Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 117, Mana yang kau pilih?!


__ADS_3

Aku, Sei, dan Mashiro melihat sosok Kurumi berdiri dihadapan pedang dengan tubuh yang mulai tembus pandang dari waktu ke waktu. Aku menyapanya dengan nada bersalah.


"Kurumi...".


Dia menjawabku tanpa melihat ke arahku.


"Apa? Apa kalian ingin membunuhku lagi sama seperti sebelumnya?",


"Dengarkan kami dulu?".


Aku maju selangkah, tetapi Kurumi mendengar itu dan menghentikan ku.


"Berhenti! Jangan mendekat!" katanya sambil mengepalkan tangan sambil menunduk ke bawah.


Aku berhenti, mengikuti perintahnya.


"Jangan lagi..! Jangan berikan aku rasa sakit lagi!",


"Kurumi... kami tidak...!",


"DIAM! Kau tak mengerti! Kalian semua bersenang-senang, sedangkan aku sendiri yang tersiksa! Sudah cukup! Biarkan aku pergi dari kehidupan kejam ini!",


"Kurumi...",


"Ini bukan waktunya menyerah!" kata Sei tiba-tiba,


"...",


"Kurumi... aku tahu aku salah karena menuduhmu dan menyakiti perasaanmu! Aku tak tahu apa-apa!",


"Tapi itu tetap salah! Ini sudah berakhir! Biarkan aku sendiri—",


"Ini bukan waktunya menyerah! Coba kamu pikirkan sekali lagi! Apakah ini yang Nakano inginkan? Apakah yang kamu lakukan adalah sesuai dengan yang Nakano harapkan? Apakah jalan yang kamu ambil adalah jalan yang diharapkan Nakano? Apakah ini semua yang diharapkan olehnya? Oleh Nakano Wynox?!".


Kurumi menengok ke arah belakangnya dengan mata basah bekas menangis. Sei maju dengan berani walaupun ragu-ragu. Dia menatap Kurumi dengan wajah serius.


"Coba kamu pikirkan sekali lagi? Untuk apa kamu hidup? Apa tujuanmu sudah berakhir? Apakah ini akhir yang kamu inginkan?! Apakah ini akhir hidupmu?! Jika memang ya, jangan mati seperti ini! Ini bukanlah yang Nakano Wynox inginkan! Aku tak tahu apapun yang kalian alami saat kalian bersama dimasa lalu. Aku juga tak tahu pola pikir Nakano yang dulu. Tetapi aku percaya, kalau ini bukanlah yang DIA HARAPKAN DARIMU!!!",


"....".


Sei terengah-engah. Dia mengambil dan menggenggam tangan Kurumi yang mulai tak terlihat itu. Sambil mengambilnya, dia berbicara:

__ADS_1


"Kau tahu, aku juga sebenarnya merasa iri dengan kalian. Maksudku, kalian telah memiliki kenangan bersama saat kalian masih hidup bersama dulu. Saat mendengarkan apa yang kalian lalui dulu, aku merasa iri dan kesepian seperti... aku adalah orang asing yang tak sengaja mendengar kisah itu... Tetapi kamu berbeda... kamu adalah salah satu dari 3 istri Nakano Wynox! Kamu seharusnya bangga dengan apa yang kamu punya sekarang...",


"...",


"Aku dilahirkan seperti berbeda saat bersama kalian... tetapi aku bersyukur karena Nakano mengangkat Keiko menjadi tunangannya, jadi aku tak merasa kesepian... tetapi tetap saja aku merasa kesepian.. Kadang... aku merindukan orang tuaku walaupun mereka memperlakukan seperti budak mereka... tetapi aku tak peduli itu... Aku hanya peduli kenangannya... walaupun itu kelam... tetapi... kenangan adalah sesuatu yang membuktikan kalau diri kita ini pernah ada di dunia ini... Karena itu... jangan berputus asa dan kembalilah hidup seperti yang Nakano Wynox harapkan... oke?",


"Tetapi... semua tindakanku pasti tak bisa dimaafkan... terutama... dia...",


"Aku percaya... aku percaya Anna akan memaafkannya bila kamu menceritakan yang sebenarnya...",


".... Begitu ya... baiklah... aku akan mencobanya dulu...",


"Yay!".


Sei yang menggenggam tangan Kurumi, menariknya dan membawanya keluar dari bawah tanah yang panas disana.


"E-eh?!".


Kurumi melihat ke arahku saat mereka berdua melewatiku. Aku tersenyum ke arah Kurumi. Kurumi terkejut dan mulai menuruti Sei. Kurasa mereka berdua bisa akrab dalam waktu dekat.


Kami semua keluar dari ruang bawah tanah yang panas. Saat di atas, Sei melupakan sesuatu yang penting.


"Eh.. ah.... Artoria... kita tak bisa pulang, kamu ingat?",


Bagaimana ini?


"Kurumi, tubuhmu akan menghilang kapan?",


"Tengah malam nanti.".


Tepat seperti dugaanku ya...


"Bagaimana ini, Artoria? Kita hanya bisa berteleportasi besok!",


"Hm? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Mashiro dibelakang kami,


"Ah.. Yah.. kami tak bisa pulang..." jawab Sei,


"Oh iya, Kurumi.. apakah kamu bisa memindahkan kita bertiga ke Machinery?",


"Kalau itu... aku tak bisa...",

__ADS_1


"Benar juga sih... Energimu semakin menipis bersamaan dengan tubuhmu.. Maaf.. kami juga tak memikirkan perasaanmu.. lagi..",


"Ah.. Tidak apa.." katanya dengan senyum kecut,


"Kenapa kalian risau? Apakah kalian tidak tahu kalau aku pengguna kekuatan kegelapan?",


"Eh?",


"Eh?",


"Hmm?",


"Tidak.. kami tak tahu itu..",


"Kalau begitu kalian beruntung.".


"Bawalah mereka pergi ke tempat yang mereka tuju! Teleport!" katanya merapal mantra.


Kami tiba-tiba dipindahkan ke Machinery oleh Mashiro sampai tak sempat menyapanya untuk terakhir kalinya. Dasar anak tak sabaran.


"Kalau begitu, ayo. Kita pergi ke tempat Keiko.",


"Ayo Kurumi.." kata Sei,


".... Kurasa tak perlu..... Aku tak yakin aku dimaafkan... Aku juga tak yakin kalau aku akan diterima... Lebih baik aku kembali pergi dari sini...",


"T-tunggu! Kita bisa menjelaskannya!" kata Sei.


Aku maju mendekati Kurumi. Mengangkat tanganku ke atas dan menamparnya. Tentu saja Kurumi terkejut tetapi ekspresi wajahnya menunjukkan kalau masa-masa ini akan datang.


"Sudah cukup... sudah cukup...! SUDAH CUKUP! APA-APAAN KAMU INI! KAMI BERUSAHA MEMBANTUMU AGAR TETAP ADA DI DUNIA INI! DAN INI BALASANMU! TETAP MENYERAH SEAKAN-AKAN KAMU ADALAH YANG SALAH??!?! KAMILAH YANG SALAH! KARENA ITU KAMI MEMBAWAMU KESINI UNTUK MEMPERBAIKI KESALAHAN KAMI SELAGI BISA! TETAPI KAMU... KAMU MALAH BERPUTUS ASA! ITU BUKANLAH KURUMI YANG AKU KENAL!",


"....",


"Kurumi yang aku kenal adalah wanita yang kuat! Sombong! Penggoda! Dan manja kepada Nakano! Dia adalah perempuan paling setia kepada Nakano! Perempuan pertama yang dilamar Nakano! Perempuan pertama yang menjadi milik Nakano! Bukan perempuan tukang putus asa yang hanya bisa menatapi nasib! Kalau kamu sudah mengerti, diamlah dan ikuti kami!",


"...",


"Su-sudahlah, Artoria...".


Aku membalikkan badanku darinya.

__ADS_1


"Ya sudahlah, jika kamu ingin tetap hidup, temui aku di tempat Keiko dan aku akan memberikanmu hidup. Jika tidak terserah kau! Jawabannya ada di tanganmu! Mana yang kamu pilih? Mati atau hidup?".


Aku sudah tak bisa mengendalikan emosiku lagi. Jika dia memang ingin mati aku tak peduli. Sekarang... mana yang dia pilih? Hidup.. atau... mati..?


__ADS_2