Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Besi Kursani


__ADS_3

Setelah di rasa lawan sudah siap, kang Rawing pun maju lebih dulu untuk menyerang Sean, Sean mencoba bertahan dulu dan belum berniat untuk menyerang, dia ingin melihat keahlian bertarung kang Rawing ini, dan memang serangan serangan kang Rawing bisa di bilang bagus dan bertenaga


Setelah beberapa waktu dalm posisi bertahan hingga dia pun terpojok Sean memutuskan untuk balik menyerang, dia pun menangkis beberapa serangan kang rawing dan memberi pukulan di dada kang Rawing, kang rawing hanya mundur sdikit kemudian maju lagi


'Hah, masa iya pukulanku lemah' pikir sean, beberapa kali Sean menyerang dengan tendangan dan pukulan, sudah banyak yang mengenai tubuh kang rawing, tapi tidak ada yang membuat kang Rawing berhenti menyerang Sean, bahkan malah menjadi semakin brutal


Sean pun tidak habias pikir dengan keadaan tubuh kang Rawing yang kecil, pukulan sean ini bisa saja menghancurkan bongkahan balok es dengan mudah, tapi pukulanya ini seperti tidak ada epek sama sekali saat mengenai tubuh kang Rawing


Sean pun sampai terkuras tenaganya menghadapi kang Rawing ini, dan dia juga mendapat beberapa pukulan dari tangan kang rawing yang lumayan menyakitkan "Anda memang benar benar kuat, aku memeuji kekuatan anda" ucap Sean


"Ku akui kau juga cukup hebat anak muda," ucap kang Rawing


Mereka saling memuji keahlian masing masing, Sean mencoba menyarangnya kembali, bahkan beberapa kali sempat membating tubuh kang Rawing ke jalanan aspal tapi tetap tidak ada Lecet sama sekali di tubuh kang Rawing ini


Sean di buat heran bukan main dengan kemampuan kang Rawing ini, hingga dia pun terus mencari cara untuk mengalahkan kang Rawing, meski gerakan tubuhnya dan seranganya masih bisa di bilang standar, tapi kekuatan tubuhnya sangat luar bisa menurut Sean


Sean merasa kalau seranganya mulai sia sia saat ini, sekilas Sean melihat ada genangan air di selokan pinggir jalan yang turun dari pesawahan di atas nyh, diapun berencana membawa tubuh bang rawing kesana


Sean mendekat Lagi ke tubuh bang Rawing menangkis beberap seranganya dan Sean berhasil menangkap tubuh kang Rawing, tapi tubuh kang Rawing licin bagaikan ular


Tapi setelah beberapa kali mencoba Sean pun berhasil mengangkat tubuh kang Rawing dan melemparnya ke dekat kubangan Air


Sebelum kang Rawing berdiri lagi Sean sudah meraih kepalanya duluan, dan dengan cepat Sean memasukan kepala kang Rawing ke kubangan air, Kang Rawing berontak Sekuat tenaga, tapi memang kalau dari segi kekuatan otot Sean lebih unggul


Hingga perlahan tubuh kang Rawing pun berhenti untuk berontak, dan tubuhnya pun lemas karena kehabisan napas dan dia pun tidak sadarkan diri


Semua anak buah yang melihat kejadian itu pun semuanya lari karena jagoanya kalah oleh Sean, termasuk si Adit yang sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya


Sekarang posisi kang Rawing tergeletak di pinggir jalan, Sean tetap penasaran kenapa kang Rawing bisaa sekuat ini, dia pun teringat tentang cerita masyarakat tentang ilmu kebal, dan dia mencoba mengiangat terus sambil dia memperhatikan setiap detil tubuh kang Rawing

__ADS_1


Dan Sean tertarik untuk melepas cincin besi kursani yang menempel di jari kang rawing, Sean pun melepasnya secara paksa, karna cicin itu agak susah keluarnya,


setelah dia berhasil dia pun ingin menguji lagi kekuatan kang rawing masih sama atau tidak, Sean pun memukul dada kang Rawing dengan kekuatan separuhnya


Alhasil kang Rawing langsung terbatuk dan memegang dadanya, dan perlahan dia Sadar kembali


"Rupanya ini alasan Anda begitu kuat, ini tidak fair, saya mati matian melawan akang, akang tidak ngerasain sakit sedikitpun" ucap Sean sambil memperlihatkan cicin itu ke kang Rawing


Akang Rawing masih terbatuk sesekali dan memegang dadanya, nafasnya pun sedikit sesak "Tidak ada yang murni jadi jawara di terminal, uhuk,, uhuk,, aku salut untuk kehebatan mu, aku juga sudah ingin berhenti dari gelar jawara ini, hanya saja belum ada yang bisa mengalahkanku, jadi ambil saja cincin besi kursani itu, itu akan berguna saat kamu butuh nanti, aku sudah tidak menginginkanya lagi" ucap kang Rawing berhenti sejenak


"Dan jangan sekali kali jinah, karena itu akan menghilangkan efek magisnya" ucap kang Rawing menambahkan


Sean tidak terlalu paham tentang benda benda bertuah semacam ini, tapi dia sedikit tertarik mengambilnya karena pantanganya juga tidak sulit menurutnya, ilmu kebal dari benda bertuah semacam ini memang akan luntur kalau pemiliknya jinah


"Baiklah aku terima, meskipun aku kurang percaya dengan hal hal yang semcam ini, tapi aku melihat kemampuan akang memang tidak bisa di anggap remeh tadi" ucap Sean diapun memasukan cincin itu ke sakunya


"Baiklah, akan ku antar kamu kesana" ucap Sean yang langsung memboyong tubuh Kang Rawing dan mendudukanya di motornya, Sean pun segera naik dan segera menjalankan motornya , pada dasarnya mereka memang tidak ada dendam sama sekali, mereka hanya di adu domba oleh uang, jadi tidak ada alasan Sean untuk tidak menolongnya


"Sean Sean, tunggu aku, aku aku aku masa di tinggal sendirian" ucap Sri mulai bangkit dari duduknya dan baru sadar kalau dirinya sendirian di sana


Sean mengantar Kang Rawing ke tempat yang dia inginkan kemudian dia balik lagi ke tempat nya Sri, karna memang jarak Sri juga tidak jauh dari pintu masuk kampung


Sean pun kembali ketempat Sri "Sean, kamu menyebalkan sekali kenapa kamu meninggalkanku sedirian, bokongku sakit tau, aku tidak bisa jalan" ucap Sri yang hampir menangis karna sendirian di suasana jalan yang hampir gelap


"Iya maaf, salah sendiri juga di suruh turun gak mau, terpakasa aku turunin pakai cara itu, kalau kamu turun mungkin bisa mendamaikan, ini malah diem" ucap Sean agak kesal


"Iya maaf, sekarang anter Sri pulang ya" ucap Sri


"Ya sudah naik" ucap Sean

__ADS_1


"Iya" Sri pun naik ke motor, dan Sean langsung mengantarnya pulang


Sean kembali kerumah pas waktu maghrib, diapun langsung berganti pakaian dan langsung ke mesjid terdekat bersama ayahnya


Sekembalinya dari mesjid Sean berkumpul bersama keluarga angkatnya ini untuk makan malam, ibu Ika memasak menu menu spesial yang lumayan banyak, karena dia tau Sean akan kembali ke kota besok pagi


Sri juga datang meski tidak di undang, dia dapat kabar juga kalau Sean akan kembali ke kota besok


Tidak lama makan malam pun selesai "Sean, kamu mau berangkat jam berapa besok?" tanya Sri


"Mungkin sesudah subuh" ucap Sean


"Oh, aku boleh nginep di sini gak malam ini?" ucap Sri


"Sri, gak baik anak gadis nginep di rumah laki laki" ucap bu Ika


"Tapi kan ada Aca, Isna, dan Aya juga, tidak hanya ada Sean di sini" ucap Sri


"Apa kamu sudah ijin ke nenekmu tidak?" tanya pak Kadi


"Belum sih, tapi nenek juga pasti ngijinin kalau aku nginep di sini" ucap Sri


"Sudah, ku antar kamu pulang saja, nanti nenekmu nyari nyari" ucap Sean


"Tapi Sean,......"


"Tidak pakai tapi, kalau kamu mau antar, besok bisa kemari lagi kan, oke?" ucap Sean


"Ya sudah kalau gak boleh, Sri pulang, bu, pak, Sri pamit" ucap Sri ketus, Sripun beranjak keluar dan Sean pun mengantar Sri pulang kerumah neneknya

__ADS_1


__ADS_2