Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 87, Kencan dan Jawaban


__ADS_3

Keesokan paginya, aku telah bersiap dan sedang menunggu Sei di depan gerbang. Aku menutup mataku sambil menyender ke tembok di samping gerbang yang terbuka lebar itu. Seketika aku mendengar suara langkah kaki dari dalam gerbang. *Tok tok tok*.


Aku mendengar suara hentakan kaki yang semakin keras. Seketika hentakan kaki itu hilang tepat di samping telinga kiri ku. Aku mendengar seseorang terengah-engah sebelum menarik nafas panjang dan menyapaku.


"Nakano..." kata suara itu.


Aku membuka mataku dan melirik ke samping. Aku langsung pergi berdiri dan memasukkan tanganku ke saku celanaku.


"Kalau begitu, ayo." kataku.


Sei terpesona sebentar lalu kemudian dia mengangguk dan tersenyum.


"Mmmm... Ayo!" katanya penuh semangat.


Kami berjalan menuju ke kota dengan santai. Aku melirik ke wajah Sei dan melihat kalau wajahnya sedang menyembunyikan rasa malunya. Dia gugup dengan pipi yang memerah setiap waktunya. Seketika saat dia mencium aroma sedap dari samping jalan, dia langsung melihat darimana wangi itu berasal dan aku juga cukup tertarik. Aku dan Sei melihat sebuah kios makanan di pinggir jalan.


Aku melihat ke wajah Sei yang terlihat menginginkan makanan itu. Aku tersenyum sinis.


"Kau mau itu?" tanyaku.


Sei mendengar ku langsung bertingkah kalau dia tak menginginkannya. Tetapi dia tak bisa mengeluarkan kata-kata menolaknya karena wanginya yang sedap.


"Itu... Anu...".


Aku meraih tangan Sei dan mengajaknya ke kios makanan itu.


"E-eh?! Nakano?! Tu—".


Aku langsung memesan 2 porsi makanan itu.


"Pak, 2!" kataku,


"Siap! Tunggu sebentar ya." jawab bapak penjual itu.


Sei mendengar hal itu langsung bertindak seolah-olah dia tak menginginkannya walaupun dia jelas-jelas menginginkannya.


"Tu— Nakano! Aku tak menginginkannya..." katanya,


"Bohong... Kamu jelas-jelas menginginkannya." jawabku,


"Te-tetapi kamu tak boleh memaksakan dirimu untuk mengikuti keinginanku.",


"Tak apa bukan? Lagian kita juga lagi kencan tujuannya untuk bersenang-senang bukan?",


"Te-tetapi...".


Tiba-tiba bapak penjual itu menyela pembicaraan untuk memberitahuku kalau makanannya sudah siap.


"Ini dia." katanya sambil mengulurkan sebuah makanan yang cukup mirip dengan *takoyaki.


Aku menerima makanan itu dan memberikan koin perunggu sebanyak 2 keping kepadanya sambil bilang:


"Terimakasih.",


"Ok. Datang lagi!" jawab bapak itu.


Aku memberikan satu bungkusnya ke Sei.


"Nih.",


"Eh?",


"Kamu ingin bukan?",

__ADS_1


"T-Tidak...",


"Berhenti berbohong. Aku tahu kamu ingin. Ambil saja. Kita kan lagi kencan tak apa kan jika bersenang-senang? dan lagi itu memang tujuannya.",


"K-kalau begitu...".


Sei menerima makanan itu. Dia mengambil tusukan kecil yang ada di ujung sisi takoyaki itu. Dia meniupnya dan mengucapkan.


"Selamat makan.".


Dia pun memakannya. Aku melihat wajahnya, dia terlihat sangat senang. Aku tersenyum sinis dan memakannya juga.


"Selamat makan.".


Setelah kami makan, kami lanjut jalan berkeliling kota.


"Oh iya. Nakano, kamu kalau tidak salah ingin meminta saran ya?" tanya Sei ditengah jalan,


"Ya. Itu memang benar." jawabku,


"Tentang apa?",


"Tentang membangun sebuah hubungan.",


"...",


"Kamu tahu kan apa yang pernah dibilang Keiko saat kita datang ke Ender Library untuk pertama kalinya?",


"Itu.... Ahah kekuatan mata waktu yang besar.",


"Benar. Berhubungan dengan itu, mata waktu dapat menyerap kekuatan orang dan menjadikannya miliknya sendiri secara tidak terbatas, tetapi semakin sering menggunakannya kita akan terkena efek samping dari kekuatan itu. Setiap kekuatan memiliki efek samping tersendiri contohnya aku. Aku dapat berteleportasi tanpa batas tetapi jika aku berteleportasi terlalu sering, kepalaku akan sakit seolah-olah akan meledak.",


"Ya. Aku tahu itu.",


"Dan lagi. Keiko pernah memberitahu kita kalau kekuatan mata waktu paling besar didapat dari menggabungkan kekuatan antara kekuatan teleportasi, kekuatan gerigi, dan kekuatan dari seluruh elemen.",


"Ya benar. Yang lebih penting lagi, kini kita berada di alam semesta ini untuk mencari kekuatan pengendalian gerigi dan menurut Keiko kekuatan pengendalian gerigi berada di dalam tubuh putri disini, artinya...",


"Sumiko.... benar ya?",


"Ya.",


"....",


"Dan karena itulah aku membutuhkan bantuan mu. Aku perlu saran darimu agar aku bisa membangun hubungan dengan putri ini.",


"Kenapa tak ambil paksa?",


"Kau tahu aku kan? Aku ini adalah orang yang tak suka memaksa.".


(Tak suka memaksa..?).


"Demi mengalahkan Wynox. Aku perlu kekuatannya. Tetapi... aku juga tak tahu apakah aku bisa atau tidak... mengalahkannya.",


"Kamu bisa mengalahkannya selama kamu berusaha keras!",


"Ya. Aku tahu. Tetapi aku masih belum tahu apa dampak dari kekuatan berlebihan Wynox dan aku sangat kekurangan informasi mengenainya.",


"...",


"Tetapi aku tak tahu apa yang akan terjadi bila aku mengambil kekuatan dari Sumiko. Apakah dia akan menjadi manusia biasa tanpa kekuatan atau dia akan mati? atau hanya kekuatannya yang terbagi? Aku selalu memikirkan hal itu. Dan saat aku memikirkan kalau aku pernah membunuh orang...".


(MEMBUNUH ORANG?! Nakano... apakah dia pernah membunuh orang...? Pasti berat baginya... Aku baru tahu itu... Sepertinya... ada banyak hal yang aku belum ketahui tentangnya...).

__ADS_1


Saat aku melontarkan kata-kata ku barusan, aku langsung menggertak kan gigiku dan mengepalkan tangan dengan sangat erat.


"Pasti berat ya bagimu melewati ini semua..." kata Sei


"Eh?".


Aku melihat ke arah Sei yang menundukkan kepalanya ke bawah sedikit.


"Jika aku jadi kau. Aku mungkin sudah menyerah duluan.",


"...",


"Tetapi kamu bisa berjalan sampai disini.".


Sei melihat ke arahku dengan cepat dan langsung tersenyum lebar.


"Itu... sangat hebat loh!".


Aku tersenyum mengingat kalau ada banyak orang yang mendukungku. Aku melonggarkan kepalan tanganku dan melihat lurus ke atas langit.


"Sei, terimakasih.",


"Tidak apa-apa lagian aku ini salah satu istrimu di masa depan. Sudah tugasku untuk menyemangati suamiku.".


Aku cukup senang dengan kata-katanya barusan. Aku tersenyum setulus yang aku bisa tanpa sepengetahuanku. Di dalam kepala Sei:


(EEEEEEEHHHHH?! APA SIH YANG AKU KATAKAN?!! ITU TERLALU MEMALUKAN!!!! AAAAAAAAA TUHAN KU~~ AKU INGIN MATI SEKARANG!!!!!!).


"Kalau begitu ayo!" kataku,


"E-eh?! T-Tapi bagimana dengan sarannya?",


"Tidak usah. Aku sudah dapat jawabannya. Ayo kita habiskan waktu bersama. Ayo kencan!",


"Ayo!".


Aku dan Sei bersemangat sampai aku lari dengannya. Aku berlari sambil memegang tangan Sei tetapi aku tak melihat ke depan. Tiba-tiba aku menabrak sesuatu. *Gubrak*.


"Aduh...." kataku,


"Aduh...." kata seseorang yang ku tabrak.


Sei lari mendekatiku lalu menundukkan badannya.


"Nakano, Kamu baik-baik saja?!" tanya Sei,


"Y-Ya. Aku baik-baik saja." kataku


"M-maaf kan aku." kataku.


Aku membuka mataku dan melihat seseorang yang tampak tak asing bagiku. Aku terkejut orang itu adalah orang yang menemukanku saat ada Manusia Api atau apalah!


"Eh?" gumam ku,


"Eh?" gumamnya melihatku.


"EEEEEEEHHHHHHHHH?!?!?!?" Kata kami berdua bersamaan.


----


*Takoyaki: Sejenis roti bulat kecil dengan


isian daging gurita di dalamnya.

__ADS_1


Makanan ini adalah makanan yang


berasal dari Jepang.


__ADS_2