Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Red Bear 1


__ADS_3

Mobil Mercy c class itupun melaju keluar melewati palang pintu pos keamana perusahaan, beberapa anak buah Agam juga ada di pos keamanan itu, dapat di bedakan dari penampilan mereka yang selalu berpakaian hitam hitam, berbeda dengan penampilan 2 satpam yang berada di dalam, merekapun memberi hormat kepada Agam


Mobil pun melaju pelan meyusuri jalanan kota 'J' yang cukup padat di jam pulang kerja seperti sekarang ini,


Rania mulai sadar ada yang janggal dengan yang tadi dia lihat di pos, semua yang di sana memberi hormat, itu pasti bukan karena dirinya ada didalam


Biasanya kalau mobil Rania lewat mereka paling hanya mengangguk, Rania pun memperhatikan pakaian Agam, 'Rasanya aku tidak pernah lihat supir perusahaan yang memakai jas, siapa orang ini?' Rania bertanya dalam hatinya


"Sean, apa temanmu ini beneran supir" ucap Rania berbisik dari belakang Sean,


Sean pun merasakan keraguan Rania


"Sebenarnya dia memang bukan supir, dia kepala keamanan perusahaan" ucap Sean juga berbisik


"Apaan sih kalian bisik bisik, ajak ajak dong kalo ngobrol, aku juga ingin dengar" ucap Seli mendekatkan telinganya


"Huuh, kepo saja kamu," ucap Rania, dia pun tidak bertanya lagi hingga sampai depan Rumahnya, Agam pun menghentikan mobil


"Sean nanti aku jemput kamu jam 7 ya , kamu siap siap" ucap Rania


"Iya baiklah" jawab Sean


Rania dan Seli pun turun dari mobil, kebetulan Seli juga tinggal di komplek yang sama, hanya terhalang beberapa rumah saja dari rumah Rania, "Ya sudah sampai nanti ya, dahh" ucap Rania melambai sebentar dan dia pun masuk ke pintu gerbang


"Dah kak Sean" ucap Seli juga ikut kedalam rumah Rania


"Dah" Sean juga sedikit mengangkat tanganya, Agam pun mulai melajukan mobilnya kembali keluar komplek, dan bergegas ke kediaman Kartina


Sesampainya di mansion, Kartina kebetulan berada di ruang tengah seperti biasa, dia sedang menyesap teh di cangkir porslen nya

__ADS_1


Sean pun duduk di sofa "Bu, aku nanti ada acara, mungkin tidak makan di rumah" ucap Sean


"Bgitukah?, acara siapa?" tanya Kartina


"Acara temannya Rania bu, Rania memintaku menemaninya pergi" ucap Sean


"Oh, dengan Rania ya" kartina tertegun sejenak


"O iya apa (S) sudah memberitahumu tentang Ferdi, apa pendapatmu?" tanya Kartina


"Iya sudah, menurutku mungkin biarkan saja dulu dia bebas, (S) juga mungkin sedang berupaya mencari info soal Ferdi dan orang di belakangnya," ucap Sean


"Ya, ibu juga berpikir begitu, apa Ferdi sudah tau identitasmu?" tanya Kartina


"Untuk sementara ini sepertinya belum dia hanya mengenali mobilku saja, hanya saja Ferdi sering dekat dengan Rania dan jika Rania tau otomatis Ferdi juga sepertinya akan tau, jadi untuk sementara aku tidak memberi tau Rania dulu, aku ingin menyelidiki Ferdi ini secara langsung, dan berharap akan menemukan bukti yang akan mempermudah menghancurkan mereka" ucap Sean


"Ya sudah, urusan Ferdi ibu percayakan ke kamu," ucap Kartina tertegun sebenar, "O iya, apa uang jajan mu masih ada, ibu lupa belum mentransfernya lagi, mungkin besok"


'5 miliar hanya di bilang uang jajan,? uang sebanyak itu bisa hidup selama beberapatahun jika tinggal di desa bu' dalam hati Sean mengomeli ibunya ini


Setelah mereka mengobrol Sean pun naik ke kamarnya untuk membersihkan diri kemudian solat, setelahnya dia bersiap siap, Sean memang sudah tidak perlu beli baju baru, karna di lemarinya sudah penuh dengan berbagai model baju, celana, sepatu, jas semuanya sudah Kartina siapkan di lemari besar di ruang ganti ini


Jam tangan dan aksesoris pria lainya juga tersedia dengan beberapa model dan tentunya barang barang branded, tapi memang Sean tidak berniat menggati jam tangan dari Rania dan gelang dari Lena di tanganya, bukan berarti Sean tidak menghargai pemberian ibunya, dia hanya belum terbiasa dengan barang barang mewah semacam itu


Setelah bersiap Sean turun dan pamit keu ibunya, dia hanya mengenaka setelan santai, memakai kemeja lengan panjang paduan hitam putih yang elegan, dengan bawahan jeans, dan sneakers berwarna hitam putih


Dia pun pergi dengan Agam dan 2 rekanya, Sean ketagihan dengan mobil Ferari merah milik ibunya, jadi dia memakainya lagi, mungkin kalau ada kesempatan lain lagi, Sean akan mengeksplor semua mobil yang ibunya punya, tapi untuk sekarang dia belum puas dengan mobil yang ini,


Setelah beberapa waktu perjalanan, mereka pun tiba di gang rumah sewa Sean, waktu juga baru menunjukan pukul 18:45, ada sekitar seperempat jam lagi sebelum Rania menjemputnya , jadi Sean menyuruh Agam menunggu di luar gang saja, agar tidak berbenturan jika nanti mobil Rania menjemput, dan Sean masuk gang rumah sewanya sendirian

__ADS_1


Dia pun bargegas dan setibanya di depan rumah sewa, Sean melihat ada sebuah sepedah motor yang terparkir di depan rumahnya, dengan 2 pria kekar yang menduduki motor itu, mereka berpakaian jaket kulit hitam yang sama persis. Meskipun hari sudah gelap tapi Sean masih bisa melihat siluet pria pria tersebut, sean tidak terlalu mempedulikanya dia langsung membuka kunci pagar rumah sewanya itu


Dan ketika Sean ingin membuka pintu pagar ada tepukan di pundak Sean,


"Hey bung tunggu sebentar" ucap salah satu pria tersebut


seketika Sean pun berbalik ke arah mereka


"Ada apa, siapa kalian ?" ucap Sean tenang


"Kami dapat tugas dari bos kami untuk menagih hutang pada anda sebesar 50 juta, jadi kami harap anda segera melunasinya sekarang" ucap salah satu Pria kekar


Sean bingung, kapan dia punya hutang, 'aku ada banyak uang di kartu, untuk apa meminjam?'


"Maaf, kurasa kalian salah orang, aku tidak pernah berhutang pada siapapun, jadi silahkan kalian pergi" ucap Sean yang merasa kalau 2 orang ini menggangu


"Jangan banyak alasan, saya peringatkan sekali lagi cepat bayar uang nya dan kami akan pergi, kalau tidak kamu akan terima akibatnya" ucap Pria itu lagi


Sean tidak ingin ada urusan dengan orang orang ini, jadi dia memutuskan untuk mengalah


"Baik, berikan nomor rekening bos kalian itu, aku akan mentransfernya" ucap Sean


"Kami hanya menerima uang kes, tidak ada nomor rekening, jadi cepat ambil uang nya, jika tidak kami akan bertindak" ucap pria itu lagi


Sean merasa 2 pria ini memang sengaja bermaksud mempersulitnya dan sengaja mencari masalah, dia pun siaga


"Baiklah, memangnya apa yang akan kalian lakukan jika aku tidak memberi uangnya" ucap Sean


Baru selesai bicara pria pria itu sudah langsung mengambil tindakan, salah satu dari mereka langsung melesatkan tinjunya ke wajah Sean,

__ADS_1


"Ahhh" erang Sean, dia tidak sempat menghindarinya karna pukulan ini terlalu tiba tiba dan posisi mereka terlalu dekat hingga tidak ada waktu untuk menghindar


...~°~...


__ADS_2