Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Mencuri Kesempatan


__ADS_3

Mereka pun pergi dari apartemen dan Sean pun langsung membawa Rania menuju ke tempat acara, sesampainya di depan Hotel mereka berduapun turun dari mobil, Rania langsung menghampiri Sean dengan perasaan sedikit gugup, "Apa kamu siap bertemu papah?" tanya Rania


"Tentu saja" ucap Sean, dia pun melihat malah Rania yang terlihat tidak siap "Apa kau gugup?" tanya Sean


"Iya, lumayan" ucap Rania


Merekapun segera melangkahkan kaki memasuki hotel dan menuju ke lestoran, karena Sean tadi memang menyuruh para hadirin untuk makan makan dulu,


Setelah sampai, Rania bisa melihat beberapa keluarga Sean berada di satu meja yang sama dengan Hendro, sejenak Rania pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Sean "Apa kamu yakin akan kesana?" tanya Rania menahan tangan Sean yang di gandengnya


Sean pun tersenyum "Tentu saja, kamu tidak usah khawatir seperti itu" ucap Sean yang tentu saja dirinya tenang, karena ini acaranya


merekapun perlahan melangkah ke arah meja itu, dan yang berada di meja pun sadar akan kedatangan mereka ber 2


Semua yang di meja pun melihat pasangan yang baru datang ini yang terlihat begitu serasi dengan penampilan mereka yang sederhana namun nampak elok di pandang, bahkan orang orang yang tidak mengenal merekpun memperhatikan ke arah mereka yang datang


Merekapun akhirnya sampai di depan sebuah meja bundar yang cukup besar yang di tempati keluarga inti mereka untuk duduk


"Ini dia, pemeran utamanya baru datang" ucap Intan yang melihat mereka mendekat ke meja


Rania pun menatap mereka satu persatu, termasuk Kartina dan Regan "Pah, bu Kartina, dan semua yang hadir di sini, Pak Arman juga, Saya mau minta maaf sebelumnya, saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini" ucap Rania


Sektika yang ada di meja itu pun saling menatap


"Apa maksudmu Ran?" tanya Hendro kaget


Rania pun meraih tangan Sean "Karena aku mencintai Sean pah, aku tidak bisa bertunangan dengan orang lain kecuali dia" ucap Rania serius


Sektika suasana meja yang tadinya hening pun jadi terdengar banyak tawa karena perkataan Rania ini


"Kamu ini,,, kirain papah Serius, kamu hampir buat papah jantungan Ran" ucap Hendro juga tertawa


"Aku serius pah, kok kalian ketawa?" ucap Rania bingung, Rania juga menoleh ke arah Sean yang juga menertawakanya "Iiiih kamu juga kenapa ikutan ketawa, ada apa? apa ada yang lucu" tanya Rania heran


"Pak Arman, anda tidak papa kan?" ucap Rania sambil melihat ke Arah Regan yang juga tersenyum padanya,

__ADS_1


Rania menganggap Regan itu Arman, karena dia selalu melihatnya waktu dia bersama Hendro di RS, jadi Rania sdikit GR dan menganggap Regan membantu ayahnya karena dia ada maunya, dia memang tidak bertanya, hanya membuat kesimpulan saja, karena kebetulan Regan juga sekarang duduk di sebelah kiri Kartina


Regan pun bingung, "Apa anda bicara pada saya?" tanya Regan


"Iya, Saya mohon maaf karena saya tidak bisa terima anda" ucap Rania merapatkan 2 telapak tanganya di depan dada


Sean pun sadar kalau salah paham Rania sudah sangat kronis, Sean pun meraih pundak Rania "Kamu duduk dulu, kita ngobrol sebentar" ucap Sean mendudukan Rania ke kursi di depannya yang kebetulan masih kososng


"Sayang, jangan duduk di sini, malu" ucap Rania dengan suara pelan


Sean pun duduk di sebelah kursi Rania dan menghadap ke arahnya "Tidak apa, Ran Maaf jika aku membuatmu bingung seperti ini sekarang, di hadapan semua keluarga kita yang ada di sini, aku ingin meresmikan hubungan kita ini, aku ingin punya hubungan dengan mu lebih dari sekedar pacar, dan untuk menunjukan keseriusanku......." Sean pun merogoh Sakunya untuk mengambil kotak cincin kecil itu dan membukanya


"Bersediakah kamu memamakaikan cicin ini di jariku?, ini untuk simbol ikatan kita yang maju kejenjang yang lebih serius lagi" ucap Sean yang perlahan turun dari kursinya untuk berlutut di hadapan Rania


Rania bingung, antara terharu, senang, tidak mengerti, dan canggung karena ini di depan orang lain menurutnya


"Aku aku bersedia" ucap Rania dengan matanya yang berkaca kaca


"Baiklah" Sean pun berdiri dari duduknya, dan menarik Rania juga untuk berdiri bersamanya


Seanpun mengambil Satu cincin dan meraih satu tangan Rania, kemudian dia pun memasukan cincin simple yang bertahtakan berlian itu kejari manis Rania, Seanpun langsung mengecup pelan cicin yang sudah terpasang di jari Rania itu


Seketika semua orang yang menyaksikan adegan ini pun bertepuk tangan dengan sangat meriah, meskipun mereka tidak mengenal Sean dan Rania


Semua keluarga yang ada di meja juga semuanya berdiri dan bertepuk tangan, meskipun adegan ini di luar perencanaan awal, tapi ini cukup meriah juga karena dengan lebih banyknya orang yang menyaksikan pertunangan mereka


"Selamat ya", "Selamat ya" semua orang pun bergantian mengucapkan selamat pada mereka


'Ada apa ini?, kenapa semuanya terlihat normal?' pikir Rania bingung


Kartina pun menghampiri mereka "Selamat Arman, kamu dan Rania sekarang resmi sudah bertunangan" ucap Kartina


Sean pun memberi salam pada kartina "Iya bu terima kasih" ucap Sean


"Araman???, sayang apa maksudnya?" Rania masih bingung

__ADS_1


Sean pun meraih pundak kartina "Ya aku memang Arman, putra kandung dari bu Kartina, aku sudah menjelaskanya kepadamu kan?" ucap Sean


"Tapi tapi dia menungguku selama di rumah sakit" ucap Rania melihat ke arah Regan


"Dia asistenku yang kebetulan aku tugaskan untuk mengurus keperluanmu selama di rumah Sakit" tanya Sean


Rania pun tidak habis pikir, 'Kenapa serumit ini' pikir Rania


"Sean,,, kamu harus memberiku penjelasan yang banyak dan masuk akal padaku" ucap Rania dengan muka marah


"Iya iya, nanti ku jelaskan lagi, jangan sekarang ya, suasananya lagi bagus, sayang kalau kamu merusaknya dengan cemberutmu itu" ucap Sean memberi senyum ke Rania yang sedikit manyun itu


Acara pun berlanjut ketempat yang sudah di rencanakan sebelumnya, melakukan serangkaian acara yang harusnya di mulai duluan sebelum acara pasang cincin, tapi itu tidak mengurangi khidmatnya acara ini,


setelah itu merekapun menentukan tanggal pernikahan untuk 2 mempelai ini


Setelah acara nya selesai, hari juga sudah mulai gelap, Sean pun mengantar Rania yang terlihat sangat bahagia itu ke Apartemennya, karena dia yang memintanya untuk pulang kesana


Merekapun segera sampai di depan pintu masuk apartemen Rania "Ya sudah, aku antar sampai sini saja, aku langsung pulang ya" ucap Sean


"Jangan lari dari janji, bukankah kamu hutang penjelasan padaku" ucap Rania


"Apalagi yang perlu di jelaskan, bukan kah semuanya sudah jelas?" ucap Sean


"Tidak,,,,, semuanya belum jelas, jadi kamu tidak boleh pulang sebelum semuanya jelas" ucap Rania yang menuntun Sean untuk masuk dulu kedalam


Sean pun hanya bisa mengikuti Rania untuk masuk dulu ke dalam


"Kamu duduk dulu, aku buatkan minum untukmu" ucap Rania menyuruh Sean duduk di Ruang tamu minimalis ini


"Baiklah" ucap Sean


Tapi sebelum Rania beranjak dari samping Sean, dia dengan cepat mendekatkan wajahnya ke wajah Sean dan dengan cepat pula Rania mencium pipi Sean dan kemudian dia langsung melarikan diri ke arah dapur


Sean pun langsung terbengong di sana beberapa saat, dia pun menyentuh pipi yang di cium Rania barusan

__ADS_1


"Gadis ini,, pandai sekali dia mencuri kesempatan" gumam Sean tersenyum, diapun perlahan mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu Rania itu


...~°~...


__ADS_2