Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Dapat Izin


__ADS_3

Setelah Sean memastikan kalau itu memang nomor Ferdi, Sean menghampiri mereka dengan raut muka tenang, walaupun sebenarnya dia sangat ingin langsung menghajar dan memukul Ferdi, tapi dia memang pandai menyembunyikan emosinya ini


Dia harus bisa mengendalikan dirinya, selain untuk mencegah Ferdi kabur, juga karena ada Rania di sini, dia pasti tidak akan menyukai adegan pemukulan tampa alasan


"Ferdi, kamu pulang duluan saja, aku mungkin tidak akan pergi bersamamu nanti ke acara" ucap Rania


"Kenapa tidak mau?, bukan kah kamu juga tidak ada teman untuk nanti malam, ayolah Rania memangnya kamu mau pergi sendirian ke acara, juga bukankah mobil kamu masuk bengkel, kalau kamu naik taxsi itu tidak aman untukmu," ucap Ferdi


Sean yang mendengarkan obrolan mereka hanya diam di tempatnya berdiri, Sea tidak tau apa yang sedang mereka bahas


"Iya terimakasih untuk tawaranmu, tapi jangan khawatir aku tidak akan pergi sendiri , aku pergi dengan Sean nanti, juga jangan khawatirkan aku masalah mobil, masih ada mobil ayahku " ucap Rania


"Apa? yang benar saja, kenapa kamu mau mengajak pria miskin ini, bukan kah dia pacar iparmu? jangan bilang kamu juga menyukainya, memangnya apa yang kamu lihat dari dia, dia hanya karyawan rendahan, ayolah Ran, dia akan membuatmu malu di acara nanti, yang datang juga hanya alumni kampus kita saja kan" ucap Ferdi menaikan nada bicaranya


"Aku sudah putuskan, jadi kamu cari orang lain saja untuk datang kesana, tak perlu repot repot menghawatirkanku, juga di undangan tertulis boleh mengajak pasangan kan," ucap Rania


"Baiklah, jika itu mau mu aku tidak akan memaksamu lagi, semoga kau tidak dapat malu nanti" ucap Ferdi sambil menatap tajam ke arah Sean dengan tatapan penuh iri


Sean pun juga menatapnya , tidak berapa lama Ferdi pun berbalik dan keluar dari lobi,


"Ada apa sebenarnya Ran?" tanya Sean bingung


"Oh ia maaf aku tidak memberitaumu dulu tadi, jadi gini, teman baiku waktu masih kuliah dulu kebetulan mengundang aku ke acara ulang taunya malam ini, tadi Ferdi mengajaku pergi bersama, tapi aku tidak berniat untuk pergi denganya, jadi aku menggunakan namamu untuk menolaknya, maaf ya," ucap Rania


"Oh, ku kira ada apa," ucap Sean


"Sean, apa malam ini kamu ada acara? kalau tidak temani aku ke acara itu ya, please, aku tidak ada teman" ucap Rania dengan tangan memohon


"Mmm baiklah, aku mana bisa menolak gadis lucu sepertimu" ucap Sean, menurutnya raut wajah Rania yang memohon itu sangat lucu

__ADS_1


Seli yang di samping Rania pun merespon kata kata Sean "Benarkah, berarti kamu juga tidak akan menolaku kan, aku juga lucu" ucap Seli memiringkan wajahnya dan mngedip ngedipkan mata


"Kamu ini apa tidak bisa jika tidak genit, sudahlah ayo kita pulang" ucap Rania beranjak dari kursinya


"Eh Ran, aku tadi dengar mobilmu masuk bengkel ya? sekarang pulang naik apa?" tanya Sean


"Iya nih, si pink kemarin mogok, jadi kemarin aku tinggal di bengkel, mungkin sekarang naik taxi pulang" ucap Rania


"Oh, aku mau keluar dengan teman, kebetulan dia bawa mobil, kalau kamu minat kamu boleh ikut kalau mau, biar nanti dia antar sekalian" ucap Sean


"Tidak usah, takutnya ngerepotin tem......."


"Boleh boleh kak, itu ide yang bagus, gadis sepertiku memang kurang cocok pulang naik Taxi, sekalian kenalin dengan teman kakak itu" ucap Seli sambil beranjak ke arah Sean


"Hey hey, main potong potong saja orang lagi bicara juga, sudah kita naik taxi saja jangan genit, balik sini" ucap Rania


"Kak Rania saja yang naik taxi, aku mau bareng kak Sean, iya kan kak?" ucap Seli melirik Sean,


Rania merasa kesal dengan iparnya ini, 'dasaaaar, tida tau malu'


"Ya sudah, aku juga ikut temanmu Sean" ucap Rania, dia tidak enak membiarkan Seli dan Sean pulang bersama


"Baiklah kalo gitu" ucap Sean, diapun langsung memberi pesan singkat ke Agam agar dia membawa mobil yang lain untuk di bawa ke depan, karena kalau mobilnya jelas tidak akan muat jika di naiki oleh empat orang,


Merekapun segera keluar dan menunggu sebentar , Agam pun datang dari besment dan menuju arah mereka, Agam mengemudikan mobil Mercedes c class 300 berwarna hitam, meskipun harganya tida semahal S class yang di gunakan Agam, tapi kemewahan dan tampilanya tidak kalah jauh


Itu membuat Seli bersemangat memandangi mobil yang melaju ke arahnya ini meskipun dia belum tau dia akan menaikinya,


"Ya ampun bagus sekali mobilnya, pasti pengemudi mobil ini sangat tampan, andai saja ini mobil teman mu yang kamu bilang tadi kak Sean, aku sangat ingin berkenalan denganya" ucap Seli

__ADS_1


Dan ternyata mobil ini memang berhenti di depan mereka, Agam pun mnurunkan kaca mobil,


Seli terkejut dan bersembunyi di belakang Rania, karna yang mengemudikanya berwajah garang, tidak sesuai dengan espektasinya


Sean pun merespon saat tau itu Agam


"Oh iya , ini memang mobil temanku, ayo masuk" ucap Sean santai


"Sebentar, ini mobil kantor kan?, apa temanmu supir di sini?" tanya Rania berbisik ke Sean memastikan


" Iya maksudku itu, ini mobil yang di kemudikan temanku, aku salah bicara tadi" ucap Sean meralat kata katanya


"Ya sudah ayo masuk" ucap Sean dia pun bergegas ke pintu sebrang dan duduk di samping Agam


Rania ragu ragu karena tau ini mobil kantor, 'harusnya jangan di pakai sembarangan kan' gumam Rania


beda dengan Seli dia langsung masuk kedalam tampa memikirkan apapun


"Kak Rania ayo masuk, apa kamu akan terus berdiri di sana?" ucap Seli


"Oh, iya" Rania pun bergegas ke pintu di sebrangnya, karna kursi yang di depanya sudah di tempati Seli, dia pun masuk dan duduk di saping Seli, dan tepat di belakang Sean


"Sean, apa tidak akan ada masalah dengan temanmu, ini kan mobil kantor, apa nanti tidak akan ada yang menegur kalau di pakai di luar jam kantor atau di luar keperluan bisnis," ucap Rania, dia tidak berani bertanya langsung ke Agam, karna menurut Rania wajah Agam itu nampak sangar


"Tidak apa, temanku selalu bawa mobil dan juga selalu mengantongi izin dari pihak kantor, jadi tenang saja, iya kan Agam ?" ucap Sean


Agam tidak langsung merespon, dia sedikit tidak paham, 'Ini mobil perusahaan ibu nya, siapa yang akan menegur', Agam melihat ke arah Sean, Sean hanya mengedipkan sebelah matanya 'cling'


Agam pun mengerti dan segera merespon "Iya, saya sudah dapat izin" ucap Agam

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2