
Malam hari pun tiba. Sebagian besar dari kami sudah beristirahat. Aku berjalan menuju ke kamar ku dan pergi tidur untuk menjaga staminaku agar bagus untuk peperangan besok.
Aku tak sengaja bertemu dengan Anna yang berjalan berlawanan arah denganku. Aku mencoba menyapanya, tapi ia menundukkan wajahnya dan berjalan lebih cepat. Rambut Anna yang tipis seperti jaring laba\-laba berterbangan, aku yakin bahwa Anna menjaga rambutnya sedemikian rupa. Aroma rambutnya yang tak asing bagiku, wangi dan tak mencolok. Tapi pertanyaan ku adalah, mengapa Anna berjalan begitu cepat. Aku melihat ke arahnya yang belok ke arah kiri, dia mengarah ke tempat luas dimana kamu bisa melihat bintang yang menyinari malam hari. Tanpa basa-basi, aku langsung pergi ke tempat Anna tuju.
Aku melihatnya sedang melihat langit malam. Air matanya turun melewati pipinya dan menetes berjatuhan. Saat itu, aku baru sadar bahwa kepergiannya nanti mungkin akan menjadi sesuatu yang tak bisa diterima olehku, karena aku telah menyakiti hatinya. Aku baru sadar bahwa Anna sangat ingin bersamaku. Aku harus berbuat apa? Apakah membunuh sifat buruk Kurumi dan menaruh sifat Anna ini ke tubuh sesungguhnya? Tidak, aku tidak bisa melakukan hal itu. Aku mungkin nanti akan menyesal karena tak menyadari akan hal ini. Aku menyapa Anna dan menanyainya, "Anna, sedang apa kamu disini? Dan kenapa kamu menangis?",
"Aku hanya melihat langit malam saja dan itulah yang membuatku menangis." kata Anna yang mengusap air mata di wajahnya. Dia berbohong. Dia menutupi rasa sakitnya agar tak mengkhawatirkan orang lain. "Begitu kah?. Kau benar, langit malam ini sungguh indah." kataku,
"Kau tahu bahwa langit malam ini lebih indah dari biasanya." kata Anna,
"Benarkah?. Kau memang hebat dalam hal sepeti ini ya." kataku. Aku melihat ke arah Anna. Anna hanya mengada-ngada bilang begitu. Tapi sebenarnya, matanya tak menatap langit tetapi menunduk ke bawah seperti menatapi nasib. Dia menangis lagi. Aku pura-pura tak melihatnya dan bilang, "Kau menangis lagi. Apakah malam ini memang seindah itu sampai membuatmu menangis?" tanyaku sambil melihat ke arahnya,
"Benar." kata Anna,
__ADS_1
"Langsung ke intinya." kataku,
"Eh?" Kata Anna dan dengan terburu-buru nya melihat ke arahku,
"Kau.. Berbohong kan?" Tanyaku,
"Apa? aku tak mengerti maksudmu." katanya,
"Tak usah mengada-ngada, kamu mengarang semua pembicaraan itukan? Kamu menangis bukan karena melihat langit malam, kan?. Kamu menangis karena kamu... takut berpisah denganku, kan?" Jelas ku. Anna putus asa untuk mengarang ceritanya lagi dan menjawab ku, "Ya kau benar, aku mengarang pembicaraan barusan. Aku hanya tak ingin membuatmu mengkhawatirkan ku. Aku juga tak ingin membuat yang lain mengkhawatirkan ku.".
"Nakano.... Baik" kata Anna. "Hangat.." pikir Anna saat dipeluk olehku. "Kapan terakhir kalinya aku merasa aman dan tentram begini ya?" pikirnya. Diapun membalas pelukan ku. Kami melepas pelukan satu sama lain dalam waktu 20 detik. Saat selesai, aku pun bilang, "Anna.. Aku berjanji akan menyegel sifat buruk Kurumi dan menaruh sifat yang tak tahan lamamu ini ke tubuhmu yang dulu." kataku,
"Eh? tapi itu sulit." kata Anna,
__ADS_1
"Biarkan saja.. aku akan membuatmu tidak hilang dari dunia ini." kataku,
"Baiklah. Janji ya." kata Anna,
"Ya, aku berjanji." kataku,
"Kau tahu kalau namaku ini juga nama samaran?" kata Anna,
"Benarkah?" tanyaku,
"Ya nama asliku adalah... Totsuka Kurumi sama seperti diriku yang lain." Jelas Anna,
"Kalau begitu... Aku berjanji, Kurumi." kataku,
__ADS_1
"Dasar..." kata Anna. Dia menarik baju ku ke dekatnya dan menciumiku di bibirnya yang lembut dan lembab. Jari telunjuknya menyentuh mulutku dan dia bilang, "Anggap saja ini sebagai tanda janjinya~." kemudian tersenyum manis,
"Baiklah." kataku dan tersenyum. Kurumi terkejut melihatku yang sekarang tersenyum dan aku mengingatkannya kepada Nakano Wynox. "Dasar... Senyumanmu terlalu manis." kata Anna dengan menggoda dan kami berciuman lagi tanpa di ketahui oleh orang lain. Dan itulah ciuman pertamaku direbut oleh Anna