Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Couple


__ADS_3

"Sudah sana, Rania keganggu kalo ada kalian" ucap Sean


"Iya iya, kita gak bakal ganggu lagi, silahkan lanjutkan pacaranya" ucap Randi, merekapun kembali duduk, hanya saja sekarang mereka memilih agak jauhan sdikit


"Sean, eh Sayang, kita keluar saja ya, biar enak ngobrolnya" ucap Rania


"Iya boleh, tapi bisa tidak kalau gak panggil sayang?" ucap Sean merasa masih asing dengan panggilan semacam itu


"Kenapa? kan biasanya orang lain juga gitu kalau udah jadian" ucap Rania


"Enggak, mungkin aku masih asing saja mendengarnya" ucap Sean


"Oh, kalau honey gimana, atau bebeb, atau cintaku gitu, kan lucu kalau punya panggilan kesayangan" ucap Rania


Sean hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Itu lebih parah lagi, kita kan bukan anak Remaja lagi Ran, apa perlu selebay itu?" tanya Sean


"Ya kan aku tidak ada pengalaman pacaran waktu Remaja, apa salahnya kalau aku sekarang lebay sdikit, boleh yah Sayang, panggil sayang Saja yah?, masa Panggil Sean terus" ucap Rania


"Iya baiklah, Terserah kamu saja kalau gitu" ucap Sean


Mereka pun keluar dan pergi menaiki mobil pink milik Rania, kalo Rania yang ajak jalan, pasti tidak jauh jauh dari mall, sebab memang itu tempat paforitnya kaum hawa, merekapun turun dari mobil dan langsung naik ke lantai atas mall


Sean pun menebak nebak soal ini, Cewek, lagi sneng, pergi ke mall, sudah pasti belanjanya banyak, yang bawa ya siapa lagi kalau bukann pacarnya


Tapi Rania mengajak Sean langsung ke kedai kopi paporit Rania, mereka langsung ambil tempat duduk di tengah, di tempat duduk paling nyaman menurut Rania


"Kamu suka kopi apa Sayang?" tanya Rania


"Apa sajalah bebas Ran" ucap Sean


"Oh, baiklah" Rania pun memesan 2 caramel macciato dan 2 croissant sebagai makanan pendamping


"Sayang, kita kan sudah jadian sekarang, apa boleh aku meminta satu hal padamu?" ucap Rania

__ADS_1


"Apa?, kalau aku ada tentu saja" ucap Sean


"Kamu jangan menemui Lena lagi, ya" ucap Rania dengan mata penuh harap


'Deg' Sean sudah ada filling sebelumnya kalau Rania pasti akan meminta ini, 'memang benar ucapan Rania kalau ikatan selalu ada batasan' pikir Sean


"Kenapa?" tanya Sean


"Pokonya gak boleh, aku kan cemburu, kalau perlu aku akan coba jadi seperti dia, aku janji, asal kamu tidak menemuinya Lagi" ucap Rania


Sean menggelengkan kepala, "Kamu tidak mungkin bisa jadi seperti dia Ran" ucap Sean


"Kenapa, apa aku kalah cantik dari dia saat berhijab?, atau aku juga harus jadi dokter juga?" ucap Rania mulai cemberut


"Kamu ya kamu, dia ya dia, kalau soal cantik mungkin kamu lebih dari dia, tapi soal sifat, itu yang kamu tidak akan bisa tiru dari dia, jadi, lebih baik kamu jadi diri kamu sendiri saja, bukan kah itu pernah kamu katakan?" ucap Sean


"Iya sih, tapi aku mohon, ya" ucap Rania memelas


"Baiklah,Tapi kamu juga harus percaya kalau temanmu yang satu itu dia bukan orang baik" ucap Sean


"Kalau dia baik tidak mungkin dia melukai tanganku bahkan hampir saja mencelakaiku, dan dia mengancam ku untuk tidak dekat denganmu di kantor waktu itu, apa itu bisa di bilang baik?" ucap Sean sambil memperlihatkan bekas luka yang sekarang sudah lumayan mengering


"Itu, itu sulit di percaya, apa kamu punya buktinya?" tanya Rania


"Untuk bukti aku memang belum punya sekarang, tapi untuk jaga jaga, lebih baik kamu jangan menemuinya dulu untuk saat ini, siapa tau dia juga ada niat tidak baik padamu" ucap Sean


Rania merenung sejenak dia bingung antara percaya atau tidak, tapi dia tau Sean juga jarang berbohong,


"Baiklah, untuk sementara aku percaya padamu, tapi kamu tetap harus memberikan ku bukti nanti" ucap Rania


Setelah mereka menghabiskan kopi mereka merekapun keluar dari kedai dan berjalan jalan, melihat ini melihat itu sampailah mereka di tempat aksesoris pria


"Sayang, apa kamu bosan dengan jam tanganmu yang itu?, kalau bosan aku beliin lagi mau?" tanya Rania

__ADS_1


Sean menggelengkan kepalanya, "Aku bisa beli kalau aku mau, jadi kamu tidak usah belikanku apa apa, kali kali kamu yang minta Sesuatu ke aku dong Ran" ucap Sean


"Baiklah, kalau gitu aku minta kamu belikan tanda jadian untuk kita" ucap Rania, dia pun mengajak Sean ketempat aksesoris Rania yang memilih apa yang dia inginkan


Raniapun memilih kalung couple berbentuk hati kecil jika di satukan, dan setengah hati jika di pisah, selain bentuknya unik dan tidak terlalu mencolok, harganya juga tidak terlalu mahal, dia tidak ingin membebani Sean karena Rania masih menganggap kalau Sean memang karyawan biasa


"Nah ini juga lucu Sayang, yang warna hitam untuk kamu, yang warna silver untuk aku, ini bisa di pisah" ucap Rania sambil membagi dua liontinnya yang menempel "Sudah ambil yang ini Sajah" ucap Rania


"Apa kamu yakin Ran,? apa tidak ingin yang lebih mahal?" tanya Sean


"Sudah itu Saja, kalau kamu punya uang lebih, mending di tabung Saja untuk nikah" ucap Rania


Sean hanya tersenyum mendengarnya, 'Apakah dia akan tetap seperti ini andai dia tau aku putra direkturnya,? kuharap begitu' pikir Sean


"Baru juga jadian Ran, apa sudah ingin langsung nikah lagi?" tanya Sean


"Ya maksud nya buat nanti gitu, enggak sekarang juga" ucap Rania


Setelah itu mereka melanjutkan keliling dan membeli beberapa pernak pernik lainya, mereka juga membeli sweater couple dan topi couple yang bertuliskan kata 'Mine Yours', beli syal rajut juga, yang langsung mereka kenakan dan langsung berfoto bersama, mirip seperti anak abg yang baru jadian, maklum, ke duadua nya memang kali pertama mereka menyandang status pacaran


Rania cukup puas dengan jalan jalan perayaan hari jadinya, dan ternyata tebakan Sean juga salah, karna tidak ada belanjaan yang seabreg menurut perkiraanya tadi, mereka hanya membeli apa yang mereka pakai sekarang,


Merekapun kembali ke rumah makan pada sore harinya dengan eskrim cone masih ada di tangan mereka, para pekerja juga sudah beristirahat tinggal tersisa Randi dan Arni


"Ya ampun Sean, lu kaya abg aja lu sampai segitunya jadian" ucap Randi yang berpikir itu idenya Sean


"Mau bagaimana lagi," ucap Sean tersenyum pasarah


"Iya, aku yang dandani dia sampai seperti ini, kan biar miripan" ucap Rania "Nih aku bawa eskrim juga buat kalian!, mau ga?" ucap Rania


"Wwah mana mana" ucap Arni dan Randi serempak mereka pun mengambilnya


"Terimakasih bu Rania, sudah ingat kita,"ucap Randi "Sean bawa apa lu buat kita?, pajak jadian dong" ucap Randi bercanda

__ADS_1


"Iya nih bos, ga ada pemasukan" ucap Arni


Sean hanya tersenyum menanggapinya, Sean dan Rania pun hanya duduk sebentar di rumah makan, lalu kemudian merekapun kembali ke kota J lagi masing masing, dan mereka pun sampai di kota J pada malam harinya


__ADS_2