Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 134, Lantai Keempat ll


__ADS_3

Bagaimana bisa?! Pedangnya sudah terpisah dengannya! Seharusnya dia tak bisa menggunakan kemampuannya!


"Hei, Sakamaki.. Aku akan memberitahumu sesuatu..",


"....".


Aku berdiri sambil menahan sakit sambil mendengarkan.


"Aku tahu.. kalau ini akan terjadi... Aku tahu apa yang akan terjadi di masa depan sampai pertarungan ini selesai aku tahu semuanya. Dan yang aku lihat, kamu.. kalah disini.".


Aku menggerakkan gigi, geram akan tindakannya. Dia menggunakan kemampuan mata waktu untuk memenangkan pertarungan ini!


"Mau menyerah..? Aku akan membiarkanmu..... Canda sih.. Aku akan membunuhmu disini sekarang juga!",


"...",


"Apakah ada kata-kata terakhir?".


Pedangku masih ada di genggamanku... Pedang Malam Merah cukup jauh dari kami berdua. Heh.. Wynox, kamu melupakan sesuatu. Tetapi untuk melakukan itu, aku perlu memastikan sesuatu.


"Setidaknya.. beritahu aku apa yang terjadi barusan. Pedangmu jauh darimu. Kenapa kamu bisa menggunakan kemampuanmu?",


"Heh... aku menolaknya tetapi karena ini adalah pertanyaan terakhir dalam hidupmu aku akan memberitahumu.".


Dia mengeluarkan sesuatu dari belakang punggungnya, sabit merah... itu Sabit Malam Merah!


"Dengan ini kamu tahu bukan? Sekarang waktunya kematian!",


"... Lakukan..!".


Seperti yang aku duga.. kedua senjata itu bukanlah satu kesatuan melainkan hanyalah senjata berbeda yang ditaburkan oleh serbuk kristal dari seluruh elemen yang ada dengan warna yang sama, sehingga Wynox bisa menutupi kartu as miliknya jika ada keadaan darurat seperti ini. Tapi Wynox... kamu melupakan sesuatu!


Tiba-tiba ada sebuah duri tanah muncul di bawahku menuju ke arahku. Aku tersenyum sinis lalu berteleportasi ke belakangnya.


Dia tentu tahu aku akan melakukan ini, bagaimana dengan ini?!


Aku mengeluarkan seluruh energiku yang mengubahku menjadi sosok Manabe. Aku mengeluarkan kekuatan penuh pedangku lalu menebas ke arah dinding angin yang tak terlihat. Dinding angin itu hancur seperti kaca. Lalu aku mengangkat pedangku ke atas mengeluarkan elemen listrik bertegangan tinggi lalu mengayunkannya ke arah Wynox.

__ADS_1


Itu membuat sambaran petir dari atas, Wynox menghindar tetapi ada arus listrik di lantainya. Dia menyadari hal itu sebelum terlambat lalu dengan elemen angin yang mana membawanya ke udara.


"Tak kusangka kamu begitu keras kepala.",


"Kamu kira ini salah siapa?".


Aku mendorong diriku ke arahnya lalu mengayunkan pedangku. Serangannya ditahan oleh sabit itu tetapi aku menyerangnya terus-terusan dan aku pun bisa memojokkannya.


Dia meloncat mundur ke belakang.


"Mungkin kamu lebih kuat dariku, Wynox. Tetapi kelemahanmu adalah tepat saat setelah memprediksi masa depan! Aku tahu kemampuan itu mahal tetapi kamu tak memikirkan hal itu dan mengambil resiko dan hasilnya lihat... kau tak bisa bertarung dengan kekuatan penuh.",


"Apa maksudmu?",


"Apakah yang kamu lihat di masa depan itu adalah saat-saat tadi itu?",


"Jika iya memangnya kenapa.",


"Itulah kesalahannya. Kamu lebih memilih memprediksi masa depan dengan separuh energi terkuras daripada bertarung dengan insting dan kemampuan bertarung.",


"...",


"....",


"Tak mau bicara? Terserahlah... Inilah akhirnya.",


"Akhir? Apa yang kamu bicarakan? Ini bukanlah... AKHIRNYA!!!".


Energi kejut keluar dari Wynox. Sangat melimpah... dan negatif.. Dia.. semakin kuat!


Aku melihat ke arah pedangnya yang tergeletak cukup jauh terbang ke genggaman Wynox.


"Aku bersumpah.. akan MEMBUNUHMU!!" katanya.


Aku terdiam disana hanya melihat apa yang terjadi.


"Saa... Kaa... Maa.. Kii!!! MATI!!" Teriaknya.

__ADS_1


Dia lalu terbang dengan cepat menuju ke arahku dan menyerangku. Aku menahan serangannya tetapi serangannya terlalu cepat jadi aku terkena sedikit goresan. Wynox terbang menuju ke belakangku, dia berbalik dan langsung menyerangku lagi lebih cepat dan cepat dan terus-menerus.


Entah sudah berapa kali dia melakukan ini, tetapi dia masih terus-terusan menyerangku dengan gaya yang sama dan lagi kecepatannya hampir menyamai kecepatan cahaya! Aku harus segera mengakhirinya!


Aku menunggu kesempatan datang... aku mulai bisa melihat gerakannya... kiri... kanan... depan! Aku menghindar. Kanan... kiri... belakang... Sekarang!


Aku berteleportasi ke punggung Wynox dan langsung menebasnya tanpa ragu-ragu. Wynox akhirnya tak melakukannya lagi. Dia terpental jauh karena kecepatannya. Tetapi dia berdiri dan langsung menyerangku lagi dengan kecepatan secepat cahaya!


Aku terkejut lalu dia menusuk tepat di jantung ku berada. Aku muntah darah dan dalam beberapa detik saja, kesadaranku seperti ingin menghilang. Aku berbaring terpuruk disana. Staminaku langsung terkuras habis.. apakah ini akhir dariku? Sepertinya iya.


Kesadaranku memudar tetapi entah kenapa... itu kembali lagi. Eh? Aku tak mati? Kenapa? Aku terheran-heran akan hal itu, tetapi sayangnya staminaku belum cukup untuk bisa memikirkan sesuatu dengan jernih. Yang bisa aku klaim adalah jantung masih bisa bergerak karena arus listrik yang mengalir di dalam tubuhku, tetapi aku hanya bisa bertahan beberapa menit saja sebelum aku benar-benar tumbang dan tak bisa bangkit lagi.. Setidaknya... Jika aku mati... aku harus menyeret satu orang bersamaku untuk pergi..! WYNOX!!


Aku berdiri sekuat tenaga, sempoyongan dan kesakitan..


"Naa.. kaa.. noo... WY... NOX!!!".


Aku memungut pedangku lalu berteleportasi ke arahnya. Aku.. sudah tak peduli lagi dengan konsekuensinya... yang bisa aku pikirkan sekarang adalah... membunuh Wynox!


Aku menyerangnya dengan elemen listrik bertegangan sangat tinggi sampai aku juga merasakan sakitnya. Aku mengayunkannya ke bawah dan menyebabkan arus listrik yang kuat sampai ke udara. Tak ada cara untuk melarikan diri lagi!


Wynox tersambar petir itu. Ini adalah kesempatan emas! Habisi dia langsung... kesadaranku... aku hanya bisa mempertahankannya sekitar 10 detik lagi!


Aku berteleportasi ke dekatnya dengan Excusifer berelemen api. Aku menebasnya laku berteleportasi ke dekatnya lagi namun di arah lain dan menebasnya lagi. Aku melakukan hal itu terus-menerus dengan kecepatan yang meningkat juga.


Sisa waktuku 7 detik lagi! Aku muntah darah. Aku akan mati tetapi sebelum itu... biarkan aku membunuhnya!!


Aku berteleportasi ke atasnya yang tengah pingsan, mengangkat pedangku ke atas mengeluarkan elemen gabungan, Kegelapan-Api-Listrik. Ketiga elemen itu aku gabungkan dan menciptakan bilah 3 elemen yang besar. Berat... tetapi... ini sepadan!


Aku mengayunkannya ke bawah sambil berteriak.


"MATIII!!!!".


Bilah itu melewati Wynox dan terjadi ledakan besar disana yang menghancurkan seluruh sudut lantai keempat. Membuat lantai 3 dan 5 istirahat berpisah dengan lantai 5 yang mana itu adalah lantai terakhir. Alhasil Lantai 5 pergi ke udara dan ke luar angkasa sendiri.


Apakah... aku mati dan gagal di lantai 4? Ya sudahlah.. aku tak peduli.. Maafkan aku ibu.. Mashiro.. Artoria.. Tohka.. Anna.. Sumiko.. Kurumi.. Sei.. Keiko.. Paman.. Bibi.. dan yang lainnya.. Maaf! Aku tak bisa menepati janji kalian... kalian pasti marah denganku kan? Haha... tak apa jika kalian marah... tak apa jika kalian tak memaafkanku.. Aku ikhlas...


Ah... Setidaknya... aku ingin melihat wajah kalian semua.. wajah kalian yang tersenyum.. dan berbahagia... Asal kalian tahu.. aku menyayangi kalian semua..

__ADS_1


__ADS_2