
Setelah menyetujui permintaan Rania untuk membantu Tiara, Sean pun tidak berlama lama di sana, Sean juga tidak mengobrol dengan Tiara Secara langsung
…
Keesokan Harinya Sean pun bersiap untuk berangkat ke kantor Redbear dengan setelan outfit tidak terlalu formal, karena Sean hanya mengenakan celana Jeans kaos hitam dan blezer berwarna abu hitam, tidak lupa dia menyematkan kacamata hitam di baju bagian dadanya juga,
"Tuan, Anda mau kemana?" tanya Agam heran
"Aku ada sdikit urusan, kita akan mengambil sesuatu yang harusnya jadi milikmu dulu" ucap Sean
"Apa maksud tuan?," tanya Agam
"Redbear" ucap Sean Singkat
Mereka pun pergi dengan mengguakan mobil koenigsegg Sean, Agam tidak pernah menyangka sebelumnya kalau
tuanya ingin mengambil alih organisasi Redbear itu, meskipun Agam tidak tau alasanya apa, tapi dia juga tidak terlalu banyak bertanya
Tidak lama merekapun tiba di kantor Redbear yang kemarin mereka ubrak abrik, kondisinya sudah tidak terlalu berantakan, dan pasilitas yang rusak di halaman gedung juga sudah mulai di perbaiki sebagian
Merekapun sudah di tunggu Tiara dan Aruna di luar, di depan pintu masuk itu juga berdiri beberapa orang bersama mereka, Sean menebak kalau mereka adalah orang yang berpihak pada Tiara
Sean pun segera turun dari mobil dengan Agam, beberapa anak buah Agam juga langsung bergabung di belakang Sean
Tiara pun langsung menyambut kedatangan mereka ini "Selamat datang master, trima kasih sudah mau datang" ucap Tiara
Sean pun langsung di arahkan Tiara untuk segera memasuki gedung, Tiara langsung berjalan di samping Sean dan menuntunnya untuk masuk ke dalam lift, dan mereka pun segera naik ke lantai atas
Setelah mereka keluar dari lift, Tiara pun mengarahkan mereka menuju ke sebuah pintu ruangan
Sean sejenak terdiam di depan pintu itu, dari luar pun Sean sudah bisa mendengar perdebatan yang berlangsung dari dalam
Tiara menyadari kalau Sean sedang mendengar kan suara di dalam Ruangan itu "Beginilah sekarang, semua keluarga inti saling beradu argumen dan merasa kalau mereka paling pantas memimpin organisasi ini, tidak hanya anak dan istri papah yang berebut, Paman dan Ipar pun ikut meramaikan, Dan aku, yang sebagai anak dari istri kedua papah, sama sekali tidak akan di pandang atau di dengar oleh mereka," ucap Tiara
__ADS_1
"Hmmm, menarik, sebenarnya aku tidak peduli, mereka berdebat sampai saling bunuh pun aku tidak ada urusan, alasanku di sini sekarang bukan karena aku haus akan kekuasaan, ini hanya karena kamu teman Rania, kalau tidak, aku mungkin akan membiarkan organisasi ini hancur dengan sendirinya" ucap Sean
"Maaf, sudah merepotkanmu" ucap Tiara, dia pun segera membuka pintu Ruang rapat mereka itu, Seketika semua mata pun tertuju padanya, tapi mereka pun tidak peduli dan kembali melanjutkan perdebatan mereka itu, karena Sean juha belum terlihat oleh mereka
Setelah pintu di buka, Sean bisa dengan jelas mendengar apa yang sedang mereka perdebatkan
"Intinya, putraku yang pantas untuk pemimpin, tidak perlu ada pemilihan atau pertarungan apa pun lagi, karena dia adalah anak tertua, dan itu tidak dapat di ganggu gugat oleh alasan apapun" ucap Istri pertama Goma
"Aku tetap tidak setuju, tetap harus ada pembuktian dengan cara pertarungan, apa kamu lupa, yang kuatlah yang berhak memimpin organisasi ini, kalau organisasi ini di pimpin oleh orang lemah, maka organisasi kita hanya akan di tertawakan, atau bahkan di injak injak oleh sekutu kita sendiri?" ucap salah seorang pria paruh baya, lebih tepatnya dia adalah Dama adik dari Goma
"Paman, apa kamu meragukan kemampuan kakak ku?" tanya seorang pria muda yang lain
'tok 'tok 'tok' Sean mengetuk pintu yang sudah terbuka itu "Apa aku bisa mengikuti Rapat ini" ucap Sean yang tiba tiba masuk di belakang Tiara
Semua yang di Ruangan itu pun sejenak menoleh dan tidak merespon apapun, karena Sean terhalang oleh Tiara,
Sean pun segera melangkah kesisi Tiara "Aku akan mengambil alih Redbear kalian, kalau ada yang keberatan, aku persilahkan untuk hengkang dengan horamat, atau aku sendiri yang akan menendangnya langsung dari Organisasi ini" ucap Sean tenang
Tapi Suara yang tenang dari Sean itu pun terdengar seperti petir yang menggelegar ketika masuk ke telinga semua orang yang ada di Ruangan itu, seketika mereka pun terdiam menatapi Sean seperti sedang melihat hantu saja
Kecuali seorang pengecut yang bersembunyi dari pertarungan kemarin karena takut di pukuli,
Seorang pria muda berdiri dari kursi dan menatap ke arah Sean dan Tiara "Heh, kurang ajar, siapa kamu berani beraninya masuk kemari dan berbicara seperti itu di sini, Tiara, apa dia pacarmu?, beri tau dia kalau dia baru saja masuk ke kandang Beruang, kalau tidak aku akan bertindak" ucap Daffin,
Daffin adalah anak ke 2 dari istri pertama Goma, perawakannya tinggi tegap, dan dia bersembunyi saat Sean menyerang, jadi dia tidak mengenali Sean
Semua yang di Ruangan itu pun langsung berkeringat dingin mendengar Daffin berbicara seperti itu pada Sean
Seketika Dama pun langsung berdiri dari duduk nya dan menghampiri Daffin dengan cepat
'Plaak' Dama langsung memukul kepala Daffin cukup keras karena dia merasa kebodohannya itu bisa mengancam keselamatan semua yang ada di Ruangan ini
"Aaaw, sakit Paman, kenapa kau memukulku,,, ibu Paman memukulku" ucap Daffin mengadu
__ADS_1
Tapi ibunya tidak berniat membelanya, karena dia menyaksikan sendiri keberingasan Sean saat menhajar putra pertamanya hingga membuat kondisinya sangat memperhatikan "Dasar anak tidak berguna, jika kita ini Beruang, maka dia adalah pemburunya, minta maaf padanya" ucap ibunya yang mengkhawatirkan putranya
"Apa? minta maaf padanya?, pada pria yang dibawa Tiara si anak manja itu? apa ibu sedang membuat lelucon?" ucap Daffin
"Kamu,, dasar anak tidak berguna" dama pun langsung memukul dia lagi 'Plaaak'
"Paman, kenapa memukulku lagi, jangan paksa aku untuk melawan mu," ucap Daffin
"Siapa namamu?" tanya Sean tenang dan melihat ke arah Daffin
"Dia hanya anak kamarin sore, ja jangan dengarkan perkataanya" ucap Dama sedikit gemetar
"Aku tanya Siapa namanya" ucap Sean
"Akan kuberi tau dia paman" ucap Daffin sambil keluar dari barisan kursi untuk menghampiri Sean
Dama pun mencoba menghentikanya "Apa kamu sudah gila, apa kamu benar benar tidak tau dia ini siapa, dia adalah ..........."
"Jangan halangi dia untuk memperkenalkan dirinya padaku, kecuali jika kau juga ingin memperkenalkan dirimu kesini," ucap Sean pada Dama
"Baiklah, aku tidak keberatan memperkenalkan diriku, biar kamu tau siapa aku" ucap Daffin yang perlahan mendekat ke Arah Sean
Semua yang ada di ruangan itu pun diam diam mengutuk Daffin karena kebodohannya itu
Sampai akhirnya merekapun benar-benar berhadapan "Aku Daffin yang akan memberi pelajaran padamu" ucap Daffin yang tidak takut Karena perawakan Sean itu biasa biasa saja
Tiara pun hanya tersenyum tampa berkata apa apa, Pikir Tiara, Ayahnya saja yang Kuat mampu Sean kalahkan, apalagi si anak cengeng ini, Tiara memang tidak Akur dengan saudara-saudara tirinya yang lain, jadi dia akan senang jika melihat saudara tirinya ini di pukuli
"Pelajaran apa yang bisa kamu berikan padaku?" tanya Sean
"Pelajaran ini" Daffin pun langsung memukulkan tanganya ke arah wajah Sean, namun Sean dengan mudahnya menangkap pukulan dari Daffin ini dan Sean pun langsung meremas tinju Daffin ini sampai terdengar bunyi 'Krek' "Aaaaaaaaaaaaaa, ibuuuuu, sakit ibu" teriak daffin kesakitan
"Apa kamu masih ingat pelajaran fisika, semakin banyak gaya, semakin besar juga tekananan pukulan yang akan di dapat" ucap Sean, dia pun langsung memukulkan tinjunya ke tubuh Daffin 'Habukk' dan tubuh Daffin itu pun sampai terbanting jauh menabrak salah satu kursi kantor hingga hancur 'Bruk' "Aawww, ibbuuu" triak Daffin
__ADS_1
Ibunya pun langsung menghampiri Daffin dan langsung memaki anaknya itu karena tidak mendengarkan perkataanya tadi
"Apa ada lagi yang mau memperkenalkan diri?, atau apakah ada yang tidak setuju jika aku mengambil alih Redbear?" tanya Sean