melihat gulungan kertas sekali lagi.


"Disini dikatakan kalau ciri-cirinya itu... putih... berbentuk seperti tentakel yang muncul dari dalam tanah dan... mengeluarkan cahaya pada salah satu tentakelnya. Dan untuk mendapatkan biji nya... kita perlu memotong tentakel bercahaya itu." Jelas Keiko.


Aku melihat ke bawah dan menemukan sesuatu seperti tentakel dan lagi bercahaya. Tak salah lagi... itu adalah yang kami cari.


"Itu disana!" kataku.


Kami berenang ke dekat tumbuhan itu. Setelah itu, Keiko mengecek kembali kertas itu dan menyamakan tumbuhan itu dengan kriteria yang ada di kertas.


"Tak salah lagi, ini adalah Ghost Seaweed! Nakano, potong bagian tentakel cahaya itu!".


Aku memegang tentakel cahaya itu dan memotongnya. Keiko kemudian mengeluarkan tas kosong dan menyuruhku untuk memasukkannya.


"Masukkan kesini!".

__ADS_1


Aku menurut dan memasukkannya. Kami dengan cepat ingin berteleportasi pulang tetapi sesuatu mengaum dengan keras. Kami terpana oleh seekor sosok mahkluk panjang besar seperti belut. Mahkluk itu memiliki kulit yang tipis sehingga kami dapat melihat organ dalamnya.


Mahkluk itu berputar-putar dan mengarah ke arah kami dengan membuka mulutnya. Dengan cepat aku berteleportasi pulang dan berakhir selamat. Kami terengah-engah karena terkejut. Apakah itu Leviathan yang di bilang oleh Aoi tadi?


__ADS_2