Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 17, Kerajaan Pion Putih dan Kembaran Kurumi


__ADS_3

Kami duduk di meja yang sama, meja dengan jamuan buah-buahan diatasnya. Ibuku sedang membuat makanannya jadi kami harus menunggu. Sedangkan Tohka sedang membantu ibuku menyiapkan makanan. Sei, aku, dan ayahku duduk di dekat meja. Sei ingin membantu ibuku, tetapi kekuatannya masih belum pulih sepenuhnya sehingga dia terpaksa untuk beristirahat.


"Ngomong-ngomong soal ras Kelinci Bulan, mengapa mereka hampir punah?" tanya Ayahku pada ibuku,


"Itu karena kekuatan mereka yang bisa melebihi kekuatan penguasa alam semesta. Sehingga penguasa alam menginginkan kekuatan tersebut. Untuk mendapatkannya, dia perlu menarik kekuatan itu keluar dari wadah yang bisa dikatakan sebagai tubuh kelinci bulan." kata ibuku.


Ayahku yang sedang minum air putih yang ada di dekatnya pun bertanya, "Siapa nama penguasa alam semesta yang mengganggu ras mu?",


"Dia... penguasa alam semesta pertempuran.. namanya Arthories Pendragon." kata Ibuku,


"Dia ya.." kata Ayahku,


"Emangnya kenapa dengannya?" tanya Tohka,


"Dia itu perempuan gila pertempuran. Dalam urutan kekuatan dari semua penguasa alam semesta, dia menduduki peringkat kedua setelah aku. Tak hanya itu.. Dia tak memikirkan bawahannya, yang dia pikirkan adalah pertempuran secara terus menerus. Dia mempunyai adik yang menjadi komandan perang disana. Adiknya memiliki idealisme yang sama dengan kakaknya, yaitu "Petarung wanita tak butuh belas kasihan.". Bisa dibilang mereka itu adik-kakak yang gila akan pertempuran." Jawab ayahku dengan panjang lebar,


"Bagaimana dengan orang tuanya?" tanya Tohka,


"Orang tua mereka entah dimana. Ada yang bilang orang tua mereka dibunuh oleh penjahat, dibunuh oleh mereka sendiri, hilang diculik tak kembali, dan sesuatu seperti itulah. Tak ada informasi lebih lanjut tentang orang tua mereka." Jawab Ayahku,


"Begitu ya.." kata Tohka,


"Dan menurut informasi yang kudapat, mereka bekerja sama dengan Kerajaan Pion Hitam." Kata Ayahku,


"Itu informasi yang bagus, tapi kami bertiga perlu ke Kerajaan yang lain dulu." kataku,


"Maksudmu Kerajaan Pion Putih? musuh bebuyutan Pion Hitam?" tanya Ayahku,


"Kau benar, mungkin kita harus ke sana terlebih dahulu." Kataku,


"Yosh, besok kita ke sana. Aku dan Istriku akan ikut ke sana. Di sana ada rumah kami yang kedua yang tadi ku jelaskan diluar!" kata Ayahku penuh semangat,


"Ini akan semakin mudah ya Nakano!" kata Tohka,


"Kau benar!" Jawabku,


"Anu.... Ini kapan kita makan ya? Aku sudah lapar.." kata Sei menyela.

__ADS_1


Kami melihat ke arah Sei dan tertawa dengan girang.


Keesokan harinya, kami siap pergi ke Kerajaan Pion Putih.


"Yosh, kalian siap berangkat?" tanya ayahku pada kami semua,


"Iya!" Jawab kami berempat.


Mereka berdiri di dekatku dan aku siap berteleportasi. Karena kekuatan Teleportasi ku meningkat, sehingga aku dapat berteleportasi hanya dengan mengingat satu kata atau lebih.


Aku menarik nafas, mengingat beberapa kata yaitu, "Gerbang Kerajaan Pion Putih", dan aku mendapatkan gambaran tentang gerbang itu. Aku pun mulai bilang, "Teleport.". Dan kami semua sudah berdiri didepan gerbang Kerajaan Pion Putih. Gerbang itu besar dan berwarna putih. "Inikah.. Gerbangnya?" Tanya Sei,


"Besar seperti biasa." kata Ayahku.


Kami berjalan masuk ke tempat para penjaga gerbang berdiri.


"Tunggu sebentar.. Silahkan sebut nama Anda Pak.." tanya Penjaga gerbang itu kepada Ayahku


"Izayoi.. Sakamaki Izayoi." jawab Ayahku,


"Sakamaki.. Izayoi... Jangan-jangan Anda.." henti sang penjaga,


"K-kalau begitu.. Silahkan masuk. Maaf mengganggu anda dan keluarga anda." Kata Sang penjaga.


Kami pun berjalan masuk ke gerbang, ayahku bilang, "Inilah.. Kerajaan nya.".


Kami melihat sebuah tempat dengan banyak rumah yang berjejeran, banyak orang, dan banyak senyuman dimana-mana. "Indah... Benar-benar berbeda dengan Netherwath. Tidak ada diskriminasi antara ras Semi-Human dan manusia. Semuanya damai." kata Sei.


Aku melihat ke arah Tohka yang sedikit bersedih karena alam semesta milik ayah nya hancur berantakan dan bilang,


"Kau benar disini banyak senyuman dimana-mana. Alam semesta yang ayah kuasai memanglah luar biasa.",


"Terimakasih.. Tapi ini bukan karena aku tetapi karena Sang Penguasa Kerajaan ini. Kalau begitu ayo menuju langsung ke kerajaannya." kata Ayahku.


Kami semua menjawabnya dengan cara menganggukkan kepala kami.


Kami berjalan ke arah menuju kerajaan. Kerajaan itu hampir seluruhnya berwarna putih. Besar dan luas layaknya 10 Lapangan bola yang disatukan. Kami melihat penjaga di depan pintu masuk menuju istana yang bertanya,

__ADS_1


"Tunggu, Siapa kalian?". Ayahku menjawab "Aku adalah Sakamaki Izayoi. Penguasa alam semesta ini.". Mereka terkejut dan bilang, "A-Anda penguasa alam semesta ini? Kalau begitu siapa mereka?" tanya Salah satu penjaga,


"Aku adalah Sakamaki Usagi, Istri sang penguasa alam semesta ini." kata Ibuku,


"Aku adalah Sakamaki Nakano. Anak tiri penguasa alam semesta ini." kataku,


"Aku adalah Yamada Tohka. Teman anak sang penguasa alam ini." kata Tohka,


"Aku Murasame Sei. Anak penguasa alam semesta Netherwath dan teman anak penguasa alam semesta disini." kata Sei.


Mereka semakin terkejut karena ada putri Netherwath.


"M-maaf mengganggu akan kubuka kan pintunya." kata Penjaga itu.


Kedua penjaga itu membuka pintu gerbangnya secara bersamaan, dan di depan mata kami ada seorang gadis yang mungkin berumur sekitar 20-an yang sedang duduk di singgasana nya. Dia berdiri dan berjalan ke arah kami dengan anggun.


"Jadi kamu itu.. Sang penguasa alam semesta Fantasym ini?" kata gadis itu,


"Benar." Jawab Ayahku.


Gadis itu melihat ke arahku dan bertanya,


"Ini anakmu ya?",


"Benar." Jawab Ayahku,


"Dia menarik ya~" katanya. Cara dia bicara sedikit tidak asing bagiku. "Namaku Anna. Levys Anna. Salam kenal ya Nakano~!" katanya,


"Salam kenal juga. Dari mana kamu tahu namaku?" Tanyaku.


Anna tersenyum dan memperlihatkan mata kirinya yang tertutupi oleh poni depannya. Dan dia memperlihatkan mata kirinya. Yaitu Mata waktu. Kami, aku, Sei, dan Tohka, terkejut melihat mata waktu kelima. "B-bukannya Mata waktu hanya ada empat?" tanyaku pada Anna,


"Benar.. Tapi aku ini hanya kebalikan dari gadis yang bernama Totsuka Kurumi." katanya. Aku mengingatnya sekarang, cara bicara wanita ini mirip Totsuka Kurumi.


"Apa maksudnya?" Tanya Tohka,


"Maksudnya adalah Aku adalah sifat kebaikan dari Kurumi. Jika Kurumi telah mendapatkan sifat aslinya lagi, maka aku akan menghilang layaknya bukan apa-apa. Jika Kurumi tidak mendapatkannya, maka aku akan tetap ada hingga Kurumi mati. Kurumi sebenarnya adalah gadis baik yang tersakiti. Semenjak Nakano Wynox mati... Dia adalah satu dari tiga istri Nakano Wynox yang paling tidak bisa menerima kenyataan bahwa Nakano Wynox mati demi menyelamatkan sebuah Kerajaan yang bernama.. Pion Merah." kata Anna,

__ADS_1


"Yang hanya bisa menghilangkan depresi itu adalah kau! Sakamaki Nakano.. Karena kau adalah Reinkarnasi dari Nakano Wynox!" kata Anna,


"Sudah kuduga.." kata Ayahku.


__ADS_2