
Sean menunggu beberapa waktu dengan hatinya yang terus mengira ngira kota mana yang akan muncul yang di tempati Lena sekarang
Setelah beberapa saat kemudian informasi dari (S) pun masuk kedalam phonselnya, segera dia pun membuka map yang di kirim oleh (S), Sean cukup terkejut karena ternyata Lena berada di kota yang Sama denganya, dan memang Lena tidak pernah jauh darinya, mungkin Lena memang berniat mengikutinya ke kota J ini dari awal
Sean pun segera beranjak untuk langsung ke lokasi Lena berada sekarang "Bu, aku pulang duluan yah, ada urusan mendadak " ucap Sean yang langsung keluar Ruangan ibunya dengan sdikit tergesa
Kartina pun heran, "Ada apa dengan anak itu, apa dia di panggil Rania?, Rasanya tidak pernah tergesa begitu sebelumnya, biasa biasa saja" gumam Kartina
Sean pun langsung turun ke Lantai besment ketempat di mana mobilnya berada, dia pun memanggil Agam supaya bisa cepat juga sampai ke tujuan
"Agam, tolong antar ke lokasi ini" ucap Sean sambil memperlihatkan peta lokasi yang di berikan (S)
"Baik" ucap agam mobil pun melaju keluar dari area parkir dan keluar dari area perusahaan
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang , dan setelah beberpa waktu mobil berjalan Agam pun menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah gedung fakultas kedokteran di kota J
"Apa ini tempatnya,?" tanya Agam
"Iya, dia sepertinya masih di dalam, harusnya jam segini sudah tidak ada mata kuliah kan" ucap Sean
"Kalo boleh tau, siapa 'dia' yang anda maksud?" tanya agam penasaran
"Dia Lena, gadis Yang di kota B " ucap Sean
"Apa kita perlu masuk kedalam,?" tanya Agam
"Tidak, tunggu saja di sini" ucap Sean
Sean pun menunggu beberapa waktu dan memperhatikan semua yang keluar dari pintu masuk, tapi dia belum mendapati sosok gadis yang dia cari
Sampai akhirnya Sean melihat rombongan wanita yang keluar bersamaan, pandangan Sean pun langsung mengarah ke sosok wanita yang paling elok di antara mereka, siapa lagi kalau bukan Lena
Terlihat Lena yang mengobrol dan sesekali tertawa bersama mereka, Sean pun tidak berkedip memandangi Lena yang berjilbab sekarang ini, 'Memang persis seperti yang di panggilan vidio waktu itu, sangat cantik' gumam hati Sean
Lena pun berpisah dengan tiga teman lainya karena berbeda arah pulang, dan hanya menyisakan 1 teman yang bersama Lena, mereka pun mulai berjalan tepat ke arah mobil Sean yang terparkir
Sean pun melihat kalau Lena semakin mendekat ke Arah mobilnya, dia ingin segera menemui Lena dan mengobrol denganya, dia pun memegang handel untuk membuka pintu, tapi gerakanya itu terhenti karena Sean teringat kata kata Lena waktu itu 'Apa Lena akan pergi jika aku pergi?, ataukah aku hanya akan mengganggu konsentrasi kuliahnya?, bukankah itu akan menggangu tekadnya,? bukan kah akan mengaganggu mimpinya?'
Pikiran Sean berkecamuk hingga handel itu pun seperti sulit untuk dibukanya, Sean terus memeganginya hingga Lena pun sekarang berada tepat di depan kaca mobil Sean
__ADS_1
Lena pun sekilas memperhatikan mobil Sean "wihh mobil kren, Siapa yang memarkir mobil bagus di sini ya?" ucap Lena
"Iya sembarangan saja, tapi bagus sih, bisa fotoin gak Len, lumayan buat update nih" ucap Gina yang tidak sadar kalau di dalam ada orang yang memperhatikan
"Boleh, sini" ucap Lena sambil mengambil phonsel temanya itu
Gina pun berpose kull di pinggir mobil BMW putih Sean dan Lena pun mengambil gambarnya, "wiih kamu kren, seperti doktor muda yang sudah sukses saja, lihat nih bagus serasi dengan mobilnya putih putih," ucap Lena memperlihatkan hasilnya
"Iya bagus, kalo sudah sukses pasti ke beli nih mobil kayak gini, Eh kamu mau di fotoin gak" tanya Gina
"Engga ah malu, takut di lihat orang" ucap Lena
Merekapun berlalu dari hadapan Sean tapi Sean masih belum mebuka pintu mobilnya, dia hanya terus memperhatikan pungung Lena yang perlahan mulai menjauh
"Tuan, mereka sudah lewat, kenapa anda tida turun" Tanya agam
"Entahlah, aku takut hanya akan mengganggu ketenangan belajarnya saja jika aku menemuinya" ucap Sean yang sedikit bimbang
Agam tidak habis pikir dengan tuannya ini, berangkat begitu semangat, di tunggu tunggunya dengan sabar, begitu ada di biarkan lewat begitu saja
"Agam, ikuti mereka saja" ucap Sean
laju mobilpun sangat pelan mengikuti langkah kaki 2 orang gadis yang sepanjang jalan tidak hentinya mengobrol dan tertawa
Sean hanya bisa tersenyum melihat ke arah dua calon doktor muda yang cukup ceria ini, sean pun tidak ingin merusak keceriaan Lena saat ini
Setelah lumayan agak jauh dari fakultas, Arah kaki mereka berdua pun berbelok ke jalanan yang hanya bisa dilewati oleh 1 mobil, Agam pun menghentikan mobilnya
"Apa kita ikuti kedalam?" ucap Agam
"Tunggu saja dulu" ucap Sean yang terus memperhatikan 2 gadis berpakaian formal yang di balut almamater berwarna putih itu
Mereka pun terus bejalan masuk dan masuk kesebuah pagar rumah bertingkat, kemudian merekapun menghilang dari pandangan Sean
"Agam Coba masuk kedalam" sean pun ingin lebih jelas lagi melihat tempat tinggal Lena saat ini
"Baik" Agam pun membelokan mobilnya masuk kejalan yang tidak terlalu besar itu dan berhenti tepat di depan pagar yang dimasuki Lena tadi yang bertuliskan 'kost mahasiswi'
Sean memperhatikan ke area dalam pagar, berharap bisa melihatnya lagi "Agam, apa kamu bisa suruh orang mu untuk memantau dia di sini?" tanya Sean
__ADS_1
"Tentu saja tuan" ucap Agam
"Kalau bisa jangan yang terlalu garang, takut hanya akan menakutinya saja, yang biasa biasa saja supaya tidak menycurigakan" ucap Sean
Agam pun berpikir sejenak "Ada, tapi sayangnya dia anggota baru, beladirinya belum terlalu bisa di andalkan" ucap Agam
"Tidak papa, aku hanya ingin selalu dapat info dan memastikan dia baik baik saja di Kota J ini" ucap Sean
"Baiklah, aku akan langsung menugaskanya sekarang, apa anda punya fotonya?" ucap Agam
"Ada,, tapi waktu dia belum berhijab, apa bisa?" tanya Sean
"Tentu, rekanku bisa mengaturnya" ucap agam
Hari pun perlahan menggelap, Setelah memastikan keberadaan Lena, Sean pun kembali ke mansion ibunya dengan tangan hampa, diapun langsung kekamarnya
Sean membaringkan tubuhnya sejenak, lalu melihat gelang dari Lena "Mungkin belum bisa memastikan kamu terganggu atau tidak jika kutemui, tapi stidaknya aku menemukanmu kan" gumam Sean tersenyum
Setelah Sean membersihkan dirinya kemudian solat, dia pun turun kebawah untuk makan malam dengan ibunya seperti biasa,
Setelah itu dia memanggil agam ke Area belakang untuk meneruskan latihan yang di berikan agam tadi pagi dengan alat Seadanya,
Dan dia mencoba fighting dengan Agam hanya untuk mengukur perkembangan dan melatih gaya bertarungnya
"Anda sudah lumayan berkembang daripada saat anda baru datang kemari" ucap Agam
"Iya, tapi tetap saja Sulit menandingimu," ucap Sean
"Anda hanya harus Rajin berlatih, anda memiliki insting bertarung yang bagus, jika di asah terus menerus, mungkin anda bisa lebih hebat dariku" ucap Agam memuji
"Benarkah, Rasanya itu mustahil, tapi aku akan berusaha" ucap Sean
Saat mereka tengah berlatih dengan serius, tiba tiba ponsel Agam berbunyi, Agam pun mengangkatnya, dan menjawab beberapa kata setelah itu dia menutupnya
"Tuan, sepertinya ada yang mencoba menganggu gadis anda" ucap Agam
"Gadisku,? Apa maksudmu......." Sean sedikit bingung untuk menebaknya karena memang ada 2 gadis di hatinya sekarang yang sulit untuk Sean memilih di antara salah satunya
"Iya, Lena" ucap Agam
__ADS_1
...~°~...