Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 126, Berbicara dengan Ibu l


__ADS_3

Satu bulan telah lewat. Tak ku sangka memerlukan waktu selama itu untuk pulih. Memangnya separah itu? Tohka selalu memasang wajah bersalah selama ini. Apakah dengan ini dia sudah tak memasang wajah itu lagi?


Dan satu lagi.. Aku telah menjadi seorang ayah.. Yap, bayinya telah lahir. Dia seorang perempuan bernama Naya, semoga saja dia bisa sehebat ibunya.. Yah... awalnya aku masih belum siap, tapi ini juga salahku jadi aku mau tak mau harus bertanggungjawab. Walaupun begitu, aku belum berhenti berpetualang. Artoria tak melarang ku untuk berpetualang tetapi sebagai gantinya aku tak boleh tak pulang lama. Dan lagi, Artoria tak berpetualang sementara karena harus menjaga anaknya— Maksudku anak kami.


Yah... aku berniat mempercepat petualangan ku dengan langsung pergi ke Spiral God Tower. Tapi sayangnya, aku perlu menunggu 2 bulan lagi untuk bisa kesana, itu kata ibuku. Jadi, aku bingung ingin kemana. Jika aku berurusan dengan masa laluku maka aku harus pergi ke suatu alam semesta, tetapi alam semesta apa? Tempat dimana teknologi lebih berkembang pesat... tempat dimana manusia tak lagi berperang... apa? Bahkan tempat aku pertama kali diadopsi saja lupa. Ya sudahlah.


Di suatu tempat di tangga yang memisahkan antara istana dan kota, aku duduk bersama dengan Kurumi berbincang-bincang apapun yang bisa kami obrolkan.


"Nakano, bagaimana dengan perjalananmu selanjutnya apakah kamu sudah punya rencana?" tanya Kurumi,


"Belum.. aku tak tahu harus kemana lagi selain ke Spiral God Tower." jawabku,


"Bagaimana kemampuan pasif mu? Masih belum penuh bukan?",


"Yah.. memang belum.. tetapi kemampuan pasif terakhirnya berada di tangan Wynox yang artinya berada di Spiral God Tower untuk mendapatkannya.",


"... Bagaimana dengan kemampuan pedang?",


"Kemapuan Excusifer? Sepanjang yang kudengar, *********** hanyalah berteleportasi. Tak memiliki kemampuan lain..",


"Benarkah? Tetapi... aku merasakan kalau pedangmu itu memiliki sesuatu yang unik..",


"Teleport?",


"Bukan! Hal unik lainnya!",


"Hm? Contohnya?",


"Entahlah... mungkin elemen kegelapan atau enchant kegelapan.",


"Benarkah? Kurasa itu hanyalah firasatmu..".


Atau mungkin Kurumi benar? Excusifer merupakan pedang salah satu dari 5 pedang legendaris dari seluruh alam semesta, pasti memiliki hal unik lain selain kemampuan teleportasi nya. Walaupun kemampuan itu benar-benar berguna tetapi sekarang hanya berguna jika pedangku terpental jauh saja.. Hmmm... kira-kira bagaimana jika enchant kegelapan yang benar-benar ada bekerja ya? Hmm.. juga kulihat... anu... api hitam... petir hitam... tanah jiwa... es gelap... Wah, banyak yang keren... tetapi bagaimana dengan cahaya? Heh.. mana ada... kedua elemen itu saling bertolak belakang. Mana bisa digabungkan... atau mungkin bisa?


—Api hitam, dan petir hitam yang dibicarakan ku adalah elemen yang ditingkatkan, singkatnya elemen yang dicampur dengan elemen gelap. Setiap elemen yang di enchant akan menghasilkan kekuatan yang lebih besar dari elemen itu tersendiri. Hanya ada 2 elemen yang bisa meng-enchant elemen lainnya, cahaya dan kegelapan. Tetapi untuk menggabungkan kedua elemen itu, jangan mencobanya karena takkan berhasil. Penjelasan lebih jelasnya tunggu saja di chapter mendatang.


"Yah... mungkin akan keren." kataku kepada Kurumi,


"Ehe...".

__ADS_1


...----------------...


Kini, aku berada di kamarku. Setidaknya berbicara dengan Kurumi dapat menghilangkan rasa bosanku. Aku menguap dan merenggangkan badanku ke atas. Lebih baik aku tidur sebelum latihan nanti.


Didalam mimpiku.... Aku terbangun di tempat gelap. Aku melihat ke kanan dan ke kiri tak ada apapun selain kegelapan. Aku melihat ke atas sama saja dan aku terkejut saat melihat ke bawah, bilah pedang Excusifer! Kalau tak salah.. aku pernah kesini bertemu dengan ibuku.


"Manabe.." kata seseorang di depan suaranya terasa tak asing.


Aku melihat ke depanku dan melihat sosok ibuku di depanku! Ini kedua kalinya aku bertemu dengannya, tetapi sebelumnya aku diikat oleh waktu jadi tak ada waktu untuk mengobrol lebih dengannya.


"Manabe.. Eh maksudku Nakano..." katanya,


"Ibu boleh memanggilku sesuka ibu.",


"Ibu? Ah iya benar juga, kita pernah bertemu disini. Tetapi... apakah kamu tak terburu-buru lagi?",


"Tidak.. yah... aku sedang berada di istana Pion Putih memikirkan kemana perjalananku selanjutnya..",


"Terus?",


"Aku berniat pergi ke Spiral God Tower tetapi perlu 2 bulan lagi sampai itu terbuka.",


"Ibu terlalu berlebihan.. tetapi terimakasih.. Tunggu, bagaimana aku bisa masuk ke sini padahal aku sendiri tak tahu caranya..?",


"Apakah kamu tak masuk kesini sendiri?",


"Tidak.. aku bahkan tak tahu caranya... Tetapi syukurlah aku bisa masuk.. aku memiliki banyak pertanyaan.",


"Oh.. begitu ya... aku siap mendengarkannya.. Jadi tentang apa?",


"Yang pertama... bagaimana aku bisa masuk kesini sesuka hatiku?",


"Kamu harus menguasai seluruh potensial pedang ini dengan begitu kamu terikat dengan ruangan ini dan bisa mengendalikannya. Ibu mengendalikan ruangan ini tetapi suatu saat nanti kamu juga bisa melakukannya.",


"Apakah jika aku bisa mengendalikannya maka ibu juga akan hilang?",


"... Tidak.. Ibu tidak akan menghilang. Arwah ibu terikat setengah dengan pedang ini jadi ibu tak menghilang, kecuali pedang ini hancur maka arwah ibu akan kembali ke tempat yang seharusnya..",


"Begitu ya...",

__ADS_1


"Apakah hanya itu?",


"Tidak... maksud dari potensial pedang yang ibu bicarakan itu apa? Bukannya kemampuan pedang ini hanya berteleportasi?",


"Ti-dak." katanya sambil menggoyangkan jarinya,


"...?",


"Kemampuan pedang ini banyak, yaitu pertama teleportasi yang kamu tahu, kedua enchant hitam, dan yang ketiga kekuatan tingkat akhir dari pedang ini Anti-sihir.".


Jadi ada enchant ya?! Wahh.. hebat..


"Tunggu, Anti-sihir?",


"Yap Anti-sihir. Kamu tahukan kemampuan yang dapat menetralkan sihir apapun. Salah satu kemampuan legendaris.",


"Aku baru tahu kalau pedang ini memiliki kemampuan itu.",


"Yah.. banyak yang belum tahu dan kamu adalah orang ketiga yang mengetahuinya. Dan kamu pasti tahu siapa orang keduanya..",


"Ayah...",


"Yap. Kau tahu, pedang ini di buat dengan material-material langka yang digabungkan dan salah satunya adalah material batu Exsos, batu Anti-sihir. Batu yang super langka. Satu gramnya saja bisa seharga uang yang ada di seluruh alam semesta. Dan yang tercantum dalam pedang ini bernilai 50 gram.",


"50 GRAM?!",


"Yap. Ibu dan ayah menemukannya saat pertarungan luar angkasa. Yah.. bisa dibilang kami sangat beruntung pada hari itu.",


"...".


Aku terkejut akan fakta itu. Tak ku sangka kalau pedang yang selalu menemaniku dan bertarung denganku bernilai sangat tinggi? Bahkan terlalu tinggi untuk galaksi ini.


"... apakah kamu memiliki pertanyaan lagi?",


"Aku masih ada! Kan sudah kubilang aku memiliki banyak pertanyaan!",


"Hehe.. Kalau begitu tanyakanlah kepadaku, aku akan menjawabnya semuanya.",


"Semuanya ya... Kalau begitu, Bagaimana ayah dulu?"

__ADS_1


__ADS_2