
Apa yang terjadi padaku? Aku merasakan energi yang hebat mengalir di dalam tubuhku. Apakah ini kekuatan Nakano Wynox? Kekuatannya terlalu hebat.
Tubuhku bilang kalau dia hanya bisa menopang kekuatan itu dalam 60 detik. Artinya adalah aku harus mengembalikan Artoria menjadi seperti yang dulu dan mengalahkan Arthories dalam 60 detik, kan? Ini akan sangat susah, tapi dengan kekuatan sebesar ini aku pasti bisa!.
Tanpa mengucapkan mantra, aku menaruh jari-jari ku di lantai dan mengangkatnya kembali dengan cepat. Di tempat dimana Artoria hitam berdiri, sebuah gundukan batu berubah menjadi seperti jarum yang ingin mengenainya.
Artoria menyadari akan hal itu, dia pun melompat. Tapi dia melupakan sesuatu yang penting, bahwa aku adalah orang yang mengendalikan alam.
Aku melihat ke arah Artoria akan tuju. Saat dia sampai ditempat yang aku lihat barusan, dia terpental ke atas dan kemudian terpental lagi ke bawah dan menghantam tanah. Tanah yang ditiduri oleh Artoria mengeluarkan akar besar yang melilitnya sehingga Artoria tak bisa bergerak.
Aku berpikir bagaimana cara untuk membebaskan Artoria dari sihir hitam ini. Eh, tunggu... Mengapa aku begitu peduli dengan gadis ini? Aku... aku tidak tahu apa yang kulakukan. Apakah ini permintaan dari Nakano Wynox? Ya benar!. Apa ini? Kepalaku terasa sakit... Sepertinya ini efek samping dari kekuatan besar ini.
Aku maju selangkah demi langkah ke arah Artoria. Aku terus bertanya... Bagaimana aku harus mengembalikannya? Adakah gunanya bila aku ikut campur dalam urusan Nakano Wynox? Adakah untungnya bagiku bila telah menyelamatkannya? Apa diakhirnya hanya aku yang dimanfaatkan? Banyak sekali pertanyaan yang datang.
Aku berhenti melangkah, waktu yang ku punya hanya 45 detik yang tersisa. Sei melihat ke arahku dan bilang, "Nakano... Selamatkan dia... dan... selamatkan Tohka juga.." kemudian pingsan.
Aku tahu tugasku sekarang, tapi... untuk apa? Emangnya ada untungnya bagiku? Ini kan hanya... permintaan Nakano Wynox.
Suara tiba-tiba datang di kepalaku. (SELAMATKANLAH DIA!! SELAMATKANLAH DIA DARI KEGELAPAN!!).
__ADS_1
Suara itu menuntunku untuk bergerak ke arah Artoria. "A-Apa mau mu?" tanya Artoria,
"Menyelamatkanmu..." jawabku,
"Cih... Aku gak mau diselamatkan oleh orang yang tidak tahu apa-apa tentangku.",
"Terserah. Aku hanya harus menyelamatkanmu... dan...",
"Dan?",
"Membunuh ibumu.",
"Heh... Bagaimana caramu untuk melakukannya?",
Aku mengangkat Excusifer dan membalikkannya sehingga kepalanya berada di bawah genggaman tanganku. Aku menerjunkan tanganku dan pedang itu menuju tepat ke tengah kepala Artoria. Suara itu datang lagi. (HENTIKAAAAANN!!!!!). Tapi aku tidak peduli. Ini adalah caraku.
Artoria menutup matanya pertanda kalau dia sudah siap mati. Tapi tujuanku berbeda.
Pedang itu terjun tepat ditengah kepala Artoria dan itu juga berhenti sebelum mengenainya. Tanpa disadari aku telah membuka sihir baru untuk pedang hitam dengan bentuk segitiga di ujungnya. Nama sihir itu adalah Anti-Sihir. Sihir yang dapat menetralkan sihir lain.
Artoria membuka matanya dan dia melihat sebuah bilah pedang sedang berada di atas hidung dan matanya.
__ADS_1
Pedang itu menghisap energi-energi hitam gelap dan negatif dari Artoria, sekaligus mengubah Artoria menjadi yang dulu lagi. Aku menyingkirkan pedangku dari hadapan wajahnya.
Artoria tidak percaya, "Eh? Kenapa kamu tidak membunuhku?",
"Membunuh? Itu diriku yang dulu... Aku yang sekarang berbeda. Aku, Sakamaki Nakano, akan membuat ibumu menjelaskan semuanya. Caraku menyelesaikan masalah berbeda dengan Nakano yang itu. Bunuh-bunuhan bukanlah jawaban yang tepat. Dan juga waktumu untuk hidup masih panjang. Gunakanlah itu untuk memuaskan diri.",
"Aku sudah puas melihat Nakano yang asli dibandingkan duplikatnya yang palsu!",
"Terserah apa mau mu. Hidupmu adalah jalan yang kamu tempuh. Hidupku adalah jalan yang ku tempuh.".
Aku berjalan ke arah Arthories yang sedang mencoba berdiri. "Bodoh..." kata Artoria dengan nada yang kecil.
Waktuku hanya tersisa 27 detik lagi. Aku berhenti berjalan dan melihat ke arah Arthories yang berhasil berdiri dengan bantuan pedang emasnya. Dia terengah-engah kelelahan. Itu pasti karena tendangan ku. Mulutnya yang mengeluarkan darah bilang, "Sialan!".
Dia mendorong dirinya dengan kakinya ke arahku dan mencoba menyerangku. Aku menjatuhkan pedang kedua pedangku. Kemudian, aku mengayunkan tanganku dari atas hingga ke bawah layaknya kucing yang mencakar mangsanya.
Mata Arthories memicu ke sesuatu yang lain saat aku mengayunkan tanganku. Mata Arthories melihat sesuatu yang bukan manusia dan bukan iblis, melainkan monster hitam yang berasal dari dunia yang diselimuti kegelapan. Apa yang dia lihat membuatnya merasa takut untuk memegang erat pedangnya. Visinya yang harus memegang erat pedang tanpa rasa takut sedikitpun seketika runtuh saat melihat aku sebagai monster pelahab manusia di dunia gelap.
Pedang Arthories jatuh dari genggamannya. Tanganku semakin dekat dengannya. Dia melihat sebuah bayangan, dimana dia terbunuh olehku. Dia berpikir kalau itu memang benar akan terjadi. Tapi itu salah. Aku melanjutkan gerakan ku. Tetapi tangan kananku yang kosong itu memegang bahu Arthories dengan lembutnya melakukan teknik bela diri yang membuatnya pingsan. Sebelum pingsan, Arthories melihat seseorang yang bermata tajam yang memiliki hati yang hangat sehangat bunga yang bermekaran di musim semi. Dia juga terbayang seseorang berambut merah yang sedang memegang tangan kirinya dan hendak memeluknya.
Aku membuatnya pingsan dan menyelesaikan tugasku dengan baik dengan cara tanpa membunuhnya. Inilah yang terbaik. Waktu habis. Aku kehabisan banyak energi dan aku pun jatuh tertidur.
__ADS_1
Ikumi berubah menjadi Tohka. Saat itu, dia merasa bersalah karena tak banyak membantuku dan Sei.
Tohka melihat ke arahku dan berteriak, "NAKANO!!". Aku menyelesaikan tugasku dengan baik di alam semesta ini... Apa yang akan terjadi padaku setelah aku terbangun dari tidurku nanti?