Sang Penguasa Alam Semesta

Sang Penguasa Alam Semesta
Chapter 47, Pertarungan Sengit Antara Dua Monster.


__ADS_3

Aku dan Wynox saling bertatapan dengan sinis dan tajam. Tanpa basa-basi. Aku berteleportasi ke hadapannya dan mencoba menyerangnya. Wynox mulai panik, tapi dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dia memutarkan belatinya, Sabit Merah, searah jarum jam. Tiba-tiba, pedangku terpantul kembali. Aku pun menyadarinya, Wind Wall. Sihir pertahanan yang terbuat dari elemen angin.


Aku berteleportasi kebelakang. Tetapi, 3 jarum tanah yang tajam menghalangiku. Aku berteleportasi lagi ke samping tembok. Tetapi, 3 jarum tanah menghalangiku untuk kedua kalinya. Aku berteleportasi lagi ke belakang Wynox, dan lagi-lagi itu menghalangiku. Artinya, setiap aku ingin mendarat dari teleportasi, jarum-jarum yang terbuat dari tanah akan menghentikan ku. Kemungkinannya, bila aku berada di udara, maka petir akan menyambar ke arahku. Jadi ini rencananya. Pilihanku hanyalah menyerangnya.


Aku berteleportasi ke hadapannya dan menyerangnya. Dia menangkis seranganku dengan belatinya. Aku berteleportasi lagi ke belakang Wynox dan mencoba untuk menyerangnya. Wind Wall -nya menganggu penyerangan ku lagi.


Aku berteleportasi terus menerus. Aku berteleportasi ke atas Wynox dan menyerangnya lagi, tetapi itu diganggu oleh Wind Wall -nya. Aku menyerangnya dari depan, ditangkis oleh belatinya. Menyerang dari samping, dilindungi oleh Wind Wall -nya. Dan selalu seperti itu.


Tiba-tiba, kepalaku terasa sakit. Teleportasiku melambat. Apa yang terjadi? Aku terhenti ditengah. Tiba-tiba, 3 jarum tanah pun keluar dari dalam tanah yang tempatku sekarang berdiri. Jarum-jarum itu hampir mengenaiku. Aku berteleportasi lagi.


"Kenapa? Gerakanmu melambat loh!" kata Wynox di tengah pertarungan,


"Apakah kamu tidak tahu kalau kemampuan pasif Mata Waktu memiliki efek samping tersendiri?".


Aku pun terhenti. Aku jatuh terduduk. Aku bisa menggerakkan badanku dengan baik, tetapi kepalaku terasa sangat sakit. Aku pun bertanya kepadanya.


"Apa maksudmu?",


"Kemampuan pasif memang terasa sangat hebat bagi orang-orang yang tidak bisa menggunakannya. Tetapi bagi kita, tidak. Setiap kemampuan pasif, memiliki efek samping tersendiri. Efek samping dari kekuatanmu adalah sakit kepala. Semakin banyak kamu menggunakan kemampuan pasif, semakin hebat rasa sakit yang akan kamu rasakan dan kamu bisa mati jika kamu memaksakannya lebih." Jawab Wynox panjang lebar,


"Kalau begitu... apa efek samping penggunaan kemampuan pasif mu?" tanyaku,


"..." —Tak ada respon darinya. Itu ya jelaslah... mana mungkin dia membeberkan rahasianya kepada lawan. Seketika aku mengerti.


Jadi begitu ya... Aku tidak tahu efek samping apa dari kemampuan pasif miliknya, tetapi yang jelas adalah dia memanfaatkan kemampuan teleportasiku untuk menyimpan kekuatannya.


Begitu ya... Wynox memiliki energi besar. Saking besarnya, dia menggunakan kemampuan terbesar mata waktu, yaitu melihat masa depan untuk melawanku. Dia tahu kalau aku akan terus berteleportasi.


——————————————————————————


Kemampuan melihat masa depan milik mata waktu sudah dimiliki oleh setiap penggunanya. Tetapi energi yang dibutuhkan sangat besar, sampai-sampai jika melihat masa depan untuk satu hari, penggunanya bisa tertidur lelap selama 1 bulan.

__ADS_1


Tetapi ya... Aku tahu kalau Wynox memiliki energi yang amat sangat besar. Tetapi tak ku sangka saking besarnya, melihat masa depan untuk satu hari saja masih bisa berdiri layaknya orang normal. Dia memang layak untuk disebut monster.


Dia tahu kalah aku akan terus berteleportasi. Dia memanfaatkan hal itu untuk memulihkan kembali energi yang sudah dia buang, ya... Menyusahkan.


——————————————————————————


Aku bersiap untuk menyerang lagi. Kepalaku sudah terasa membaik. Intinya, aku harus mengayunkan pedangku lebih kuat lagi dan aku harus benar-benar bisa memanfaatkan kemampuan pasifku.


Aku berteleportasi ke atas Wynox dan mengayunkan pedangku dari atas. Sesuai dugaan ku, Wind Wall nya menghalangiku. Dengan cepat, aku berteleportasi ke belakang Wynox dan menyerangnya dengan cepat dan kuat. Wind Wall -nya menghalangiku. Kemudian aku ke depan Wynox dan menyerangnya.


Kali ini aku menyerangnya. Seranganku ditangkis oleh belatinya. Tetapi soal kekuatan, pedangku yang menang. Dengan paksa, aku dorong belatinya menjauh dari pedangku. Aku menyerangnya dari sisi bawahnya. Aku mencoba menusuknya, tetapi seranganku ditangkis. Aku meloncat kemudian, dengan merentangkan pedangku, aku berputar di udara. Wynox menunduk. Aku berhenti, dan mencoba menusuk tubuhnya yang sedang menunduk. Tetapi Wind Wall -nya menghalangiku lagi.


Tetapi kali ini, aku memaksakan Excusifer untuk menusuk jauh lebih keras dan Wind Wall -nya hancur! Tetapi Wynox memanfaatkan celahku dengan menendang tubuhku ke atas. Dia melakukan putaran ke belakang. Aku dibawa oleh kakinya dan dilempar ke belakang. Aku berteleportasi ke tempat yang aman di sekitar sana.


Aku beristirahat sebentar sekitar 5 detik untuk memulihkan energiku dan siap berteleportasi lagi untuk menyerang Wynox. Tapi sebelum berteleportasi, aku melihat Wynox melepaskan jubahnya yang menandakan kalau dia mulai serius. Dia membuat pedang dari Cahaya dan Gelap. Dia membuatnya sampai memenuhi semua ruangan.


Setelah itu, dia memetik jarinya. Semua pedang itu menyerang ke sekitar. Pedang yang telah diterjunkan, membuat dirinya lagi di tempat yang sama. Artinya, serangan ini tak ada batasnya. Aku terus berteleportasi sehingga pilihanku hanyalah berteleportasi ke udara atau menyerang langsung ke arah Wynox. Aku tahu Wynox memancingku ke udara, tetapi aku lebih memilih untuk menyerangnya.


Pedang-pedang itu menyerang hingga keluar istana, bahkan sampai ke tempat teman-temanku berada. Tetapi mereka berhasil menghindarinya karena kemampuan membaca serangan milik Artoria.


Aku berteleportasi ke hadapan Wynox berada. Kami menyerang satu sama lain tanpa bantuan kemampuan pasif karena kemampuan kami sudah mencapai batasnya.


Aku menyerang Wynox dan begitu juga dia. Kami tak bisa mengenai satu sama lain. Setelah itu, kami menahan serangan satu sama lain. Dan setelah itu, di sanalah kami mengayunkan senjata kami begitu cepat. Kecepatan kami mengayunkan senjata kami melebihi kecepatan suara. Kami bertarung di tengah kota, sehingga penduduknya bisa melihat pertarungan kami. Tetapi kami tidak peduli. Kami tak sadar kalau pertarungan kami membangkitkan dua ekor monster buas penghancur, yaitu kami berdua sendiri.


Di tempat teman-temanku berada. Mereka melihat ada cahaya merah dan biru menyala di tengah kota. Itu cahaya dari senjata kami.


"Semuanya! Gawat! Mereka bertarung di tengah kota! Kalau begini terus, mereka bisa membahayakan penduduk kota ini!" Kata Sei cemas,


"Kita harus menyelamatkan mereka semua. Walaupun Alan Semesta ini sudah berada di jalan yang salah. Setidaknya alam semesta ini tidak hancur." kata Tohka,


"Kau benar. Kekuatan mereka sudah melebihi kekuatan manusia." kata Anna,

__ADS_1


"Kalau begitu begini rencananya. Kita semua akan berpencar. Tohka pergi ke arah Utara!" perintah Artoria,


"Baik!" jawab Tohka kemudian pergi berteleportasi.


Artoria melihat ke arah Sei dan memerintahnya.


"Sei kamu ke arah barat.",


"Baik!" kata Sei kemudian ada pedang terbang. Pedang itu membawa Sei ke arah barat. Artoria melihat ke arah Anna dan memerintahnya.


"Anna, kamu ke arah Timur.",


"Baiklah." kata Anna,


"Aku akan pergi ke arah Selatan kota ini.".


Anna tertawa kecil sebelum pergi. Itu membuat Artoria penasaran.


"Kenapa?",


"Tidak. Tidak apa-apa. Kamu bisa memerintah kami bertiga dengan baik ya.",


"Aku sudah terlatih dengan baik kalau hal yang seperti ini.".


Anna berdiri. Seketika, ada banyak jam kuno mengitarinya. Anna bisa terbang karena hal itu. Anna berbicara kepada Artoria sebelum pergi.


"Aku akan menceritakan hal ini kepada Nakano. Dia akan sangat bangga kepadaku. Dia mungkin akan memujimu. Dah!" —kemudian dia pergi.


Artoria teringat akan hal itu. Wajahnya memerah sendiri.


(Fokus! aku harus fokus!).

__ADS_1


Artoria melihat ke arah istana, dia tak melihat siapa-siapa. Ada yang aneh menurut Artoria. Dimana Magicufer si Pengkhianatan itu dan Ayahnya?


Artoria mendorong dirinya maju ke arah Selatan. Alam semesta ini dalam bahaya!


__ADS_2