
Aku mendorong badanku ke arahnya sambil mengerahkan pedangku dari samping. Tetapi dia bisa menahan serangan dengan beliung besinya walaupun begitu aku tetap menyerang beberapa kali untuk menganalisa kekuatannya. Dia kemudian menghindar dan meloncat ke belakang.
"Hm.. lumayan juga... Tapi... aku masih tak bisa mempercayakan kedua anak itu kepadamu!" katanya.
"Kedua"? Apakah dia tak tahu kalau kakakku telah tiada?
Dia meloncat ke atas ku dan mengayunkan senjatanya ke tanah sehingga ada sambaran petir di tanah. Aku meloncat ke udara karena tahu akan hal itu, setelah menghilang aku langsung mendarat.
Aku baru ingin berbicara tetapi dia sudah siap menyerangku. Dia sudah berada di depanku dengan senjatanya di sampingnya, dia mengayunkannya ke samping, ke arahku. Mau tak mau aku harus berteleportasi ke suatu tempat disana.
Aku berteleportasi agak jauh darinya. Aku mulai serius. Aku langsung mendorong diriku dengan cepat ke depannya dan menyerangnya. Dia menahan serangan dan di sanalah terjadi serangan bertubi-tubi dariku dan dia dan saling menahan serangan.
Banyak ledakan terjadi disana, tentu saja karena sambaran listrik bertegangan tinggi. Aku mengeluarkan api hitam disana.
Serangan yang cukup lama itu berhenti saat serangannya meleset dan beliung milikinya menancap di lantai dan sekali lagi sambaran listrik pun terjadi seperti tsunami.
Aku meloncat ke atas dan mengayunkan pedangku ke angin menyebabkan bekas tebasan itu menjadi serangan bermuatan api yang sedang terjun ke arahnya.
Dia menahannya dengan menghantamkannya dengan listrik. Aku terjun ke arahnya, mengayunkan pedangku ke atas ku lalu ke bawah. Dia menahannya sekali lagi tetapi terjadi adu kekuatan antara api dan petir.
Seketika, adu kekuatan disana berhenti dan beliung itu mengeluarkan listrik putih besar disekitarnya dan tiba-tiba aku terdorong ke atas dengan pedangku yang berpisah dengan tanganku. Sakit..!
Aku mendarat dengan keras. Rasanya... sel-sel darah di dalam tubuhku.. mengalir dengan cepat dan detak jantungku berdebar sangat kencang.. sebentar.. Apa itu efek dari listriknya?
Ada sesuatu yang mau keluar dari mulutku.. aku memuntahkannya dan menemukan kalau itu.. adalah darah... Yang barusan aku duga.. itu benar! Jantungku berdebar sangat kencang dan diluar kata "normal"! Jadi itu efeknya ya..
Aku meng-teportasikan pedangku. Aku langsung mendorong badanku lagi dan menyerangnya. Aku menyerangnya terus-menerus dan menunggu saat yang tiba.
__ADS_1
Dan saat dia menyerang dengan mengayun ke bawah, itulah saatnya. Aku berteleportasi ke atasnya, dia terkejut dan langsung mencoba menghalang seranganku tetapi dia terlambat. Aku menyerang bahu kiri dan membuatnya terdorong dan jatuh keras di atas lantai membuat lantainya rusak retak.
Aku menahan diri untuk tak menyerang lagi, mungkin dia memiliki sesuatu untuk dibicarakan.
Dia menyerangku seperti tak peduli dengan lukanya. Sepertinya tidak ya. Dan saat dia terjun di atas ku, aku berteleportasi ke belakangnya dan menyerang punggungnya. Dia kesakitan sampai darah keluar dari mulutnya.
Herobrine, orang ini memiliki insting dan kemampuan bertarung layaknya jendral bintang 5. Tetapi walaupun begitu kecepatannya masih bisa dibilang rendah bahkan lebih cepat ibuku tadi. Kurasa aku bisa menang mudah asalkan aku bisa menggunakan waktu untuk berteleportasi dengan tepat.
"Percuma, aku bisa membunuhmu dalam sekali serang kapanpun aku mau.",
"....".
Dia menunjukkan wajah kesal dan marah.
"Apa yang kamu mau?!",
"... Hmm... Aku hanya ada satu. Kenapa kamu bisa berada di lantai ini? Kalau tak salah aku pernah dengar kalau orang-orang penjaga lantai ini adalah orang yang memiliki hubungan kepada penantang sepertiku.",
"Tohka dan Kakakku bukan?",
"Benar.. Kakakmu. Hah... aku harusnya memohon maaf kepadamu karena aku melakukan kesalahan padamu saat itu.",
"Yah.. aku bisa memaklumi itu.. Tapi jika hal itu tak terjadi, mungkin aku takkan sekuat ini. Kurasa ada kelebihannya.",
"Heh... Kurasa aku bisa mempercayakan satunya kepadamu.",
"Satunya?",
__ADS_1
"Jangan membodohi ku. Aku tahu kalau kakakmu telah tiada bukan?",
"Yah... itu benar. Aku juga hampir terkejut karena hal itu..",
"Kurasa itu adalah hal wajar karena hubunganmu dengannya cukup erat.",
"Ya ya.. aku mengerti.. Jadi bagaimana caramu ingin mati?",
"Tak sopan sekali kau.. Aku ingin mati dengan elemenku sendiri. Bunuh aku dengan elemen listrik yang ditingkatkan oleh pedangmu.",
"Kurasa itu susah...",
"Apa? Sudah menyerah? Apakah kamu mau turun?",
"Baiklah, baiklah akan aku lakukan.".
Herobrine berdiri dan menutup matanya dengan santai. Aku menghela nafas dan memegang pedangku dengan erat.
"Jika kamu ingin mengeluarkan energi listrik, rasakan tegangan listrik yang ada di tubuhmu dan kumpulkan jadi satu. Lalu salurkan ke pedangmu dan kuatkan di bilah pedangmu. Ayo, lakukanlah.".
Hufft... Baiklah! Pertama rasakan tegangan dan arus listrik yang mengalir... Kumpulkan jadi satu di satu tempat... lalu salurkan ke bilah pedang...
Aku mengambil posisi, meletakkan pedangku ke samping. Lalu mengayunkan pedangku dengan tenang. Tiba-tiba ada listrik mengelilingi bilah pedangku berwarna hitam.
Aku memenggal lehernya dengan elemen kesukaannya, listrik dan tiba-tiba ada lingkaran berwarna ungu dan hitam mengelilingiku dan mengenai lehernya, serta ada listrik yang memancar di samping lingkaran itu.
Herobrine pun menjadi semacam kunang-kunang berbentuk listrik dan menghilang.
__ADS_1
Lalu seperti sebelumnya, ada pintu terbuka di belakangku dan aku pun masuk ke sana. Dan yang pertama aku lihat seperti biasa pohon! Lalu aku bertahan hidup disana dengan memburu, memahat, dan melakukannya seperti sebelumnya.
Lalu aku ditawarkan lagi menuju ke lantai selanjutnya, lantai 3 dan aku langsung masuk ke dalamnya. Apa yang akan aku temukan didalam sana?