
Mereka berdua pun masuk dengan Rania yang menggandeng tangan Sean, dan tentu saja mereka selalu jadi perhatian semua orang lagi dan lagi, satu persatu teman temannya pun menyapa Rania, Rania juga balas menyapa mereka sambil terus berjalan masuk untuk menemui sang ratu Pestanya terlebih dulu
"Rania" triak seorang wanita bergaun putih dari arah kerumunan, dia melambaykan tanganya pada Rania dari kerumunan itu
"Karin" Rania pun segera menghampiri Karin disana, dan mereka berdua pun langsung berpelukan dengan girangnya
"Selamat ulang tahun Karin, makin dewasa aja kamu" ucap Rania
"Iya makasih, ya ampun lama sekali tidak ketemu kamu, kamu kenapa tidak pernah hadir di acara reunian sih, kangen tau?" ucap Karin terlihat senang
"Iya iya maaf, maklum aku lumayan sibuk kerja, jadi gak pernah sempet ikut reunian" jawab Rania
"Sibuk mulu bu manager ini, kali kali santai sedikit kek" ucap Karin
"Iyalah, baru beberapa tahun kerja aku harus fokus kan, masih perlu banyak belajar, mana bisa sukses kalau santai mulu" ucap Rania
"Iya iya bu manager, o yah kamu datang sama siapa itu Ran?" tanya Karin
"O iyah aku lupa, aku ajak temanku kemari, kenalin dia Sean" ucap Rania
Sean yang ada di belakang Rania pun maju dan berjabat tangan dengan karin "Aku Sean, teman Rania" ucap Sean
"Aku Karin, aku Sahabat baik Rania" jelas Karin
"Iya, Rania juga sempet cerita," ucap Sean
"Oh yah?"
"Iya, aku bilang kemarin kamu teman baiku, itu saja, tidak cerita banyak kok" ucap Rania
"Oooooh,,, ku kira kamu cerita yang macam macam, apa benar kalian cuma temenan?, kulihat kalian sangat serasi Ran," ucap Karin sambil memperhatikan Rania dan Sean
"Apaan sih, kita beneran cuma temenan Rin," ucap Rania
__ADS_1
"Ran,,, kita temenan tuh lama,, jadi aku tau banyak tentang sifat kamu, kamu jarang sekali bisa terbuka pada seorang pria, jadi kamu gak bisa bohongin aku, ayo ngaku, dia teman atau pacar?" ucap Karin mendesak Rania
"Beneran t........."
"Ternyata bisa juga kamu punya pacar, ku kira kamu hanya bisa jadi pengganggu hubungan orang saja" ucap seseorang yang tiba tiba memotong pembicaraan mereka dari arah lain
Rania pun menoleh ke arah asal suara itu
"Tiara,,, apa maksudmu?, apa kamu masih mengingat masalah yang dulu?, ayolah,, itu hanya salah paham, aku sudah menjelaskanya berulang kali kan" ucap Rania
"Aku tidak percaya omongan mu, kamu terlalu munafik Ran" ucap Tiara
Tiara, Rania, dan Karin dulunya adalah teman dekat yang tidak terpisahkan, kemana mana mereka selalu bersama dan bahkan mereka pun di juluki 3 srikandi sekolah, karena masing masing dari mereka memang memiliki paras yang cantik, tapi hubungan Tiara dan Rania renggang saat Tiara punya pacar, dan ketahuan kalau pacar Tiara itu diam diam menyukai dan mendekati Rania juga, dan sampai sekarang mereka belum akur karena masalah itu
"Sudah sudah, apa kalian harus berantem di pestaku, ayolah,, simpan dulu ego kalian itu dan nikmati saja pestanya, ini kesempatan jarang buatku untuk bisa bersama kalian lagi seperti ini, jadi ku mohon jangan merusaknya" ucap Karin melerai mereka
Sementara Sean terus menatap lurus ke arah Tiara berdiri, tapi bukan karena terpesona oleh kecantikan Tiara itu, yang mencuri perhatiannya adalah pengawal yang tegap berdiri di belakang Tiara itu adalah anggota Red Bear
Itu terlihat dari baju yang di kenakan Mereka, karena terdapat lambang beruang merah di baju mereka itu 'Punya hubungan apa gadis inivdengan Red bear' gumam hati Sean penasaran
"Kenapa memandangnya terus?, apa kamu baru lihat cewek cantik?, sampe ga bisa berkedip gitu lihatnya, kalo suka samperin saja sana" ucap Rania ketus karena Sean terlihat terus memperhatikan Tiara
"Tidak, bukanya gitu aku tidak memperhatikan wajah tiara, aku memperhatikan yang lainya" ucap Sean menjelaskan
"Apa maksudmu memperhatikan yang lainya? apa....... ,. Huh dasar otak mesum" ucap Rania sambil menghalangi dadanya sendiri dengan tangannya, Rania pikir maksud Sean yang lain itu adalah melihat ukuran dada tiara yang lumayan besar
Sean pun sadar kalo Rania salah mengartikanya "Bukan, bukan itu maksudnya, maksudku yang lain itu orang yang lain yang di belakang Tiara, aku merasa tidak asing dengan baju yang di kenakan bodyguardnya itu," jelas Sean
Karin cukup terhibur dengan perdebatan mereka yang aneh ini, menurut Karin mereka itu pasangan yang lucu
"Sudah sudah, ini lagi pasangan serasi malah berantem di sini" ucap Karin sambil tersenyum
"Iii apaan sih Karin serasi dari mananya,? suda lah kita cari tempat duduk yuk Rin biar enak ngobrolnya" ucap Rania, dia pun langsung beranjak dari sana dengan menggandeng Karin
__ADS_1
Tentu saja Sean pun ingin mengikuti mereka, tapi baru juga melangkah, Rania sudah membalikan badannya lagi "Jangan mengikutiku, ini reunian cewek jadi kamu cari tempat lain saja sana" ucap Rania mendadak galak
Sean pun merasa kalau memang mood Rania sedikit buruk, mungkin itu karena masalah barusan, jadi dia pun mengalah "Baiklah, tapi aku harus kemana?" ucap Sean merasa bingung, karena tidak ada yang dia kenal di sini
"Terserah kamu mau ke mana, yang penting kamu jangan dekat dekat dengan Tiara, mengerti?" ucap Rania
"Baiklah, aku mengerti" ucap Sean
Sean pun mulai berkeliling untuk melihat lihat pesta meriah ini, dia berjalan di kerumunan orang orang dan mengambil minuman dan makanan kecil yang di sediakan di pesta itu, setelah beberapa saat berkeliling, Sean melirik ke arah tempat duduk Rania, tapi dia masih terlihat asik mengobrol dengan Karin,
Sean juga kebetulan melihat ada ruang terbuka hijau di area samping restoran ini, jadi dia pun segera bergegas kesana untuk menghindari kerumunan, karena menurutnya sendirian di tengah kerumunan itu sangat membosankan
Dia pun duduk di kursi taman di area hijau itu karena merasa bosan, dia pun mulai menyalakan sebatang rokok, sebenarnya Sean bukan pecandu, dia hanya meroko saat dirinya bosan atau stres,
Hingga beberapa saat berlalu dia hanya diam di sana, dan ini kali ketiganya dia menyalakan rokok, tiba tiba Sean mendengar kalau ada suara yang terbatuk di belakangnnya, 'Uhuk, uhuk' mungkin itu karena mencium asap rokok dari Sean
"Hey, ini Restoran, bukan tempat merokok, sembarangan saja" ucap seorang wanita di belakang Sean
Sean berpikir kalau itu Rania yang mencarinya, tampa menengok dia pun menjawab "Iya maaf, aku hanya sdikit bosan saja sendirian di dalam, ingin mencari udara segar, apa sudah selesai ngobrol nya?" tanya Sean sambil mematikan Rokok yang baru saja dia nyalakan
Sean pun membalikan wajahnya untuk menengok, dan dia mendapati kalau wanita yang berdiri di pintu itu bukan Rania, tapi Tiara,
Tiara pun mulai melangkah ke kursi taman lain yang tidak jauh dari tempat Sean duduk
"Oh, maaf, kupikir kamu Rania," ucap Sean
Tiara tidak langsung menjawab Sean, dia pun duduk di kursi taman itu "Kamu pacarnya Rania kan?" tanya Tiara dingin, mood Tiara juga sepertinya sedang tida bagus sekarang, makanya dia mencari tempat untuk mengasingkan dirinya
"Bisa di bilang kalau kami belum sampai ketahap itu, tapi aku memang menyukainya" ucap Sean jujur
"Apa hebatnya Rania?" ucap Tiara ketus
Sean tersenyum, 'Sepertinya wanita memang susah melupakan dendam' pikir Sean,
__ADS_1
...~°~...